
Menggabungkan Order Block dengan Indikator untuk Entry Akurat
Dalam dunia trading forex, setiap trader selalu mencari strategi yang bisa memberikan peluang entry dengan tingkat akurasi tinggi. Salah satu konsep yang semakin populer di kalangan trader profesional adalah penggunaan order block. Order block sendiri berasal dari teori institusional trading, di mana pergerakan harga sering kali dipengaruhi oleh akumulasi order besar dari bank atau institusi keuangan. Dengan memahami area order block, trader bisa mengetahui di mana harga kemungkinan besar akan melakukan pembalikan atau melanjutkan arah tren. Namun, hanya mengandalkan order block saja terkadang kurang memberikan konfirmasi yang kuat. Oleh karena itu, menggabungkan order block dengan indikator teknikal bisa menjadi kombinasi yang sangat efektif untuk meningkatkan probabilitas keberhasilan entry.
Memahami Konsep Order Block
Order block adalah area pada grafik harga di mana institusi besar menempatkan order dalam jumlah masif sehingga menciptakan pergerakan signifikan. Biasanya, order block ditandai dengan konsolidasi harga sebelum terjadi pergerakan impulsif yang kuat. Setelah harga meninggalkan area tersebut, besar kemungkinan harga akan kembali untuk menguji area order block sebelum melanjutkan pergerakan sesuai arah tren.
Secara sederhana, order block dapat dianggap sebagai “jejak” dari aktivitas para pelaku besar di pasar. Ketika harga kembali menyentuh area ini, sering kali terjadi reaksi signifikan karena order tertunda yang belum sepenuhnya tereksekusi sebelumnya. Bagi trader ritel, area ini bisa dimanfaatkan sebagai zona entry potensial.
Jenis-Jenis Order Block
Terdapat dua jenis order block utama yang sering diperhatikan trader:
-
Bullish Order Block
Terjadi ketika harga melakukan konsolidasi di area bawah sebelum bergerak naik dengan kuat. Area konsolidasi ini dianggap sebagai order block bullish. Saat harga kembali turun ke area tersebut, trader mencari peluang entry buy.
-
Bearish Order Block
Terjadi ketika harga berkonsolidasi di area atas sebelum anjlok dengan tajam. Konsolidasi tersebut dianggap sebagai order block bearish. Saat harga kembali naik menguji area tersebut, trader bisa mencari peluang entry sell.
Memahami kedua jenis order block ini sangat penting sebelum mengombinasikannya dengan indikator.
Pentingnya Konfirmasi Indikator
Mengandalkan order block saja berisiko karena pasar tidak selalu bereaksi sesuai ekspektasi. Di sinilah peran indikator teknikal untuk memberikan sinyal tambahan apakah area tersebut benar-benar valid untuk entry. Indikator berfungsi sebagai filter, sehingga trader tidak sembarangan masuk hanya karena harga menyentuh order block.
Beberapa indikator populer yang bisa dipadukan dengan order block antara lain:
-
Moving Average (MA)
MA membantu trader mengidentifikasi tren utama. Jika order block berada searah dengan tren berdasarkan MA, peluang keberhasilannya meningkat.
-
Relative Strength Index (RSI)
RSI membantu mengukur kondisi overbought atau oversold. Jika harga menyentuh order block bullish saat RSI menunjukkan kondisi oversold, maka sinyal buy menjadi lebih kuat.
-
MACD (Moving Average Convergence Divergence)
MACD dapat memberikan konfirmasi momentum. Entry di order block yang bertepatan dengan crossover MACD akan menambah validitas sinyal.
-
Volume
Indikator volume bisa menunjukkan apakah pergerakan harga di sekitar order block didukung oleh kekuatan pasar yang cukup besar.
Strategi Menggabungkan Order Block dengan Indikator
Menggabungkan order block dengan indikator membutuhkan pendekatan sistematis agar hasilnya konsisten. Berikut beberapa langkah yang bisa diikuti:
-
Identifikasi Order Block
Cari area konsolidasi signifikan yang diikuti oleh pergerakan impulsif kuat. Tandai area ini sebagai order block bullish atau bearish.
-
Tentukan Tren dengan Moving Average
Gunakan MA (misalnya EMA 50 atau EMA 200) untuk melihat tren utama. Pastikan entry order block searah dengan tren agar probabilitas lebih tinggi.
-
Konfirmasi dengan RSI atau MACD
Jika harga menyentuh order block, lihat RSI apakah berada pada area ekstrem (oversold untuk buy, overbought untuk sell). Alternatifnya, cek MACD apakah memberikan sinyal momentum yang mendukung.
-
Perhatikan Volume
Saat harga kembali menguji order block, peningkatan volume akan memperkuat sinyal bahwa area tersebut akan memberikan reaksi signifikan.
-
Tentukan Entry dan Stop Loss
Entry dilakukan di sekitar area order block, dengan stop loss ditempatkan sedikit di luar batas order block untuk mengantisipasi false breakout.
-
Target Profit dengan Rasio Risk-Reward yang Sehat
Tentukan target profit minimal dengan rasio 1:2 atau lebih. Bisa juga menggunakan level Fibonacci extension sebagai panduan.
Contoh Penerapan
Misalkan harga EUR/USD sedang dalam tren naik berdasarkan EMA 200 yang menanjak. Pada grafik H1, terlihat konsolidasi singkat sebelum harga melesat naik 100 pips. Area konsolidasi tersebut ditandai sebagai order block bullish. Ketika harga kembali turun ke area tersebut, RSI menunjukkan kondisi oversold, sementara MACD mulai memberikan sinyal bullish crossover. Pada titik ini, entry buy bisa dilakukan dengan stop loss di bawah order block, dan target profit diarahkan ke swing high sebelumnya atau menggunakan Fibonacci extension.
Contoh ini menunjukkan bagaimana kombinasi order block dengan indikator dapat memberikan entry yang lebih akurat dan terukur.
Kelebihan dan Kekurangan Strategi
Seperti strategi lainnya, menggabungkan order block dengan indikator memiliki kelebihan dan kekurangan:
Kelebihan:
-
Entry lebih presisi karena memiliki konfirmasi ganda.
-
Mengurangi kemungkinan false entry.
-
Memberikan gambaran jelas tentang arah tren dan momentum pasar.
Kekurangan:
-
Membutuhkan latihan untuk mengidentifikasi order block dengan benar.
-
Sering kali memerlukan kesabaran menunggu harga kembali ke area order block.
-
Jika terlalu banyak indikator digunakan, bisa menimbulkan kebingungan (analysis paralysis).
Tips Sukses Menggunakan Order Block dengan Indikator
-
Gunakan timeframe lebih tinggi (H4 atau Daily) untuk identifikasi order block utama agar lebih valid.
-
Jangan hanya mengandalkan satu indikator; gunakan kombinasi yang saling melengkapi.
-
Disiplin dalam menempatkan stop loss agar tidak terkena pergerakan tak terduga.
-
Catat setiap hasil trading sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan strategi.
Trading forex membutuhkan pemahaman mendalam dan kemampuan membaca pergerakan pasar dengan cermat. Dengan menggabungkan order block dan indikator, trader bisa meningkatkan peluang sukses sekaligus meminimalkan risiko. Namun, kunci utama tetap pada konsistensi, disiplin, dan penguasaan strategi yang matang. Semakin sering strategi ini dipraktikkan, semakin baik pula sensitivitas trader dalam mengenali peluang entry akurat.
Jika Anda ingin mendalami teknik menggabungkan order block dengan indikator serta strategi trading lainnya secara lebih sistematis, bergabunglah dalam program edukasi trading di www.didimax.co.id. Didimax menyediakan pembelajaran terstruktur yang dirancang khusus untuk membantu trader dari berbagai level, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Dengan mengikuti program edukasi di Didimax, Anda tidak hanya mendapatkan materi teoritis, tetapi juga bimbingan praktik langsung dari mentor profesional. Hal ini akan memudahkan Anda dalam memahami strategi kompleks sekaligus mengasah kemampuan trading dengan lebih efektif. Jangan biarkan peluang emas di pasar forex terlewatkan hanya karena kurangnya pengetahuan. Saatnya tingkatkan skill trading Anda bersama Didimax!