Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Menyusun Rencana Trading 2026 dari Hasil Evaluasi 2025

Menyusun Rencana Trading 2026 dari Hasil Evaluasi 2025

by Muhammad

Menyusun Rencana Trading 2026 dari Hasil Evaluasi 2025

Setiap akhir tahun, trader yang serius hampir selalu melakukan satu hal penting: evaluasi. Tanpa evaluasi, trading akan lebih mirip perjudian—mengandalkan keberuntungan, bukan strategi. Tahun 2025 mungkin memberi banyak pelajaran: ada masa profit, ada pula fase loss, ada keputusan impulsif, ada juga momen disiplin yang membuahkan hasil.

Semua pengalaman itu bukan sekadar cerita, melainkan bahan baku utama untuk menyusun rencana trading yang lebih matang di tahun 2026.

Artikel ini akan membahas langkah demi langkah bagaimana memanfaatkan evaluasi 2025 untuk menyusun rencana trading 2026 yang realistis, terukur, dan siap menghadapi berbagai kondisi market.


1. Mulai dari Data, Bukan dari Perasaan

Kesalahan umum trader saat evaluasi adalah berkata:

“Kayaknya tahun ini banyak rugi…”
“Kayaknya strategi ini jelek…”

Kata “kayaknya” adalah musuh utama evaluasi.
Yang dibutuhkan adalah data.

Coba kumpulkan:

  • Riwayat transaksi (history)

  • Pair yang paling sering ditradingkan

  • Rasio profit vs loss

  • Rata-rata risk per trade

  • Total drawdown (penurunan modal terbesar)

  • Momen-momen loss terbesar dan penyebabnya

  • Momen profit terbesar dan polanya

  • Screenshot chart jika punya jurnal visual

Jika tidak punya jurnal lengkap, jadikan ini alarm agar di 2026 tidak mengulang kesalahan yang sama: trading tanpa pencatatan.

Trader profesional selalu berkata:

“Apa yang tidak dicatat, tidak bisa diperbaiki.”


2. Mengidentifikasi Pola Kesalahan 2025

Setelah data terkumpul, cari pola kesalahan yang berulang. Biasanya, kesalahan trader bisa dikelompokkan menjadi:

a. Kesalahan Psikologis

  • Entry karena FOMO

  • Tidak sabar menunggu setup

  • Overtrade setelah loss

  • Serakah saat profit

Jika ini sering terjadi, berarti masalah utamanya bukan strategi — melainkan kontrol emosi.

b. Kesalahan Teknis

  • Entry melawan tren besar

  • Salah membaca support–resistance

  • Tidak menggunakan stop loss

  • Salah timing karena news

Kesalahan teknis bisa diperbaiki dengan belajar.
Kesalahan emosional butuh latihan disiplin.

Catat kesalahan yang paling sering terjadi.
Tandai, karena inilah fokus utama perbaikan di 2026.


3. Mengukur Performa Strategi Trading

Jangan terburu-buru ganti strategi hanya karena beberapa kali loss.
Yang perlu dilihat adalah angka-angka berikut:

  • Win rate: berapa persen transaksi yang profit?

  • Risk–Reward Ratio (RRR): rata-rata target dibanding risiko

  • Profit factor: total profit dibanding total loss

Contoh sederhana:

Jika win rate 40%, tetapi RRR rata-rata 1:3, strategi masih sehat.
Sebaliknya, win rate 80% tapi RRR hanya 1:0,3 — itu berbahaya.

Evaluasi objektif seperti ini membantu memutuskan:

  • strategi dipertahankan

  • strategi dimodifikasi

  • atau strategi diganti total


4. Menentukan Target Trading 2026 (Realistis & Terukur)

Banyak trader memulai tahun dengan target seperti:

“Tahun depan harus bisa 100%!”

Masalahnya, target seperti ini:

  • tidak terukur

  • tidak memiliki timeline

  • mendorong trader untuk memaksakan entry

Target harus bersifat:

  1. Spesifik

  2. Terukur

  3. Realistis

  4. Ada batas waktu

Contoh target realistis:

  • Meningkatkan win rate dari 42% menjadi 50% dalam 6 bulan

  • Disiplin menggunakan stop loss di setiap entry

  • Maksimal risiko per transaksi 1–2% modal

  • Tidak trading tanpa jurnal

Profit akan mengikuti jika pondasinya benar.
Fokus utama 2026: konsistensi, bukan cepat kaya.


5. Menata Money Management yang Lebih Kuat

Salah satu penyebab kegagalan terbesar di 2025 mungkin adalah:

posisi terlalu besar untuk ukuran akun.

Money management menjadi pilar utama di 2026.

Beberapa prinsip penting:

  • Risiko per transaksi maksimal 1–2%

  • Hindari membuka banyak posisi sekaligus tanpa perhitungan

  • Jangan menambah lot hanya karena sedang “PD”

  • Hindari martingale jika belum benar-benar paham risikonya

Dengan money management yang tepat, bahkan strategi sederhana bisa menghasilkan.


6. Menentukan Gaya Trading Utama

Di 2025 mungkin kamu mencoba berbagai gaya:

  • scalping

  • intraday

  • swing

  • follow trend

  • breakout

  • news trading

Terlalu banyak gaya membuat pikiran campur aduk.

Di 2026, pilih satu gaya utama yang paling cocok:

  • jika tidak punya banyak waktu → swing

  • jika suka cepat → intraday

  • jika siap disiplin & punya jurnal → scalping

Fokus pada satu gaya dulu sampai benar-benar paham karakteristiknya.


7. Menyiapkan Trading Plan Harian & Mingguan

Rencana tanpa struktur hanya akan menjadi niat.

Buat checklist sederhana:

Sebelum Market

  • Cek kalender news

  • Tandai level penting (support–resistance)

  • Tentukan pair fokus hari itu

  • Tentukan skenario: jika A terjadi → lakukan B

Saat Trading

  • Hanya entry sesuai setup

  • Tentukan SL & TP sebelum klik buy/sell

  • Hindari membuka posisi saat emosi tidak stabil

Setelah Market

  • Evaluasi setiap transaksi

  • Tulis alasan entry & hasilnya

  • Simpan screenshot chart

Dengan pola ini, 2026 akan jauh lebih terarah.


8. Upgrade Pengetahuan Secara Bertahap

Evaluasi 2025 juga harus menjawab pertanyaan:

“Bagian mana yang belum saya kuasai?”

Mungkin:

  • belum paham price action

  • bingung membaca market structure

  • salah memahami money management

  • belum disiplin secara psikologis

Di 2026, jadwalkan belajar rutin:

  • ikut webinar

  • membaca materi

  • ikut komunitas

  • mentoring

Belajar trading itu perjalanan panjang.
Yang penting bukan cepat, tetapi konsisten berkembang.


9. Menjaga Mental Trader

Sebagus apa pun strategi, jika mental rapuh, hasilnya tetap buruk.

Beberapa kebiasaan yang terbukti membantu:

  • Jangan trading saat marah atau lelah

  • Jangan balas dendam setelah loss

  • Terima kenyataan bahwa loss adalah bagian dari sistem

  • Jangan bandingkan hasil dengan orang lain

Mindset utama 2026:

“Saya tidak mengejar market. Saya menunggu market datang ke rencana saya.”


10. Memulai 2026 dengan Rencana yang Tertulis

Rencana yang hanya di kepala akan mudah hilang.

Buat dokumen khusus berisi:

  • tujuan tahunan

  • strategi entry & exit

  • money management

  • batas risiko

  • daftar pantangan

  • checklist harian

Baca ulang setiap minggu.
Perbaiki jika diperlukan.
Trading adalah proses yang terus berkembang.


Akhirnya, semua pembelajaran di 2025 hanyalah bahan mentah. Nilainya baru terasa ketika kita mengolahnya menjadi rencana trading 2026 yang lebih matang, disiplin, dan terstruktur. Tanpa evaluasi, kita hanya akan mengulang kesalahan yang sama. Dengan evaluasi, setiap kegagalan berubah menjadi bahan bakar menuju konsistensi.

Di titik inilah, penting untuk belajar bersama mentor dan komunitas yang tepat, agar perjalanan trading tidak terasa sendirian dan penuh kebingungan. Dengan bimbingan yang benar, proses memahami market akan lebih terarah, sistematis, dan aman.

Jika kamu ingin memperdalam ilmu trading secara lebih terstruktur, praktik langsung, dan mendapatkan pendampingan, kamu bisa mengikuti program edukasi trading yang disediakan oleh Didimax. Di sana, kamu akan belajar mulai dari dasar, memahami strategi, sampai manajemen risiko yang benar — semuanya dirancang agar trader bisa berkembang secara bertahap.

Kunjungi website resmi mereka di www.didimax.co.id dan daftarkan dirimu. Jadikan tahun 2026 sebagai titik awal trading yang lebih terencana, disiplin, dan penuh kesadaran — bukan lagi sekadar menebak arah market.