
Momentum NFP: Waktu Terbaik untuk Scalping atau Swing?
Non-Farm Payrolls (NFP) adalah salah satu rilis data ekonomi paling kuat yang mampu menggerakkan pasar forex dalam hitungan detik. Setiap bulan, trader di seluruh dunia menantikan laporan ini karena dampak volatilitasnya yang luar biasa. Pergerakan tajam yang tercipta sering dianggap sebagai “ladang emas” bagi trader yang siap, sementara bagi yang tidak siap rilis NFP justru bisa menjadi bencana.
Salah satu pertanyaan yang paling banyak muncul di kalangan trader adalah: Apakah momentum NFP lebih cocok untuk scalping atau swing trading? Pertanyaan ini penting karena strategi yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda pula ketika menghadapi volatilitas ekstrem. Untuk mengetahui mana yang paling sesuai, kita harus memahami karakteristik volatilitas NFP, tipe pergerakan harga yang biasanya terjadi, serta kemampuan trader dalam mengelola risiko.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam bagaimana momentum NFP bekerja, kelebihan dan kekurangan penggunaan strategi scalping maupun swing trading, serta bagaimana memilih pendekatan yang paling aman dan efektif sesuai gaya trading Anda. Dengan pemahaman yang tepat, Anda bisa memanfaatkan momentum besar NFP dengan risiko yang lebih terukur dan peluang profit lebih tinggi.
Memahami Karakter Volatilitas NFP
Sebelum menentukan apakah NFP cocok untuk scalping atau swing, hal paling penting adalah memahami bagaimana volatilitas data ini muncul. Setiap kali laporan NFP dirilis, pasar forex biasanya mengalami tiga fase utama:
1. Fase Ledakan Awal (Initial Spike)
Begitu data keluar, harga langsung melonjak sangat cepat—bisa naik atau turun dalam beberapa detik—karena reaksi spontan dari institusi dan algoritma otomatis. Spread melebar, slippage meningkat, dan candle-candle ekstrem muncul dalam waktu singkat.
2. Fase Koreksi
Setelah lonjakan awal, pasar sering melakukan koreksi atau retracement karena sebagian trader menutup posisi awal atau terdapat pelurusan harga setelah reaksi emosional.
3. Fase Arah Utama (Trend Establishment)
Setelah volatilitas mulai mereda, pasar biasanya memilih arah yang lebih stabil berdasarkan interpretasi fundamental secara menyeluruh. Fase inilah yang sering digunakan oleh swing trader.
Dari tiga fase tersebut, scalper biasanya mengincar fase pertama dan kedua, sementara swing trader lebih fokus pada fase ketiga.
Scalping Saat NFP: Cepat Tapi Berisiko Tinggi
Scalping adalah strategi yang berfokus pada pengambilan profit kecil dalam waktu sangat singkat. Pada momentum NFP, peluang scalping bisa sangat besar, tetapi risikonya juga meningkat drastis.
Keuntungan Scalping di Momentum NFP
-
Potensi Profit Besar dalam Hitungan Detik
Candle NFP sering bergerak puluhan pip dalam hanya beberapa detik, memberi scalper peluang profit yang tidak tersedia pada hari biasa.
-
Peluang dari Dua Arah (Up & Down)
Bahkan jika prediksi arah salah, volatilitas sering menciptakan pola pullback cepat yang bisa dimanfaatkan.
-
Tidak Perlu Menahan Posisi Lama
Scalper tidak perlu tidur dengan floating loss karena semua posisi biasanya ditutup dalam beberapa menit.
Risiko Scalping Saat NFP
-
Spread Melebar Ekstrem
Banyak broker menaikkan spread selama NFP. Jika spread normal EURUSD adalah 1–2 pip, saat NFP bisa meluas hingga 10–20 pip, membuat entry scalping berisiko besar.
-
Slippage Parah
Order bisa tereksekusi puluhan pip dari level yang diinginkan, terutama untuk order stop.
-
Candle Sangat Tidak Stabil
Candle NFP sering “loncat-loncat”, sehingga strategi yang mengandalkan keakuratan entry biasanya tidak bekerja optimal.
-
Kesalahan Eksekusi
Banyak trader panik saat harga bergerak cepat. Scalping membutuhkan disiplin yang sangat tinggi dan eksekusi ultra-cepat, yang tidak semua trader miliki.
Kesimpulan Sementara untuk Scalping
Scalping saat NFP hanya cocok untuk trader yang sangat berpengalaman, memiliki kemampuan membaca momentum dengan cepat, dan menggunakan broker dengan eksekusi cepat serta spread stabil.
Swing Trading Saat NFP: Lebih Stabil dan Aman
Swing trading berbeda 180 derajat dengan scalping. Swing trader mencari pergerakan besar yang terbentuk setelah volatilitas awal mereda, biasanya dalam timeframe H1 hingga Daily.
Keuntungan Swing Trading di Momentum NFP
-
Menghindari Spekulan Ketidakpastian Awal
Swing trader tidak perlu berebut di detik pertama, sehingga mereka bisa menunggu pasar menetapkan arah secara natural.
-
Trend yang Terbentuk Biasanya Kuat
Data NFP sering menjadi pemicu terbentuknya trend baru, terutama pada pair USD seperti EURUSD, GBPUSD, USDJPY, dan XAUUSD.
-
Risiko Lebih Terukur
Dengan menunggu volatilitas mereda, swing trader dapat memasang stop loss lebih rapi dan tidak terkena slippage ekstrem.
-
Analisa Fundamental Lebih Matang
Swing trader punya waktu untuk menganalisis dampak data secara keseluruhan, bukan hanya reaksi spontan.
Risiko Swing Trading Saat NFP
-
Entry Terlambat Jika Tren Sudah Jalan
Jika pasar bergerak terlalu cepat dan membentuk trend hanya dalam 1–2 candle besar, swing trader bisa ketinggalan momentum.
-
Fake Breakout Setelah Koreksi
Kadang retracement setelah NFP berlebihan, membuat trader salah menangkap arah utama.
-
Konsolidasi Panjang
Tidak semua rilis NFP menciptakan trend besar. Kadang harga justru masuk ke fase sideways setelah shock awal.
Kesimpulan Sementara untuk Swing Trading
Swing trading lebih aman dan lebih cocok untuk sebagian besar trader, terutama pemula dan menengah. Trader tidak perlu terjun dalam “kekacauan volatilitas” di menit pertama.
Scalping atau Swing: Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?
Jawaban ini sangat tergantung pada profil Anda sebagai trader. Berikut panduan untuk membantu memilih:
Anda cocok scalping jika:
-
Anda nyaman trading di kondisi cepat dan penuh tekanan
-
Anda memiliki skill membaca momentum jangka pendek
-
Anda punya pengalaman dengan NFP sebelumnya
-
Anda menggunakan broker dengan eksekusi cepat & spread stabil
-
Anda bisa menerima risiko tinggi dalam waktu sangat singkat
Jika salah satu dari kemampuan ini tidak Anda miliki, scalping NFP bisa berakhir dengan kerugian besar.
Anda cocok swing trading jika:
-
Anda lebih suka analisa yang matang dan tidak terburu-buru
-
Anda nyaman menahan posisi beberapa jam atau hari
-
Anda mengutamakan keamanan dan kestabilan
-
Anda ingin menghindari spread melebar dan slippage
Untuk mayoritas trader, swing trading jauh lebih masuk akal saat NFP.
Kombinasi Strategi: Alternatif Terbaik
Tidak harus memilih salah satu, Anda bisa menggabungkan keduanya:
-
Biarkan fase spike lewat dulu
Tunggu 5–15 menit hingga volatilitas awal selesai.
-
Gunakan scalping di retracement
Saat pasar melakukan koreksi dari spike pertama, scalper bisa masuk dengan target kecil 5–20 pip.
-
Ambil swing setelah arah utama jelas
Masuk setelah pasar stabil dan mulai membentuk higher high atau lower low yang kuat.
Pendekatan hybrid ini banyak dipakai trader profesional karena menggabungkan keuntungan dari dua gaya trading yang berbeda.
Kesimpulan Besar: Mana Waktu Terbaik?
Jika harus memilih satu strategi yang paling aman dan konsisten untuk momentum NFP, jawabannya adalah:
Swing Trading.
Alasannya:
Namun, jika Anda trader berpengalaman yang terbiasa menghadapi volatilitas ekstrem, scalping NFP tetap bisa sangat menguntungkan.
Kuncinya adalah memahami karakter diri, kemampuan analisa, serta kesiapan menghadapi risiko.
Jika Anda ingin belajar bagaimana membaca momentum NFP dengan benar—mulai dari teknikal, fundamental, hingga manajemen risiko—Anda bisa mendapatkan bimbingan dan edukasi lengkap langsung dari mentor profesional. Anda tidak perlu belajar sendirian, karena ada banyak strategi yang sudah teruji dan bisa Anda pelajari secara gratis melalui program edukasi resmi. Dengan penjelasan yang mudah diikuti, Anda bisa memahami cara trading yang benar, bukan sekadar menebak-nebak saat volatilitas tinggi.
Bergabunglah dalam program edukasi trading Didimax melalui website resmi www.didimax.co.id untuk mendapatkan kelas intensif, live mentoring, analisa harian, hingga bimbingan langsung dari trader berpengalaman. Manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan skill trading Anda dan jadikan momentum NFP sebagai sumber peluang profit yang lebih aman, terarah, dan konsisten.