Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Pair Currency yang Diprediksi Membentuk Tren Panjang di Awal 2026

Pair Currency yang Diprediksi Membentuk Tren Panjang di Awal 2026

by Muhammad

Pair Currency yang Diprediksi Membentuk Tren Panjang di Awal 2026

Memasuki awal 2026, pasar forex kembali menjadi pusat perhatian para trader, analis, hingga institusi keuangan besar. Setelah melalui periode volatilitas tinggi, perubahan kebijakan moneter, inflasi yang naik-turun, dan gejolak geopolitik dalam beberapa tahun terakhir, banyak pair currency kini mulai menunjukkan potensi tren jangka panjang yang menarik untuk diikuti.

Bagi trader yang mampu membaca arah lebih dini, tren panjang bukan hanya peluang profit — tetapi juga memberikan struktur, rencana, serta disiplin dalam pengelolaan risiko. Namun, tentu saja, prediksi tren bukan sekadar menerka. Dibutuhkan perpaduan analisis fundamental, teknikal, dan pemahaman sentimen pasar global.

Artikel ini akan membahas beberapa pair yang diperkirakan memiliki peluang membentuk tren kuat di awal 2026, sekaligus membedah alasan di balik potensi pergerakannya.


Mengapa Tren Panjang Penting untuk Trader?

Tren panjang memberikan sejumlah kelebihan:

  1. Pergerakan lebih jelas, meminimalkan noise jangka pendek.

  2. Memberi kesempatan memakai strategi trend following: seperti breakout, pullback, dan moving average crossover.

  3. Memungkinkan manajemen risiko lebih terstruktur — dibandingkan market sideways.

Namun, tren panjang biasanya tidak terbentuk secara tiba-tiba. Ia berkembang dari:

  • perubahan kebijakan suku bunga,

  • kinerja ekonomi suatu negara,

  • arus modal global,

  • perubahan harga komoditas,

  • serta sentimen investor.

Karena itulah, trader yang ingin memanfaatkan tren harus memahami konteks makro terlebih dahulu.


1. EURUSD — Masih Menjadi Barometer Dunia

Sebagai pair paling likuid di dunia, EURUSD hampir selalu menjadi acuan.

Di awal 2026, EURUSD diperkirakan bergerak mengikuti dinamika kebijakan moneter antara Federal Reserve (AS) dan European Central Bank (ECB). Ketika salah satu bank sentral mengarah pada pelonggaran sementara yang lain menahan suku bunga, ketidakseimbangan inilah yang biasanya melahirkan tren.

Dari sudut teknikal, EURUSD sering membentuk tren panjang setelah periode konsolidasi yang sempit. Kondisi seperti:

  • breakout pada area resistance kunci,

  • crossing pada moving average jangka panjang,

  • dan penguatan volume,

sering menjadi sinyal bahwa pasar siap mengarahkan harga menuju fase tren yang lebih stabil.

Trader yang mengincar EURUSD perlu fokus pada data inflasi, kebijakan suku bunga, dan data tenaga kerja. Ketika sinyal fundamental dan teknikal “sinkron”, peluang tren panjang biasanya semakin kuat.


2. GBPUSD — Sensitif, tetapi Potensial

GBPUSD atau yang dikenal dengan istilah “Cable” terkenal karena volatilitasnya. Di awal 2026, pair ini berpotensi membentuk tren panjang jika Inggris stabil dalam kebijakan fiskal dan suku bunga.

Hal yang membuat GBPUSD menarik adalah:

  • Pergerakannya sering lebih agresif dibandingkan EURUSD.

  • Respon pasar terhadap berita ekonomi Inggris sangat cepat.

  • Tren yang terbentuk sering bergerak jauh sebelum koreksi signifikan.

Namun, agresivitas ini juga berarti risiko lebih besar. Trader sebaiknya menyiapkan:

  • stop loss disiplin,

  • ukuran lot yang sesuai,

  • dan kesabaran menunggu konfirmasi breakout.

Jika tren benar-benar terbentuk, GBPUSD sering memberi peluang yang sangat menarik.


3. USDJPY — Pair Tren Favorit

USDJPY dikenal sebagai pair yang sering membentuk tren panjang — baik bullish maupun bearish. Hal ini berkaitan dengan karakter kebijakan moneter Jepang yang cenderung akomodatif dan peran yen sebagai mata uang safe haven.

Trader biasanya memperhatikan dua hal:

  1. Perbedaan suku bunga antara AS dan Jepang.

  2. Pergerakan pasar obligasi dan indeks saham global.

Ketika pasar global risk-on, yen sering melemah, mendorong USDJPY naik. Sebaliknya jika terjadi gejolak, yen menguat.

Di awal 2026, USDJPY berpotensi kembali membentuk tren jika ada perubahan besar pada arah kebijakan bank sentral — baik dari Jepang maupun Amerika. Secara teknikal, pair ini juga sangat responsif terhadap:

  • trendline jangka panjang,

  • level psikologis (misalnya 150, 155, 160),

  • serta pola continuation seperti flag dan pennant.


4. XAUUSD (Emas vs Dolar) — Safe Haven yang Tidak Pernah Mati

Meskipun sering dianggap komoditas, XAUUSD tetap diperdagangkan dalam bentuk pair.

Di tengah ketidakpastian global, emas hampir selalu menjadi tujuan lindung nilai. Ketika kekhawatiran meningkat, emas cenderung menguat dalam tren panjang.

Faktor pendorong tren emas:

  • pelemahan dolar,

  • penurunan suku bunga,

  • kekhawatiran geopolitik,

  • serta perlindungan terhadap inflasi.

Trader yang mengincar tren panjang XAUUSD biasanya menggunakan:

  • kombinasi Moving Average jangka panjang (MA50/MA200),

  • area support-resistance historis,

  • dan konfirmasi candlestick.

Emas memang volatil, namun tren panjangnya sering sangat rapi — selama trader sabar menunggu momentum.


5. AUDUSD & NZDUSD — Komoditas sebagai Penggerak

Dua pair ini termasuk “commodity currencies” karena sangat dipengaruhi harga komoditas seperti:

  • emas,

  • susu dan produk agrikultur,

  • bijih besi,

  • serta permintaan dari China.

Ketika ekonomi global pulih, permintaan komoditas meningkat, sehingga AUDUSD dan NZDUSD sering ikut menguat.

Untuk menemukan tren panjang pada pair ini, trader perlu memperhatikan:

  • data ekonomi China,

  • harga komoditas global,

  • dan arah kebijakan bank sentral Australia & Selandia Baru.

Secara teknikal, kedua pair ini cenderung membentuk tren smooth dan relatif mudah dibaca dibanding pair agresif seperti GBPUSD.


6. Cross Pair: EURJPY & GBPJPY

Selain pair mayor, cross pair seperti EURJPY dan GBPJPY sering membentuk tren panjang yang tajam.

Keduanya dipengaruhi oleh:

  • perbedaan suku bunga,

  • risk sentiment global,

  • dan kekuatan mata uang yen.

Trader menyukai pair ini karena:

  • gerakannya panjang saat tren,

  • peluang profit besar,

  • namun tetap memerlukan manajemen risiko ketat.

Cross pair sangat cocok bagi trader berpengalaman yang nyaman dengan volatilitas tinggi.


Strategi Menghadapi Tren Panjang

Mengetahui pair potensial saja tidak cukup. Trader juga perlu membekali diri dengan strategi yang tepat:

  1. Tunggu konfirmasi, jangan masuk hanya karena feeling.

  2. Gunakan multi-timeframe analysis.

  3. Selalu siapkan stop loss.

  4. Jangan terburu-buru mengambil profit — biarkan tren berkembang.

  5. Disiplin jurnal trading.

Dengan pendekatan yang sistematis, tren panjang bisa menjadi mesin profit yang konsisten — bukan jebakan.


Di titik ini, jika kamu merasa ingin lebih memahami bagaimana membaca tren, memilih pair yang tepat, hingga menyusun rencana trading yang realistis, belajar bersama mentor adalah langkah terbaik. Dengan bimbingan yang sistematis, kamu bisa memahami pasar bukan hanya dari teori, tetapi dari praktik yang sudah teruji di lapangan.

Jika kamu ingin memperdalam analisis teknikal, fundamental, serta mempelajari strategi trading yang aman dan terstruktur, kamu bisa mengikuti program edukasi trading gratis di Didimax. Kunjungi situs resminya di www.didimax.co.id dan bergabung bersama komunitas trader yang siap belajar dan berkembang bersama.