
Pair Currency yang Paling Berpeluang di Awal Tahun 2026
Memasuki awal tahun 2026, banyak trader mulai kembali menyusun strategi setelah menutup buku perdagangan tahun sebelumnya. Awal tahun sering kali menjadi momen penting, karena pasar biasanya bergerak mengikuti hasil evaluasi kebijakan moneter, laporan ekonomi tahunan, serta ekspektasi baru dari para pelaku pasar global. Dalam konteks trading forex, memilih pair currency yang tepat bukan sekadar soal popularitas, tetapi juga soal memahami fundamental, volatilitas, tren, dan peluang yang realistis.
Memilih pair yang “berpeluang” berarti kita tidak hanya mencari potensi profit, tetapi juga memperhitungkan risiko, likuiditas, dan kejelasan arah pergerakan harga. Beberapa pair cenderung memberikan sinyal lebih “bersih”, sementara yang lain penuh noise sehingga membutuhkan ketelitian ekstra.
Pada artikel ini, kita akan membahas gambaran peluang beberapa pair utama dan cross pair yang patut diperhatikan di awal tahun 2026 — lengkap dengan alasan, sudut pandang fundamental, teknikal secara umum, serta tips pengelolaan risikonya.
1. EURUSD — Raja Likuiditas yang Tetap Menarik
EURUSD adalah pair paling banyak diperdagangkan di dunia. Di awal tahun, EURUSD biasanya menjadi barometer pertama untuk membaca sentimen global: apakah pasar condong ke dolar AS atau justru ke euro.
Beberapa alasan kenapa EURUSD tetap menarik:
-
Likuiditas tinggi, spread cenderung lebih kecil
-
Pergerakan lebih “terbaca” dibanding pair eksotik
-
Banyak rilis data penting: suku bunga, inflasi, dan kebijakan moneter
Biasanya, awal tahun sering diwarnai spekulasi tentang kebijakan Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa. Ketika salah satu bank sentral mengisyaratkan pengetatan atau pelonggaran kebijakan, EURUSD bisa membentuk tren yang cukup kuat.
Bagi trader:
-
Cocok untuk swing trader maupun intraday
-
Lebih mudah dianalisis dengan kombinasi trendline, MA, dan support–resistance
-
Tetap gunakan stop loss karena news bisa memicu lonjakan volatilitas
2. GBPUSD — Peluang Besar, Tapi Risiko Juga Tinggi
GBPUSD sering dijuluki “The Cable”. Pair ini terkenal agresif, bergerak lebih liar dibanding EURUSD.
Mengapa GBPUSD menarik di awal tahun?
-
Inggris sering merilis data ekonomi besar secara berdekatan
-
Respons pasar terhadap kebijakan suku bunga biasanya sangat kuat
-
Potensi range harian lebih lebar → peluang profit juga lebih besar
Namun, agresivitas GBPUSD juga berarti:
-
Stop loss lebih mudah tersentuh
-
Perlu manajemen risiko yang lebih ketat
-
Emosi trader diuji karena pergerakan cepat
Jika ingin fokus pada GBPUSD:
3. USDJPY — Sensitif Terhadap Kebijakan Suku Bunga
USDJPY sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga antara Amerika Serikat dan Jepang. Yen dikenal sebagai mata uang “safe haven”. Saat pasar cemas, dana sering mengalir ke yen.
Di awal tahun, biasanya banyak isu seputar:
Inilah yang membuat USDJPY berpotensi membentuk tren besar.
Ciri khas USDJPY:
-
Gerakannya bisa trending kuat
-
Cocok untuk trader yang sabar mengikuti tren panjang
-
Kurang cocok bagi mereka yang suka scalping tanpa perhitungan
Kuncinya adalah disiplin membaca tren dengan indikator sederhana seperti Moving Average dan melihat konfirmasi pada timeframe yang lebih besar.
4. XAUUSD — Emas, Alternatif Saat Ketidakpastian
Walaupun bukan pair “currency murni”, XAUUSD (emas vs dolar AS) tetap menjadi favorit trader forex.
Awal tahun biasanya penuh ketidakpastian:
Saat ketidakpastian meningkat, emas sering menjadi pilihan lindung nilai.
Kelebihan XAUUSD:
-
Potensi pergerakan harian sangat besar
-
Cocok untuk momentum trader
-
Bisa menjadi pelengkap strategi selain pair mata uang
Tapi hati-hati:
-
Volatilitas sangat tinggi
-
Salah posisi bisa cepat habis modal
-
Jangan gunakan lot besar tanpa perhitungan
Bagi trader pemula, sangat disarankan untuk memulai dengan lot kecil dan memperhatikan area support–resistance utama.
5. AUDUSD dan NZDUSD — Mata Uang Komoditas yang Menarik
AUDUSD dan NZDUSD sering disebut sebagai “commodity currencies” karena sangat dipengaruhi ekspor komoditas.
Awal tahun biasanya jadi momentum karena:
-
Banyak laporan ekonomi terkait perdagangan global
-
Harga komoditas seperti batu bara, gandum, dan susu memengaruhi ekonomi mereka
-
Hubungan perdagangan dengan China juga ikut berperan
Kelebihan:
-
Gerakannya lebih halus dibanding GBPUSD
-
Cocok untuk trader pemula
-
Sering membentuk tren yang jelas
Namun, trader perlu memperhatikan berita global, terutama terkait permintaan komoditas dan kebijakan negara mitra dagang utama.
6. Cross Pair: EURJPY dan GBPJPY
Selain pair utama, cross pair seperti EURJPY dan GBPJPY juga patut dilirik.
Kenapa?
Namun, risiko juga meningkat. Trader harus benar-benar memahami karakter keduanya sebelum terjun.
Bagaimana Memilih Pair yang Tepat untuk Awal Tahun?
Daripada mencoba semua pair sekaligus, lebih baik:
-
Pilih 2–3 pair utama terlebih dahulu
-
Pelajari karakter dan pola pergerakannya
-
Gunakan jurnal trading untuk evaluasi
-
Disiplin pada rencana, bukan emosi
Ingat: pair yang “berpeluang” bukan berarti selalu menghasilkan profit. Pasar tetap memiliki risiko, dan tugas trader adalah mengelola risiko tersebut sebaik mungkin.
Trading di awal tahun sering memberi gambaran besar tentang arah pasar selanjutnya. Dengan memilih pair yang tepat, disiplin pada strategi, serta memahami fundamental, trader bisa memaksimalkan peluang sekaligus meminimalkan kesalahan.
Jika kamu ingin belajar lebih dalam tentang cara memilih pair, membaca tren, memahami fundamental, hingga latihan praktik langsung bersama mentor, kamu bisa mengikuti program edukasi trading yang sudah disiapkan secara sistematis, terarah, dan mudah dipahami. Program ini cocok untuk pemula maupun trader yang ingin upgrade strategi agar lebih konsisten.
Di dalam program edukasi di [www.didimax.co.id], kamu akan mendapatkan bimbingan, materi lengkap, serta panduan step-by-step agar tidak lagi bingung memilih pair, menempatkan entry, hingga mengatur risiko dengan benar. Daripada trial and error sendirian, belajar dengan mentor berpengalaman bisa membuat perjalanan trading jauh lebih efektif dan terukur.