Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Pair Emerging Market: Peluang atau Risiko Besar di 2026?

Pair Emerging Market: Peluang atau Risiko Besar di 2026?

by Muhammad

Pair Emerging Market: Peluang atau Risiko Besar di 2026?

Dalam dunia trading forex, mayoritas trader kerap berfokus pada pair utama seperti EURUSD, GBPUSD, atau USDJPY. Alasannya sederhana: likuiditas tinggi, spread relatif rendah, dan pergerakan harga cenderung lebih “rapi”. Namun, memasuki 2026, perhatian mulai bergeser ke wilayah yang selama ini dianggap lebih “liar” — yaitu pair emerging market.

Pair emerging market (atau pair dari negara-negara berkembang) seperti USDTRY, USDZAR, USDMXN, USDIDR, dan sejenisnya, menawarkan volatilitas yang sering kali jauh lebih besar dibandingkan pair major. Pergerakan yang agresif ini membuka ruang peluang profit — tetapi juga memunculkan risiko yang tak bisa disepelekan.

Pertanyaannya:
apakah pair emerging market di 2026 lebih layak disebut peluang — atau justru risiko besar?

Mari kita bahas lebih dalam.


Apa Itu Pair Emerging Market?

Secara sederhana, pair emerging market adalah pasangan mata uang yang melibatkan negara berkembang, biasanya dengan ekonomi yang sedang tumbuh namun belum sekuat negara maju. Contohnya:

  • USDTRY (US Dollar vs Turkish Lira)

  • USDZAR (US Dollar vs South African Rand)

  • USDMXN (US Dollar vs Mexican Peso)

  • USDIDR (US Dollar vs Indonesian Rupiah)

  • USDINR (US Dollar vs Indian Rupee)

  • USDBRL (US Dollar vs Brazilian Real)

Ciri umum pair ini antara lain:

  1. Volatilitas tinggi
    Dalam satu hari, pergerakan harga bisa lebih lebar dibanding pair major.

  2. Spread lebih besar
    Broker biasanya memasang spread yang tidak serendah EURUSD atau GBPUSD.

  3. Sensitif terhadap berita politik dan kebijakan lokal
    Satu pengumuman pemerintah bisa membuat harga “melonjak” puluhan hingga ratusan pips.

  4. Dipengaruhi oleh dolar AS secara dominan
    Mayoritas pair emerging market “berhadapan” dengan USD, sehingga kebijakan The Fed sering sangat menentukan.

Memahami karakter ini penting. Tanpa pemahaman, trader bisa masuk karena tergiur volatilitas, tetapi keluar dengan kerugian besar.


Mengapa Emerging Market Menarik di 2026?

Masuk ke 2026, beberapa faktor global kemungkinan membuat pair emerging market semakin dilirik trader.

1. Fluktuasi suku bunga global

Ketika suku bunga negara maju berubah — terutama Amerika Serikat — arus modal global biasanya bergerak:

  • Jika suku bunga AS naik → dana cenderung keluar dari negara berkembang.

  • Jika suku bunga turun → dana bisa mengalir masuk ke emerging market.

Arus keluar dan masuk modal tersebut menciptakan volatilitas kuat pada mata uang negara berkembang.

Bagi trader, ini berarti:

semakin besar ketidakpastian, semakin besar pula potensi pergerakan harga.

Namun tentu saja, potensi besar selalu berdampingan dengan risiko besar.

2. Ketergantungan pada komoditas

Banyak negara berkembang mengandalkan komoditas:

  • minyak,

  • gas,

  • batubara,

  • emas,

  • hasil pertanian.

Ketika harga komoditas naik, mata uang mereka cenderung menguat. Sebaliknya, saat komoditas jatuh, mata uang melemah.

Trader yang mampu membaca hubungan ini memiliki peluang untuk masuk lebih terstruktur — bukan sekadar menebak.

3. Dinamika politik domestik

Pemilu, pergantian kebijakan, ketidakstabilan politik, hingga demonstrasi besar — semuanya sangat berpengaruh pada mata uang emerging market.

Berbeda dengan negara maju yang relatif stabil, perubahan di negara berkembang sering memicu:

  • gap besar,

  • spike harga,

  • dan tren tajam dalam waktu singkat.

Bagi trader agresif, kondisi seperti ini sering dianggap “ladang emas”.


Peluang Besar: Di Mana Trader Bisa Mendapat Manfaat?

Jika dikelola dengan strategi tepat, pair emerging market punya sejumlah keunggulan.

1. Tren panjang yang jelas

Sering kali, mata uang negara berkembang bergerak dalam tren jangka panjang — sering melemah terhadap dolar.

Trader swing atau position dapat memanfaatkan:

  • entry bertahap,

  • fokus mengikuti tren besar,

  • tidak terlalu sering scalping.

2. Potensi profit lebih besar per pergerakan

Karena range harian lebih tinggi, risiko dan reward bisa diatur dengan lebih fleksibel.

Misalnya:

  • risiko 80–120 pips,

  • target bisa 200–400 pips.

Namun catatan penting: manajemen risiko tetap menjadi prioritas utama.

3. Cocok untuk strategi news trading

Trader yang terbiasa membaca kalender ekonomi dapat memanfaatkan:

  • rilis data inflasi,

  • kebijakan bank sentral,

  • keputusan fiskal,

untuk menangkap momentum kuat.


Risiko Besar: Mengapa Banyak Trader Juga Rugi?

Di sisi lain, tidak sedikit trader yang akhirnya “kapok” setelah mencoba pair emerging market.

1. Spread dan biaya lebih tinggi

Spread lebar berarti:

  • profit lebih lama tercapai,

  • stop loss bisa lebih cepat tersentuh.

Trader yang terbiasa dengan EURUSD kadang terkejut ketika melihat spread 20–40 poin pada pair tertentu.

2. Lonjakan harga tak terduga

Satu rumor politik saja bisa membuat:

  • candle besar,

  • stop loss tersapu,

  • bahkan akun berisiko over-exposure.

Ini bukan sekadar volatilitas — melainkan ketidakpastian.

3. Likuiditas tidak selalu stabil

Pada jam-jam tertentu, likuiditas pair emerging market bisa menurun, sehingga:

  • terjadi slippage,

  • eksekusi tidak sesuai harga,

  • psikologis trader mudah terganggu.


Strategi Menghadapi Pair Emerging Market di 2026

Jika ingin masuk, jangan sekadar berharap “profit besar”. Ada beberapa prinsip dasar:

✔ Gunakan ukuran lot kecil

Karena volatilitas tinggi, lot kecil membantu menjaga akun tetap aman.

✔ Perbesar jarak stop loss — tapi tetap rasional

Stop loss terlalu sempit hampir pasti tersentuh.

✔ Fokus pada tren besar

Jangan melawan arus — terutama ketika mata uang tertentu sedang dalam fase melemah panjang.

✔ Gunakan analisis fundamental + teknikal

Gabungkan:

  • tren suku bunga,

  • data ekonomi,

  • support–resistance,

  • moving average,

  • dan price action.

✔ Jangan serakah

Pair emerging market bisa memberikan keuntungan besar, tetapi juga bisa menghapus modal dalam hitungan hari jika tidak disiplin.


Jadi… Peluang atau Risiko?

Jawabannya:

Pair emerging market di 2026 bisa menjadi peluang besar — bagi trader yang disiplin, paham risiko, dan memiliki strategi.

Tetapi bisa menjadi risiko besar — bagi trader yang hanya mengejar profit cepat tanpa perencanaan.

Kuncinya ada pada edukasi, pengalaman, serta kemampuan membaca kondisi pasar global.


Trading pair emerging market tanpa pemahaman mendalam ibarat mengendarai mobil sport di jalan licin: cepat memang, tetapi bahaya jika tidak tahu cara mengendalikannya. Karena itu, sebelum terjun lebih jauh, pastikan Anda mendapatkan pembekalan yang benar, bimbingan yang jelas, serta praktik terarah.

Jika Anda ingin belajar lebih terstruktur — memahami analisis teknikal, fundamental, psikologi trading, serta cara memilih pair yang sesuai dengan profil risiko — Anda bisa mengikuti program edukasi trading yang disediakan oleh www.didimax.co.id. Program ini dirancang untuk membantu trader pemula hingga berpengalaman agar lebih siap menghadapi dinamika pasar, termasuk pair emerging market.

Di sana, Anda bisa mendapatkan materi, bimbingan, dan sesi edukasi yang membahas strategi, manajemen risiko, hingga simulasi real market. Dengan belajar bersama mentor berpengalaman, langkah Anda dalam dunia trading bisa menjadi lebih terarah dan minim trial-and-error.