Pair untuk Scalping vs Swing: Rekomendasi di Awal 2026

Di dunia trading forex, setiap trader punya “gaya bertarung” masing-masing. Ada yang suka cepat — masuk dan keluar dalam hitungan menit — dan ada juga yang lebih nyaman menunggu peluang besar selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Dua pendekatan populer itu dikenal sebagai scalping dan swing trading.
Keduanya sama-sama bisa menghasilkan profit — tetapi hanya jika dipadukan dengan pair yang tepat.
Memasuki awal 2026, volatilitas pasar, arah kebijakan bank sentral, hingga dinamika ekonomi global semakin menarik. Bukan hanya soal “strategi apa yang digunakan”, tetapi pasangan mata uang mana yang paling cocok untuk tiap strategi.
Artikel ini akan membahas:
-
perbedaan mendasar scalping vs swing
-
kriteria memilih pair terbaik untuk masing-masing
-
rekomendasi pair potensial di awal 2026
-
tips praktis agar lebih konsisten
Mari kita bahas pelan-pelan.
Scalping vs Swing — Mana yang Cocok Buat Kamu?
1. Scalping
Scalping adalah strategi yang menargetkan profit kecil tetapi sering, biasanya:
Ciri scalper yang sukses:
Karena bermain di timeframe kecil, scalper membutuhkan:
✔ spread rendah
✔ likuiditas tinggi
✔ pergerakan stabil
✔ eksekusi cepat
Kesalahan kecil saja bisa langsung menggerus akun.
2. Swing Trading
Swing trading menargetkan pergerakan yang lebih besar:
Swing trader biasanya:
Swing trader tidak butuh frekuensi entry tinggi, namun butuh:
✔ pair yang membentuk tren jelas
✔ konsistensi arah
✔ volatilitas sehat (tidak “flat”)
Kriteria Pair yang Cocok untuk Scalping
Untuk scalping, bukan semua pair ramah pemula. Idealnya pilih:
1️⃣ Spread sangat rendah
2️⃣ Liquid — market aktif hampir 24 jam
3️⃣ Gerak rapi, tidak terlalu liar
Mari lihat beberapa kandidat.
EURUSD — Raja untuk Scalping
Kenapa populer?
EURUSD juga sangat dipengaruhi news makro seperti FOMC, ECB, inflasi, dan data tenaga kerja. Untuk scalper, hindari entry saat news besar rilis — karena spread bisa melebar.
GBPUSD — Menarik tapi Butuh Kontrol Emosi
GBPUSD:
✔ pergerakan lebih agresif
✔ cepat mencapai target
Namun:
✘ butuh money management lebih ketat
✘ stop loss sering tersentuh jika terlalu sempit
Cocok untuk scalper yang sudah punya pengalaman.
USDJPY — Responsif terhadap Kebijakan Bank Sentral
USDJPY sering bergerak kuat karena:
Pergerakannya cukup rapi, cocok untuk:
✔ breakout strategy
✔ pullback scalping
Namun saat intervensi bank sentral, pergerakan bisa sangat liar — wajib hati-hati.
Kriteria Pair yang Cocok untuk Swing Trading
Swing trader lebih fokus pada:
✔ tren panjang
✔ fundamental kuat
✔ pola harga besar
Berikut kandidat menarik awal 2026.
EURJPY — Tren Jangka Menengah yang Sering Kuat
EURJPY sering membentuk:
-
uptrend panjang
-
retracement terukur
Dipengaruhi oleh:
Untuk swing:
✔ cocok gunakan timeframe H4 – Daily
✔ kombinasi support-resistance + Fibo efektif
GBPJPY — Volatil tapi Menguntungkan
Dikenal sebagai “the beast” — karena volatilitasnya tinggi.
Keunggulan:
✔ potensi profit besar
✔ tren kuat saat momentum terbentuk
Risiko:
✘ butuh stop loss lebih lebar
✘ tidak cocok untuk akun sangat kecil
Swing trader sebaiknya:
AUDUSD — Dipengaruhi Komoditas dan Sentimen Global
AUDUSD sensitif terhadap:
-
harga emas & komoditas
-
ekonomi China
-
kebijakan RBA
Pergerakannya lebih “halus”, cocok untuk:
✔ trader yang tidak suka volatil berlebihan
✔ strategi trend-following jangka menengah
Kesalahan Umum Saat Memilih Pair
Banyak trader gagal bukan karena salah strategi — tapi karena:
❌ memilih pair terlalu liar untuk modal kecil
❌ trading semua pair sekaligus
❌ tidak memahami karakter pair
❌ entry saat news besar tanpa rencana
❌ meniru rekomendasi orang lain tanpa analisis
Ingat:
Strategi bagus + pair salah = tetap kalah.
Strategi sederhana + pair tepat = bisa konsisten.
Tips Praktis untuk Awal 2026
Beberapa panduan sederhana:
🔹 Untuk Scalper
Pair rekomendasi utama:
⭐ EURUSD
⭐ USDJPY
🔹 Untuk Swing Trader
-
analisis tren di Daily dulu
-
entry di H4 / H1 saat pullback
-
perhatikan news makro besar
-
gunakan jurnal trading
Pair rekomendasi utama:
⭐ EURJPY
⭐ GBPJPY
⭐ AUDUSD
Jadi, Mana yang Sebaiknya Kamu Pilih?
Jika kamu:
👉 tidak sabaran, suka hasil cepat → Scalping
👉 suka analisis, tahan menunggu → Swing Trading
Tidak ada yang paling benar — yang ada:
✔ mana yang cocok dengan psikologi
✔ mana yang sesuai modal
✔ mana yang bisa kamu jalani konsisten
Yang penting, jangan asal ikut-ikutan.
Di tahap ini, yang paling dibutuhkan trader bukan cuma signal — tapi pemahaman menyeluruh tentang pair, strategi, risiko, dan psikologi trading.
Kalau kamu ingin belajar lebih terstruktur, mendalam, dan dibimbing langsung oleh mentor berpengalaman, kamu bisa mengikuti program edukasi trading gratis yang disediakan oleh Didimax. Materinya mulai dari dasar sampai advanced — termasuk cara memilih pair sesuai gaya trading, manajemen risiko, dan teknik entry yang lebih terukur.
Gabung sekarang melalui website resmi www.didimax.co.id, dan manfaatkan kesempatan belajar langsung bersama komunitas trader aktif dari seluruh Indonesia. Dengan bekal edukasi yang tepat, keputusan tradingmu akan lebih matang, dan peluang profit menjadi jauh lebih terkontrol.