Panduan Lengkap Membuat Trading Plan Forex Saat Bank Holiday
Bagi banyak trader, hari libur bank (bank holiday) sering dianggap sebagai momen yang membosankan karena volume transaksi berkurang dan pergerakan harga cenderung lambat. Namun di balik kondisi pasar yang sepi, justru ada peluang besar untuk belajar disiplin, mengatur strategi, dan melatih pengelolaan risiko secara matang. Salah satu kunci utama agar tetap konsisten dan aman saat trading di kondisi seperti ini adalah memiliki trading plan yang jelas.
Trading plan bukan sekadar catatan kapan masuk dan keluar market. Lebih dari itu, trading plan adalah peta jalan yang memandu Anda mulai dari persiapan mental, analisis market, pengaturan risiko, hingga evaluasi setelah transaksi selesai. Tanpa trading plan, trading mudah berubah menjadi spekulasi. Dengan trading plan, keputusan akan lebih terukur, objektif, dan terhindar dari godaan emosi.
Dalam panduan lengkap ini, kita akan membahas langkah demi langkah cara menyusun trading plan forex khusus untuk kondisi bank holiday, lengkap dengan tips praktis yang dapat langsung kamu terapkan.
Mengapa Bank Holiday Berpengaruh pada Forex?
Pada dasarnya, pasar forex buka 24 jam, lima hari seminggu. Namun, bank—terutama bank besar dunia—memiliki peran penting sebagai penyedia likuiditas utama. Ketika bank besar tutup, dampaknya:
-
Likuiditas turun
Order di pasar menjadi lebih sedikit. Spread bisa melebar, terutama pada pair minor dan exotic.
-
Volatilitas menurun atau justru tak menentu
Di beberapa pair, harga bergerak lambat. Namun sesekali bisa muncul spike mendadak karena sedikit order dapat mendorong harga jauh.
-
Pergerakan teknikal kurang “bersih”
Breakout palsu (false breakout) lebih sering muncul.
Karena itulah, pendekatan trading saat kondisi normal tidak bisa serta-merta digunakan saat bank holiday. Diperlukan rencana khusus agar aman dan tetap produktif.
Fondasi Trading Plan: Tentukan Tujuan dengan Jelas
Sebelum bicara indikator dan entry, tanyakan dulu:
-
Apa tujuan trading saat bank holiday?
-
Apakah ingin profit besar?
-
Atau sekadar menjaga konsistensi latihan?
Untuk kondisi bank holiday, sebaiknya fokus pada:
✔ Melatih disiplin
✔ Mengurangi risiko
✔ Mencatat data dan evaluasi strategi
Jangan memaksakan target tinggi. Lebih baik menurunkan ekspektasi agar tetap rasional dan terhindar dari overtrading.
Contoh tujuan realistis:
-
Hanya trading maksimal 1–2 posisi.
-
Target profit kecil namun konsisten.
-
Fokus pada pair yang tetap likuid, seperti EURUSD, GBPUSD, atau USDJPY.
Pilih Pair yang Tepat
Tidak semua pair cocok diperdagangkan saat bank holiday.
1️⃣ Pilih pair dengan likuiditas besar
Biasanya:
-
EURUSD
-
GBPUSD
-
USDJPY
-
AUDUSD
Pair ini tetap memiliki aktivitas meski bank besar libur.
2️⃣ Hindari pair exotic
Seperti:
Spread sering melebar ekstrem.
3️⃣ Perhatikan negara yang sedang libur
Jika bank di Amerika libur, pair berbasis USD mungkin bergerak lambat.
Jika bank Jepang libur, volatilitas di sesi Asia bisa berkurang drastis.
Memahami hal ini akan membantumu lebih realistis dalam menentukan setup.
Tentukan Kondisi Market: Trending atau Sideways?
Saat bank holiday, market lebih sering sideways. Karena itu, sebelum entry, pastikan kamu menentukan kondisi market dengan jelas.
Jika market trending
Gunakan pendekatan:
Entry mengikuti arah mayor, bukan melawan.
Jika market sideways
Strategi yang lebih cocok:
Namun tetap ingat: jangan terlalu agresif. Kondisi sideways pada bank holiday seringkali “tipis” dan mudah berubah.
Rancang Aturan Entry yang Spesifik
Trading plan harus detail, bukan sekadar:
“Masuk kalau harga turun.”
Ubah menjadi lebih objektif:
-
Entry BUY jika harga retest support + muncul candlestick rejection.
-
Entry SELL jika harga menyentuh resistance + RSI overbought.
-
Hindari entry jika candlestick terlalu kecil atau spread melebar.
Semakin spesifik, semakin kecil peluang kamu trading berdasarkan emosi.
Tetapkan Risk Management Sejak Awal
Ini bagian terpenting — terutama saat bank holiday.
1️⃣ Batasi risiko per posisi
Umumnya, gunakan:
✔ Maksimal 1–2% dari total akun.
Jika akun $1.000
Risiko per posisi maksimal $10–$20.
2️⃣ Gunakan lot kecil
Karena volatilitas tak menentu, gunakan lot di bawah biasanya.
3️⃣ Wajib gunakan Stop Loss
Stop loss sebaiknya ditempatkan:
-
Di bawah support (untuk buy)
-
Di atas resistance (untuk sell)
-
Bukan berdasarkan perasaan
Jangan memindahkan stop loss lebih jauh hanya karena tidak rela rugi.
Tentukan Target Profit Secara Realistis
Di hari normal, target 30–50 pips mungkin wajar.
Saat bank holiday, realistisnya:
✔ 10–20 pips
✔ atau gunakan rasio Risk:Reward minimal 1:1
Tujuannya bukan mengejar besar,
melainkan menjaga kualitas keputusan.
Buat Jadwal Trading dan Batasi Waktu
Bank holiday rawan membuat trader bosan — dan akhirnya:
❌ membuka chart terus-menerus
❌ mencari peluang yang sebenarnya tidak ada
❌ overtrading
Dalam trading plan, tuliskan:
Misalnya:
Analisis pukul 10.00–11.00
Entry maksimal 2 kali
Stop trading jika sudah profit sesuai target
Dengan begitu, kamu tetap disiplin.
Catat Semua Transaksi (Trading Journal)
Trading journal sangat penting, terutama saat market tidak ideal.
Catat:
-
Pair yang ditradingkan
-
Alasan entry
-
Timeframe
-
Risk & reward
-
Hasil akhirnya
-
Pelajaran yang didapat
Data ini akan membantu kamu memahami:
✔ strategi mana yang efektif saat bank holiday
✔ kesalahan apa yang sering terulang
✔ kapan sebaiknya tidak trading sama sekali
Trader profesional tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada proses.
Kapan Sebaiknya Tidak Trading?
Trading plan yang baik juga mencakup keputusan untuk tidak trading.
Hindari trading saat:
-
Spread tiba-tiba melebar
-
Tidak ada setup yang jelas
-
Kondisi market terlalu datar
-
Emosi sedang tidak stabil
-
Tidak punya cukup waktu memantau posisi
Ingat:
Tidak entry adalah keputusan trading yang sah — dan seringkali paling bijak.
Ringkasan: Struktur Trading Plan Saat Bank Holiday
Berikut template sederhana:
1️⃣ Tujuan trading
2️⃣ Pair pilihan
3️⃣ Kondisi market
4️⃣ Aturan entry
5️⃣ Risk management
6️⃣ Target profit
7️⃣ Jadwal trading
8️⃣ Evaluasi & jurnal
Isi template ini sebelum membuka posisi. Dengan latihan rutin, trading akan terasa lebih sistematis dan tidak mudah terbawa emosi.
Di tengah kondisi market yang sepi saat bank holiday, justru inilah momen terbaik untuk memperkuat dasar tradingmu. Bukan mengejar profit besar, tetapi membangun kebiasaan disiplin, konsisten, dan terukur.
Kalau kamu ingin belajar lebih dalam — mulai dari dasar hingga strategi lanjutan — kamu bisa bergabung dalam program edukasi trading yang disediakan oleh Didimax. Materi disusun untuk membantu trader pemula maupun berpengalaman agar memahami pasar dengan lebih logis dan aman.
Di sana, kamu akan mendapatkan bimbingan, diskusi, dan latihan langsung sehingga lebih siap menghadapi berbagai kondisi market — termasuk saat bank holiday. Silakan kunjungi: www.didimax.co.id dan pelajari program edukasinya. Semakin cepat belajar dengan benar, semakin besar peluangmu bertahan dan berkembang di dunia trading.