
Panduan Memilih Lot Berdasarkan Persentase Risiko
Salah satu perbedaan paling mendasar antara trader pemula dan trader profesional adalah cara mereka memilih ukuran lot. Trader pemula biasanya memilih lot berdasarkan “feeling”, dorongan ingin cepat profit, atau meniru lot dari orang lain tanpa menyesuaikan modal sendiri. Sedangkan trader profesional menentukan lot berdasarkan satu prinsip utama: persentase risiko.
Mengatur lot berdasarkan persentase risiko membuat trading menjadi terukur, terkontrol, dan tidak membahayakan akun. Dengan metode ini, trader dapat memastikan bahwa setiap posisi memiliki risiko yang konsisten, tidak peduli volatilitas pasar atau panjangnya stop loss. Inilah fondasi money management yang kokoh.
Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana menghitung lot berdasarkan persentase risiko, cara menerapkannya menggunakan modal $10.000, serta bagaimana memastikan akun tetap aman meski mengalami losing streak.
1. Mengapa Persentase Risiko Itu Penting?
Setiap transaksi dalam trading mengandung risiko. Trader profesional tidak fokus pada berapa besar profit yang ingin dicapai, tetapi pada berapa besar risiko yang siap mereka tanggung. Dengan menentukan risiko dalam bentuk persentase dari modal, Anda bisa menjaga agar kerugian tidak membesar dan modal tetap aman dalam jangka panjang.
Keuntungan menggunakan persentase risiko:
✔ risikonya konsisten
✔ mudah dihitung
✔ modal tidak cepat habis
✔ losing streak mudah ditangani
✔ pertumbuhan akun lebih stabil
Jika seseorang memiliki modal $10.000 dan mengambil risiko 1% per trade, maka:
-
Risiko 1% = $100
-
Risiko 2% = $200
Dengan angka ini, Anda sudah punya dasar untuk menghitung lot secara proporsional.
2. Rumus Dasar Menghitung Lot Berdasarkan Risiko
Untuk menghitung lot, Anda perlu menentukan:
-
Risiko (% dari modal)
-
Nominal risiko (misalnya $100)
-
Stop loss (pips)
-
Nilai pip (tergantung pair)
Rumus sederhananya:
Lot = Risiko ÷ (SL × nilai pip per 0.10 lot)
Untuk pair mayor seperti EURUSD:
0.10 lot = $1 per pip
Untuk gold (XAUUSD):
0.10 lot = $1 per 1 poin (bukan pip)
Rumusnya sama, hanya nilai pip yang berbeda.
3. Contoh Penghitungan Lot untuk Modal $10.000
Mari gunakan risiko 1% = $100.
Contoh 1: Pair EURUSD, SL 30 Pips
Lot = 100 ÷ (30 × 1)
Lot = 0.33
Artinya, dengan SL 30 pips dan risiko $100, lot yang ideal adalah 0.33.
Contoh 2: Pair EURUSD, SL 50 Pips
Lot = 100 ÷ (50 × 1)
Lot = 0.20
SL besar → lot harus kecil.
Persentase risiko tetap sama.
Contoh 3: Gold (XAUUSD), SL 100 Poin
Lot = 100 ÷ (100 × 1)
Lot = 0.10
Karena gold volatil, SL sering lebih besar, sehingga lot ikut menyesuaikan.
Contoh 4: Gold (XAUUSD), SL 40 Poin
Lot = 100 ÷ (40 × 1)
Lot = 0.25
SL kecil → lot naik.
Risiko tetap $100.
Dari contoh ini terlihat jelas bahwa SL menentukan lot, bukan sebaliknya.
4. Menentukan Persentase Risiko yang Aman
Bagaimana memilih persentase risiko yang ideal?
Trader profesional biasanya berada dalam kisaran:
Dengan modal $10.000:
| Risiko |
Nominal |
Cocok Untuk |
| 1% |
$100 |
konservatif, pemula |
| 2% |
$200 |
intraday, pengalaman menengah |
| 3% |
$300 |
agresif, scalper profesional |
Jika tujuan Anda adalah bertahan lama di market, maka risiko 1% adalah yang paling direkomendasikan.
5. Keuntungan Menggunakan Risiko Tetap (Fixed Percentage)
Menggunakan persentase risiko membuat akun berkembang lebih rapi. Anda akan memiliki:
✔ Kerugian terkontrol
Anda tidak akan tiba-tiba rugi besar karena lot terlalu besar.
✔ Perhitungan konsisten
SL 20 pips atau 100 pips tetap aman.
✔ Psikologis stabil
Anda tidak panik saat floating karena Anda sudah tahu batas kerugian.
✔ Akun tidak cepat “habis napas”
Losing streak 5–10 kali tidak membuat modal ambruk.
6. Contoh Rencana Trading dengan Risiko 1%
Misalkan Anda trading dengan modal $10.000 dan risiko 1%.
Hari 1 → -$100
Hari 2 → -$100
Hari 3 → profit $200
Hari 4 → -$100
Hari 5 → profit $300
Total akhir: +$200
Anda masih untung meski kalah beberapa kali.
Tanpa kontrol risiko, Anda mungkin sudah rugi ribuan dolar.
7. Cara Menyesuaikan Risiko Saat Floating Sering Merah
Jika Anda mengalami losing streak panjang, jangan menaikkan lot.
Ini kesalahan fatal.
Justru:
-
Tetap gunakan persentase risiko yang sama
-
Kalau perlu turunkan risiko dari 1% → 0.5%
-
Fokus kembali ke analisa, bukan jumlah profit
Dengan begitu, akun Anda tetap aman meski sedang tidak konsisten.
8. Cara Menentukan Risiko Berdasarkan Kualitas Setup
Trader profesional tidak memberikan risiko yang sama untuk semua kondisi.
Semakin jelas peluangnya, semakin besar risiko yang digunakan.
Namun tetap dalam batas aman.
9. Tabel Perbandingan Lot Sesuai SL dan Risiko 1% (Modal $10.000)
| Pair |
SL |
Lot Ideal |
| EURUSD |
20 pips |
0.50 |
| EURUSD |
30 pips |
0.33 |
| EURUSD |
50 pips |
0.20 |
| XAUUSD |
40 poin |
0.25 |
| XAUUSD |
80 poin |
0.12 |
| XAUUSD |
100 poin |
0.10 |
Dari tabel terlihat bahwa SL besar = lot kecil dan SL kecil = lot besar.
Namun risikonya tetap sama, yaitu $100.
10. Kesimpulan: Rahasia Konsistensi adalah Risiko Tetap
Jika Anda ingin trading lebih aman, lebih stabil, dan tidak mudah MC, gunakan metode persentase risiko. Dengan modal $10.000, Anda cukup menentukan risiko 1–2% per trade, lalu hitung lot berdasarkan panjang stop loss. Cara ini membuat akun lebih kuat menghadapi pergerakan pasar serta menjaga psikologi tetap tenang.
Menggunakan persentase risiko bukan hanya teknik, tetapi fondasi untuk membangun perjalanan trading yang panjang dan berkelanjutan.
Jika Anda ingin mempelajari cara menghitung lot, menyusun money management, dan membuat strategi trading yang sesuai dengan modal Anda, Anda bisa mengikuti edukasi trading gratis di www.didimax.co.id. Materinya lengkap, mudah dipahami, dan cocok untuk pemula maupun trader yang ingin meningkatkan kualitas trading mereka.
Melalui bimbingan Didimax, Anda akan belajar langsung bagaimana menggunakan persentase risiko secara benar, menghitung lot secara presisi, dan menjaga akun tetap aman meskipun menghadapi volatilitas tinggi. Mulailah perjalanan trading yang terarah dan profesional bersama Didimax.