Peran BRICS dalam Dedolarisasi Forex – Bagaimana Blok Ekonomi Ini Mempengaruhi Pasar Forex Global
Pendahuluan

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia telah menyaksikan pergeseran besar dalam dinamika ekonomi global. Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah upaya negara-negara berkembang untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan internasional. Salah satu blok ekonomi yang memimpin inisiatif ini adalah BRICS, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. BRICS telah secara aktif mengeksplorasi strategi untuk mendiversifikasi sistem keuangan global dan mengurangi dominasi dolar dalam perdagangan dan investasi.
Dedolarisasi, dalam konteks ini, mengacu pada proses di mana negara-negara mulai mengurangi penggunaan dolar AS dalam transaksi internasional mereka dan beralih ke mata uang lokal atau alternatif lainnya. Dengan berkembangnya kekuatan ekonomi BRICS, pasar forex global mulai mengalami dampak yang signifikan akibat langkah-langkah dedolarisasi yang mereka lakukan. Artikel ini akan membahas bagaimana BRICS mempengaruhi pasar forex global dan dampaknya bagi para trader dan investor.
Upaya Dedolarisasi oleh BRICS
1. Penggunaan Mata Uang Lokal dalam Perdagangan
Salah satu strategi utama BRICS dalam dedolarisasi adalah meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan antar anggota. China dan Rusia, misalnya, telah menandatangani perjanjian bilateral untuk menggunakan yuan dan rubel dalam perdagangan energi dan barang lainnya. Demikian pula, Brasil dan China telah menjalin kerja sama untuk menggunakan real Brasil dan yuan dalam transaksi bilateral mereka.
Keputusan ini mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan memberikan stabilitas ekonomi bagi negara-negara BRICS, terutama dalam menghadapi sanksi ekonomi yang dapat diberlakukan oleh negara-negara Barat. Penggunaan mata uang lokal juga mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar dolar yang dapat berdampak negatif pada perdagangan internasional.
2. Pembentukan Bank Pembangunan Baru (New Development Bank – NDB)
BRICS mendirikan New Development Bank (NDB) pada tahun 2015 sebagai alternatif bagi lembaga keuangan internasional yang berbasis di Barat seperti IMF dan Bank Dunia. Salah satu tujuan utama NDB adalah memberikan pinjaman dalam mata uang lokal kepada negara-negara anggota, mengurangi ketergantungan mereka pada dolar dalam pembiayaan proyek infrastruktur dan pembangunan.
Dengan demikian, NDB tidak hanya memperkuat ekonomi BRICS tetapi juga membuka jalan bagi negara-negara berkembang lainnya untuk mencari alternatif dalam pendanaan internasional yang tidak bergantung pada dolar AS.
3. Penguatan Cadangan Mata Uang Alternatif
Seiring dengan upaya dedolarisasi, BRICS juga mulai membangun cadangan mata uang alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar dalam perdagangan dan investasi. China, misalnya, telah mempercepat upaya internasionalisasi yuan dengan menandatangani perjanjian swap mata uang dengan berbagai negara. Rusia juga telah meningkatkan penggunaan rubel dalam ekspor energi ke negara-negara lain, termasuk China dan India.
Selain itu, ada pembicaraan mengenai penciptaan mata uang digital BRICS yang dapat digunakan dalam transaksi internasional dan perdagangan antar anggota. Jika berhasil, langkah ini dapat semakin mengurangi peran dolar dalam pasar forex global.
Dampak Dedolarisasi BRICS terhadap Pasar Forex
1. Penurunan Permintaan terhadap Dolar AS
Dengan semakin banyaknya transaksi internasional yang dilakukan dalam mata uang non-dolar, permintaan global terhadap dolar AS bisa mengalami penurunan. Hal ini berpotensi menyebabkan depresiasi nilai dolar dalam jangka panjang, yang dapat berdampak pada nilai tukar mata uang lainnya terhadap dolar.
Bagi trader forex, perubahan ini bisa menciptakan volatilitas baru di pasar mata uang, terutama dalam pasangan mata uang yang melibatkan dolar AS seperti EUR/USD, USD/JPY, dan USD/CNY.
2. Penguatan Mata Uang Negara-Negara BRICS
Seiring dengan meningkatnya perdagangan dalam mata uang lokal, mata uang negara-negara BRICS cenderung menguat terhadap dolar. Yuan China (CNY), Rubel Rusia (RUB), dan Rupee India (INR) menjadi lebih banyak digunakan dalam perdagangan internasional, yang meningkatkan nilai dan stabilitasnya di pasar forex.
Trader forex yang cermat dapat memanfaatkan tren ini dengan mengalokasikan portofolio mereka ke pasangan mata uang yang lebih beragam, termasuk CNY, RUB, dan BRL (real Brasil), yang semakin menarik bagi investor global.
3. Peningkatan Volatilitas di Pasar Forex
Dedolarisasi juga dapat menyebabkan peningkatan volatilitas di pasar forex. Dengan perubahan kebijakan moneter dan kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh BRICS, nilai tukar mata uang global bisa mengalami pergeseran besar dalam waktu singkat. Trader perlu waspada terhadap berita dan kebijakan ekonomi terbaru dari negara-negara BRICS untuk mengantisipasi pergerakan harga yang signifikan.
Selain itu, negara-negara yang masih bergantung pada dolar mungkin akan menghadapi tantangan dalam menyesuaikan kebijakan moneter mereka, yang juga dapat memicu fluktuasi di pasar forex.
4. Diversifikasi dan Peluang Baru dalam Trading Forex
Bagi trader forex, dedolarisasi menghadirkan peluang baru untuk diversifikasi portofolio mereka. Pasangan mata uang yang sebelumnya kurang populer, seperti USD/CNY, EUR/RUB, atau BRL/INR, dapat menjadi lebih menarik untuk diperdagangkan seiring dengan meningkatnya volume transaksi dalam mata uang ini.
Selain itu, trader juga perlu mempertimbangkan faktor geopolitik dalam analisis mereka, karena kebijakan yang diterapkan oleh BRICS dapat berdampak langsung pada harga mata uang global.
Kesimpulan
BRICS memainkan peran penting dalam dedolarisasi forex dan membawa perubahan besar pada dinamika pasar keuangan global. Dengan meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan, memperkuat cadangan mata uang alternatif, dan menciptakan mekanisme keuangan independen seperti NDB, BRICS berkontribusi dalam mengurangi dominasi dolar AS.
Bagi trader forex, pergeseran ini menawarkan peluang sekaligus tantangan. Penurunan permintaan terhadap dolar, penguatan mata uang BRICS, serta meningkatnya volatilitas di pasar forex menjadi faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam strategi trading. Dengan memahami tren global ini, trader dapat mengoptimalkan peluang dan meminimalkan risiko dalam perdagangan forex.
Jika Anda ingin mempelajari lebih dalam tentang bagaimana pergerakan ekonomi global mempengaruhi pasar forex dan bagaimana strategi terbaik dalam menghadapinya, bergabunglah dalam program edukasi trading kami di www.didimax.co.id. Kami menyediakan pembelajaran eksklusif tentang analisis fundamental dan teknikal serta strategi trading yang tepat untuk menghadapi pasar yang terus berkembang.
Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar langsung dari para mentor berpengalaman di dunia trading forex. Segera daftar sekarang dan tingkatkan wawasan serta keterampilan trading Anda hanya di Didimax!