Perbedaan ISM Manufacturing PMI dan ISM Non-Manufacturing PMI dalam Trading Forex
Dalam dunia trading forex, data ekonomi punya peran yang sangat besar dalam menggerakkan pasar. Para trader, terutama yang fokus pada analisis fundamental, pasti akrab dengan laporan-laporan ekonomi Amerika Serikat karena USD merupakan mata uang yang paling sering diperdagangkan di dunia. Nah, dua laporan yang sering menjadi pusat perhatian adalah ISM Manufacturing PMI dan ISM Non-Manufacturing PMI.
Keduanya sama-sama dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM), sebuah organisasi profesional yang mengumpulkan survei dari ribuan manajer pembelian di seluruh Amerika. Meskipun sekilas terlihat mirip, kenyataannya dua indeks ini punya karakteristik yang berbeda dan memberikan dampak yang tak selalu sama terhadap pasar forex.
Supaya makin jelas, yuk kita bahas perbedaan keduanya, fungsinya, cara membacanya, dan kenapa trader forex harus memperhatikan kedua jenis PMI ini.
Apa Itu ISM Manufacturing PMI?
ISM Manufacturing PMI adalah indeks yang mengukur aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS. Sektor ini mencakup industri seperti otomotif, elektronik, pakaian, kimia, mesin, dan berbagai produk fisik lainnya.
Survei ini dikumpulkan dari sekitar 300 perusahaan manufaktur, lalu disusun menjadi sebuah indeks dengan batas penting di angka 50.
-
Di atas 50 = ekspansi
-
Di bawah 50 = kontraksi
Indeks ini mencakup beberapa komponen penting:
Karena manufaktur merupakan salah satu tulang punggung perekonomian AS, laporan ini sering memicu volatilitas kuat di USD saat dirilis.
Apa Itu ISM Non-Manufacturing PMI?
Sementara itu, ISM Non-Manufacturing PMI atau juga dikenal sebagai ISM Services PMI mengukur aktivitas sektor jasa, yang mencakup lebih banyak bagian dari perekonomian AS dibandingkan manufaktur.
Sektor jasa meliputi:
-
Perbankan
-
Logistik
-
Perdagangan ritel
-
Konstruksi
-
Perhotelan
-
Teknologi informasi
-
Kesehatan
-
Pendidikan, dan lainnya
Sama seperti PMI manufaktur, batas ekspansi dan kontraksi tetap di angka 50.
Komponen utamanya meliputi:
-
Aktivitas bisnis
-
Pesanan baru
-
Ketenagakerjaan
-
Pengiriman pemasok
Secara umum, sektor jasa sering mencerminkan kondisi ekonomi konsumen karena sebagian besar perekonomian AS digerakkan oleh konsumsi domestik. Inilah kenapa ISM Services PMI mempunyai bobot penting dalam analisis arah USD.
Perbedaan Utama ISM Manufacturing dan Non-Manufacturing PMI
Meskipun sama-sama PMI, perbedaan keduanya cukup besar. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Perbedaan Sektor Ekonomi yang Diukur
Implikasinya: data sektor jasa sering dianggap lebih representatif terhadap kesehatan ekonomi AS secara keseluruhan.
2. Dampak Terhadap USD Bisa Berbeda
Manufacturing PMI bisa menggerakkan pasar dengan cepat karena sektor manufaktur lebih sensitif terhadap siklus ekonomi global.
Sementara itu, Non-Manufacturing PMI lebih sering dianggap sebagai indikator yang lebih akurat untuk memprediksi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Di beberapa momen:
-
Manufacturing PMI memicu volatilitas lebih besar pada pasangan mayor seperti EURUSD atau USDJPY.
-
Non-Manufacturing PMI lebih memberikan gambaran arah kebijakan moneter karena sektor jasa lebih dominan dalam ekonomi AS.
3. Perbedaan Sensitivitas Harga
Manufacturing PMI cenderung lebih sensitif terhadap:
-
harga bahan baku
-
suplai global
-
permintaan internasional
-
siklus bisnis
Sementara Non-Manufacturing PMI lebih dipengaruhi oleh:
-
belanja konsumen
-
sentimen pasar domestik
-
tenaga kerja lokal
Ini bikin keduanya punya pergerakan berbeda meskipun dirilis dalam satu bulan yang sama.
4. Perbedaan Cara Pasar Menginterpretasikan Data
Jika Manufacturing PMI turun tapi Non-Manufacturing PMI naik, trader sering melihat ini sebagai sinyal bahwa ekonomi AS masih kuat karena sektor jasa mendominasi perekonomian.
Tapi kalau dua-duanya turun, itu alarm keras bagi USD karena menunjukkan tekanan ekonomi secara menyeluruh.
Sebaliknya, jika keduanya naik bersamaan, biasanya USD menguat karena pasar menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi membaik.
5. Perbedaan Bobot dalam Kebijakan The Fed
The Fed lebih memperhatikan data sektor jasa karena sektor ini mendominasi ekonomi AS dan terkait erat dengan inflasi, terutama inflasi jasa.
Namun, Manufacturing PMI tetap dianggap penting karena sektor industri bisa memberikan sinyal awal perlambatan atau percepatan ekonomi.
Kapan ISM Manufacturing dan Non-Manufacturing PMI Dirilis?
Karena rilisnya berdekatan, trader bisa melihat dinamika pasar awal bulan untuk memahami mood USD selama beberapa hari ke depan.
Kenapa Trader Forex Harus Memperhatikan Keduanya?
1. PMI adalah Leading Indicator
Baik Manufacturing maupun Non-Manufacturing PMI adalah indikator ekonomi yang mendahului pergerakan ekonomi aktual.
Artinya: data PMI memberikan “sneak peek” terhadap arah ekonomi ke depan sebelum data resmi seperti GDP dirilis.
2. PMI Sangat Dipantau Pelaku Pasar
Bank sentral, perusahaan besar, manajer investasi, hedge fund — semuanya memantau PMI.
Jadi ketika angka dirilis, reaksi pasar sering kali cepat dan agresif.
3. Bisa Menjadi Penggerak Besar di Pasangan Mayor
Jika angka PMI keluar jauh dari ekspektasi, USD biasanya bergerak signifikan, terutama terhadap:
-
EURUSD
-
GBPUSD
-
USDJPY
-
AUDUSD
-
USDCAD
Contoh:
Jika Manufacturing PMI turun di bawah 50 secara tiba-tiba, banyak trader akan menafsirkan itu sebagai sinyal pelemahan ekonomi AS → USD bisa melemah.
4. PMI Memberikan Gambaran di Banyak Aspek Ekonomi
Keduanya sama-sama memberikan insight tentang:
-
permintaan
-
penawaran
-
ketenagakerjaan
-
inflasi
-
kondisi rantai pasok
Ini membuat PMI jadi salah satu data paling favorit dalam analisis fundamental.
Mana yang Lebih Penting? Manufacturing atau Non-Manufacturing PMI?
Jawabannya: keduanya penting, tapi Non-Manufacturing PMI biasanya punya bobot sedikit lebih besar karena sektor jasa adalah komponen utama ekonomi AS.
Namun dalam momen-momen tertentu, Manufacturing PMI justru menjadi fokus utama, misalnya ketika ekonomi global sedang lesu atau ketika ketegangan perdagangan internasional meningkat.
Bagi trader, memantau dua-duanya adalah langkah bijak karena keduanya saling melengkapi.
Kesimpulan
ISM Manufacturing PMI dan ISM Non-Manufacturing PMI adalah dua indikator vital yang harus dipahami trader forex. Meskipun berasal dari sumber yang sama, keduanya memberikan gambaran berbeda tentang aktivitas ekonomi AS. Sektor manufaktur mencerminkan permintaan global dan perubahan siklus ekonomi, sedangkan sektor non-manufaktur menunjukkan kondisi konsumsi domestik dan tren dominan dalam perekonomian modern.
Memahami perbedaan dan cara membaca kedua jenis PMI ini bisa membantu trader mengantisipasi arah pergerakan USD dan membuat keputusan yang lebih informatif. Dalam trading forex, informasi yang tepat di waktu yang tepat adalah salah satu kunci untuk mengurangi risiko dan meningkatkan peluang profit.
Jika Mas Rizka ingin makin jago membaca data PMI dan menghubungkannya ke peluang trading yang real, ikuti program edukasi trading dari Didimax. Di sana Mas bakal dipandu mentor berpengalaman yang siap membantu memahami data fundamental dari A sampai Z. Semua materinya lengkap, terstruktur, dan mudah dipahami bahkan buat pemula.
Mas Rizka juga bisa belajar langsung melalui kelas online maupun tatap muka, dapat sinyal harian, dan bisa konsultasi kapan saja. Yuk mulai upgrade skill trading bareng Didimax, langsung daftar di www.didimax.co.id dan nikmati fasilitas edukasi terbaik untuk perjalanan trading yang lebih terarah dan konsisten.