Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Perbedaan Strategi Moving Target dengan Fixed Target pada Forex

Perbedaan Strategi Moving Target dengan Fixed Target pada Forex

by Rizka

Perbedaan Strategi Moving Target dengan Fixed Target pada Forex

Dalam dunia trading forex, menentukan target profit merupakan salah satu keputusan yang paling penting. Kesalahan penentuan target bisa membuat posisi yang seharusnya profit justru berbalik menjadi rugi, atau malah keluar terlalu cepat sehingga profit tidak maksimal. Dua pendekatan yang paling sering digunakan trader adalah strategi moving target dan fixed target. Kedua strategi ini sama-sama digunakan untuk menentukan kapan trader harus menutup posisi, tetapi memiliki cara kerja yang sangat berbeda, termasuk dari sisi fleksibilitas, manajemen risiko, dan efektivitas dalam berbagai kondisi pasar.

Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting, terutama bagi trader pemula yang masih mencari gaya trading paling nyaman. Dengan memahami karakteristik strategi moving target dan fixed target, trader bisa lebih mudah menyesuaikan diri dengan kondisi pasar dan gaya trading masing-masing. Artikel ini akan membahas secara komprehensif apa saja perbedaan di antara kedua strategi tersebut, bagaimana cara kerjanya, kapan strategi tersebut cocok digunakan, hingga kelebihan dan kekurangannya.


1. Pengertian Fixed Target dalam Trading Forex

Fixed target adalah strategi menentukan target profit dengan angka yang tetap sejak awal membuka posisi. Misalnya, sebelum entry trader sudah menentukan bahwa target profit adalah 30 pips, 50 pips, atau angka tertentu berdasarkan perhitungan sebelumnya. Target ini tidak akan berubah meskipun kondisi pasar berubah.

Pendekatan ini biasa digunakan oleh trader pemula karena lebih mudah dipahami dan diatur. Trader tidak perlu menyesuaikan target setiap saat, cukup menentukan dari awal dan membiarkan market bekerja.

Fixed target juga sering digunakan dalam strategi manual maupun robot trading karena sifatnya yang stabil, terukur, dan memberikan kepastian.


2. Pengertian Moving Target dalam Trading Forex

Berbeda dengan fixed target, moving target adalah strategi menentukan target profit yang bergerak atau berubah mengikuti pergerakan harga. Target profit tidak ditentukan secara statis, melainkan disesuaikan berdasarkan perubahan struktur market, volatilitas, tren, atau indikator tertentu. Dengan kata lain, target profit bersifat dinamis.

Contoh sederhana penerapannya adalah menggunakan trailing stop, moving average sebagai patokan exit, level swing high/low terbaru, hingga zona supply-demand yang baru terbentuk. Dengan pendekatan ini, trader dapat memperbesar atau memperkecil target profit sesuai kondisi pasar yang sedang berlangsung.

Strategi moving target sering digunakan oleh trader profesional karena lebih fleksibel dan memungkinkan mengambil profit lebih besar ketika market sedang trending kuat.


3. Perbedaan Utama Strategi Moving Target dan Fixed Target

Untuk lebih memahami kedua strategi ini, berikut adalah perbedaan utama antara moving target dan fixed target:


1. Fleksibilitas

  • Fixed Target: Tidak fleksibel karena target sudah ditentukan sejak awal dan tidak berubah.

  • Moving Target: Sangat fleksibel dan dapat berubah menyesuaikan kondisi market.

Pada market yang dinamis seperti forex, fleksibilitas sering menjadi nilai lebih, terutama saat tren bergerak kuat.


2. Ketergantungan pada Kondisi Pasar

  • Fixed Target: Cocok untuk kondisi pasar yang stabil atau sideway.

  • Moving Target: Ideal untuk kondisi pasar yang trending atau volatil.

Ketika market mengalami perubahan kecepatan atau momentum, moving target dapat memberikan ruang untuk menyesuaikan strategi exit secara lebih akurat.


3. Potensi Profit

  • Fixed Target: Profit terbatas sesuai target yang sudah ditentukan. Jika pasar bergerak lebih besar, trader tidak dapat memaksimalkan peluang tersebut.

  • Moving Target: Potensi profit lebih besar karena target bisa digeser mengikuti arah tren.

Namun, moving target membutuhkan keahlian dan disiplin lebih tinggi agar tidak terjebak dalam overtrading.


4. Risk Management

  • Fixed Target: Lebih mudah dalam perhitungan risk-reward karena angka TP sudah pasti.

  • Moving Target: Risk-reward ratio bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Pada moving target, trader harus terus mengevaluasi apakah resiko yang diambil masih seimbang dengan potensi profit.


5. Peran Emosi dalam Trading

  • Fixed Target: Membantu mengurangi pengaruh emosi karena keputusan diambil sebelum entry.

  • Moving Target: Berpotensi memicu emosi berlebih karena trader sering menyesuaikan target.

Karena sifatnya yang dinamis, moving target membutuhkan mental yang kuat agar tidak berubah-ubah tanpa alasan logis.


4. Kelebihan dan Kekurangan Fixed Target

Kelebihan:

  • Mudah digunakan.

  • Cocok untuk pemula.

  • Risk-reward ratio jelas sejak awal.

  • Meminimalkan overthinking.

Kekurangan:

  • Potensi profit terbatas.

  • Sering keluar terlalu cepat di market trending.

  • Tidak fleksibel terhadap perubahan market.


5. Kelebihan dan Kekurangan Moving Target

Kelebihan:

  • Potensi profit maksimal.

  • Sangat fleksibel mengikuti kondisi pasar.

  • Cocok untuk analisis teknikal tingkat lanjut.

  • Dapat membantu menangkap tren besar.

Kekurangan:

  • Membutuhkan skill tinggi.

  • Rawan dipengaruhi emosi.

  • Perlu pemahaman lebih dalam terhadap struktur market.

  • Risk-reward ratio bisa berubah-ubah.


6. Kapan Sebaiknya Menggunakan Fixed Target?

Strategi fixed target cocok digunakan ketika:

  • Market sedang konsolidasi atau sideway.

  • Trader menggunakan strategi scalping.

  • Trader masih pemula dan ingin melatih disiplin.

  • Trader menggunakan strategi dengan probabilitas tinggi namun target kecil.

Fixed target sangat efektif untuk strategi "ambil cepat, keluar cepat" karena profit kecil namun konsisten.


7. Kapan Sebaiknya Menggunakan Moving Target?

Strategi moving target lebih cocok digunakan saat:

  • Market sedang trending kuat.

  • Trader menggunakan strategi swing trading.

  • Trader ingin memaksimalkan potensi profit dalam jangka menengah-panjang.

  • Trader mampu membaca struktur pasar dengan baik.

Pada kondisi trending, moving target memberikan peluang profit jauh lebih besar daripada fixed target.


8. Contoh Kasus Perbandingan

Situasi: EURUSD sedang bergerak dalam uptrend kuat.

  • Trader yang menggunakan fixed target mungkin hanya menargetkan 20–30 pips, lalu keluar meski harga masih naik puluhan pips setelahnya.

  • Trader yang menggunakan moving target bisa menggeser target profit berdasarkan struktur trend, misalnya menggunakan trailing stop atau higher low terbaru, sehingga potensi profit bisa mencapai 80–150 pips.

Dari contoh ini terlihat bahwa moving target memungkinkan trader memaksimalkan tren, sementara fixed target lebih aman tetapi sering kehilangan peluang.


9. Strategi Mana yang Lebih Baik?

Tidak ada strategi yang benar-benar lebih baik secara mutlak. Pilihan strategi tergantung pada:

  • Gaya trading yang digunakan

  • Psikologi trader

  • Kondisi pasar

  • Tujuan profit

  • Pengalaman trading

Trader yang sabar dan mengikuti tren biasanya cocok dengan moving target. Sementara itu, trader yang ingin kepastian lebih cenderung memilih fixed target.

Bahkan banyak trader profesional yang menggabungkan keduanya, misalnya menempatkan fixed target awal lalu menyesuaikan sebagian posisi dengan moving target.


10. Kesimpulan

Perbedaan moving target dan fixed target terletak pada fleksibilitas, risk management, potensi profit, serta pengaruh psikologisnya. Fixed target cenderung stabil, mudah, dan cocok untuk pemula. Moving target lebih dinamis, membutuhkan skill tinggi, namun bisa memberikan profit maksimal terutama ketika market tren kuat.

Dengan memahami perbedaan ini, trader bisa lebih bijak dalam menentukan strategi yang sesuai kondisi market dan kenyamanan pribadi.


Jika kamu ingin memahami strategi moving target dan fixed target lebih dalam, bergabunglah dalam program edukasi trading bersama Didimax. Kamu akan mendapatkan panduan langsung dari mentor berpengalaman, lengkap dengan studi kasus, latihan analisis chart, dan teknik praktis yang bisa langsung diterapkan dalam trading harianmu.

Di Didimax, kamu juga berkesempatan mengikuti kelas offline, online, hingga private mentoring yang membantu kamu menjadi trader yang lebih percaya diri dan konsisten. Kunjungi www.didimax.co.id untuk mulai perjalanan tradingmu dengan bimbingan profesional.