Stop Asal Klik! Begini Cara Menentukan Entry dan Exit yang Benar

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan trader pemula adalah asal klik buy atau sell hanya karena melihat harga bergerak cepat. Kadang karena ikut-ikutan teman, kadang karena lihat grup sinyal, atau sekadar karena “feeling” seolah harga bakal naik.
Sayangnya, pasar tidak bekerja berdasarkan feeling.
Pasar bergerak karena struktur, psikologi pelaku pasar, dan reaksi terhadap informasi. Ketika trader masuk tanpa perencanaan yang jelas, hasilnya hampir selalu sama: bingung, panik, dan berakhir rugi.
Di sinilah pentingnya memahami cara menentukan entry dan exit secara benar — bukan hanya asal masuk dan berharap profit.
Artikel ini akan membahas langkah-langkah sederhana, logis, dan bisa langsung dipraktikkan agar trading kamu lebih terarah.
Kenapa Entry & Exit Tidak Boleh Sembarangan?
Bayangkan kamu naik mobil tanpa tahu arah tujuan. Kamu hanya mengikuti jalan yang terlihat ramai. Pada akhirnya, bisa saja kamu tersesat.
Trading pun sama.
Entry tanpa alasan jelas berarti:
-
Tidak tahu kenapa masuk
-
Tidak tahu kapan harus keluar
-
Tidak tahu berapa risiko yang layak diterima
-
Tidak punya dasar ketika keputusan mulai salah
Sementara trader yang matang selalu bisa menjawab tiga pertanyaan:
-
Kenapa saya masuk di level ini?
-
Apa syarat yang membuat posisi ini batal?
-
Di level mana saya ambil profit?
Jika salah satu belum ada, artinya rencana belum siap.
Langkah 1: Tentukan Tren Besar Terlebih Dahulu
Banyak pemula langsung fokus pada time frame kecil — 1 menit atau 5 menit — lalu kaget karena harga berbalik cepat.
Padahal, tren besar lebih penting.
Gunakan time frame yang lebih tinggi seperti:
Tujuannya sederhana:
➡️ Ikut arus, bukan melawan arus.
Secara umum:
-
Jika tren naik (higher high – higher low), fokus cari peluang buy.
-
Jika tren turun (lower high – lower low), fokus cari peluang sell.
-
Jika sideways, lebih hati-hati karena sinyal mudah palsu.
Trader profesional tidak pernah asal entry. Mereka selalu bertanya:
“Harga ini sedang cenderung ke mana?”
Begitu tren jelas, barulah kita cari entry pada time frame yang lebih kecil.
Langkah 2: Tandai Area Support & Resistance
Support adalah area di mana harga sering memantul naik.
Resistance adalah area di mana harga sering tertahan dan turun.
Mengapa ini penting?
Karena entry terbaik biasanya terjadi di area penting ini, bukan di tengah-tengah.
Cara sederhana menandai:
-
Lihat titik harga sering memantul minimal 2–3 kali.
-
Tarik garis horizontal di area tersebut, bukan di satu titik.
-
Anggap itu zona, bukan level pasti.
Dengan memahami area ini, kamu tidak lagi asal klik. Kamu menunggu harga sampai ke area yang logis.
Langkah 3: Tunggu Konfirmasi, Jangan Tergesa-gesa
Pemula sering langsung entry begitu harga menyentuh garis support/resistance.
Padahal belum tentu memantul.
Yang benar adalah:
➡️ Tunggu reaksi harga.
Beberapa contoh konfirmasi:
Intinya:
Biarkan market memberi sinyal dulu — baru kamu ikut.
Trader disiplin tahu:
“Tidak entry hari ini lebih baik daripada salah entry dan rugi.”
Langkah 4: Tentukan Stop Loss Sebelum Entry
Stop loss bukan tanda kamu kalah.
Stop loss adalah alat pelindung modal.
Tanpa stop loss, kamu:
-
bisa menahan floating loss terlalu lama
-
bisa tambah posisi karena panik
-
bisa menghabiskan akun hanya karena satu transaksi
Stop loss sebaiknya ditempatkan:
-
di luar area support/resistance
-
di luar struktur terakhir
-
bukan sekadar berdasarkan “angka yang enak dilihat”
Contoh:
Jika kamu buy di dekat support, maka stop loss sebaiknya ada di bawah support, bukan terlalu dekat.
Ingat:
➡️ Entry tanpa stop loss = berjudi.
Langkah 5: Rencanakan Take Profit Secara Realistis
Banyak trader sudah benar saat entry, tetapi gagal saat exit karena rakus.
Harga sudah profit, tapi tidak ditutup karena ingin lebih besar.
Beberapa menit kemudian harga berbalik… dan profit hilang.
Cara menentukan take profit:
-
Targetkan area resistance terdekat jika buy.
-
Targetkan area support terdekat jika sell.
-
Gunakan rasio risk-reward minimal 1:2.
Artinya:
Jika risiko 50 pips → target minimal 100 pips.
Dengan begitu, meski beberapa kali salah, akun tetap bisa tumbuh.
Langkah 6: Jangan Entry Karena Emosi
Ada beberapa emosi yang paling sering menjebak trader:
Setiap kali tanganmu merasa “gatal” klik tombol, tanya diri sendiri:
“Apakah ini sesuai rencana, atau hanya emosi?”
Jika jawabannya emosi — tinggalkan chart sejenak.
Kesimpulan: Trading Itu Soal Disiplin, Bukan Kecepatan
Entry dan exit yang benar bukan soal siapa paling cepat buka posisi, tetapi siapa paling sabar menunggu momen terbaik.
Ringkasnya:
-
Tentukan tren dulu
-
Tandai support & resistance
-
Tunggu konfirmasi
-
Pakai stop loss
-
Tentukan take profit
-
Jauhkan emosi saat trading
Jika semua itu dilakukan, trading akan terasa jauh lebih tenang dan terarah.
Di tahap awal, wajar jika kamu merasa bingung atau takut salah. Tetapi dengan bimbingan, latihan, dan materi yang terstruktur, proses belajar bisa jauh lebih cepat dan aman. Jika kamu ingin mendalami cara membaca market, memahami entry–exit, sekaligus belajar manajemen risiko secara menyeluruh, kamu bisa mengikuti program edukasi trading bersama tim profesional di www.didimax.co.id.
Di sana, kamu akan mendapatkan materi step-by-step, pendampingan, serta komunitas tempat kamu bisa berdiskusi langsung. Daripada belajar sendiri dan berulang kali mengalami kesalahan yang sama, lebih baik belajar bersama mentor yang berpengalaman agar perjalanan tradingmu lebih terarah dan tuaian profit bisa lebih realistis dan konsisten.