Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Strategi & Contoh Efek Kenaikan Unemployment Rate pada Pasangan Mata Uang Berisiko Tinggi dalam Trading Forex

Strategi & Contoh Efek Kenaikan Unemployment Rate pada Pasangan Mata Uang Berisiko Tinggi dalam Trading Forex

by Rizka

Strategi & Contoh Efek Kenaikan Unemployment Rate pada Pasangan Mata Uang Berisiko Tinggi dalam Trading Forex

Data unemployment rate atau tingkat pengangguran adalah salah satu indikator yang paling ditunggu trader forex di seluruh dunia. Alasannya simpel: rilis angka pengangguran bisa menggerakkan pasar dengan sangat cepat, terutama pada pasangan mata uang utama. Tapi ada satu kategori pair yang reaksinya sering lebih ekstrem — yaitu pasangan mata uang berisiko tinggi seperti AUD/JPY, NZD/JPY, GBP/NZD, AUD/CHF, hingga CAD/JPY.

Pasangan-pasangan ini termasuk kategori high-risk currencies karena dipengaruhi oleh sentimen pasar, komoditas, suku bunga, dan arus modal global. Ketika unemployment rate negara besar seperti Amerika Serikat, Australia, atau Inggris naik, efeknya bisa mengalir deras ke pasangan-pasangan berisiko ini. Di artikel ini, kita akan bahas mengapa efek tersebut bisa sangat besar, bagaimana cara membacanya, dan tentu saja strategi trading yang bisa Mas Rizka pakai buat memanfaatkannya.


Apa Itu Pasangan Mata Uang Berisiko Tinggi?

Untuk ngeh lebih dalam, kita harus tahu dulu apa yang dimaksud dengan pasangan berisiko tinggi. Biasanya ini adalah pair yang:

  • Mengandung mata uang dengan tingkat bunga lebih tinggi

  • Dipengaruhi ekonomi berbasis komoditas (AUD, NZD, CAD)

  • Sering jadi target carry trade

  • Sensitif terhadap sentimen investor (risk-on vs risk-off)

Contoh pair berisiko tinggi:

  • AUD/JPY

  • NZD/JPY

  • GBP/NZD

  • CAD/JPY

  • AUD/CHF

  • NZD/CHF

Pair ini punya volatilitas tinggi dan pergerakannya bisa sangat liar saat berita besar rilis, termasuk data unemployment rate.


Mengapa Kenaikan Unemployment Rate Bisa Mengguncang Pasangan Berisiko?

Ketika angka pengangguran naik, ini memberi sinyal bahwa ekonomi melemah. Investor biasanya akan langsung mengubah preferensi risiko mereka. Dan inilah titik di mana pasangan berisiko tinggi bisa jungkir balik.

1. Kenaikan Unemployment Rate = Dovish Bias dari Bank Sentral

Bank sentral mungkin menunda kenaikan suku bunga atau bahkan memangkas suku bunga.
Akibatnya:

  • Mata uang ber-yield tinggi (AUD, NZD, GBP) bisa melemah.

  • Safe haven seperti JPY dan CHF cenderung menguat.

2. Risk-Off Mode

Data buruk tenaga kerja memicu kekhawatiran global. Investor meninggalkan aset berisiko dan pindah ke aset aman.

Efeknya pada pair seperti AUD/JPY:

  • AUD melemah karena dianggap mata uang risiko.

  • JPY menguat karena safe haven.

Hasil akhirnya?
AUD/JPY bisa drop tajam hanya dalam beberapa menit.

3. Dampak ke Pasar Komoditas

AUD dan CAD sangat dipengaruhi harga komoditas seperti emas dan minyak.
Jika data tenaga kerja negara besar (misalnya AS) buruk, permintaan global diprediksi melemah → harga komoditas turun → AUD & CAD ikut tertekan.


Contoh Skenario Realistis: Kenaikan Unemployment Rate AS dan Efeknya ke AUD/JPY

Misal:

  • Prediksi unemployment rate: 3.7%

  • Rilis data aktual: 4.0% (naik signifikan)

Apa yang biasanya terjadi?

  1. USD melemah karena ekonomi terlihat goyah.

  2. Sentimen global beralih ke mode risk-off.

  3. Investor kabur dari mata uang berisiko, termasuk AUD.

  4. JPY sebagai safe haven masuk fase penguatan.

Implikasinya adalah:

  • AUD/JPY turun drastis, bahkan bisa 80–150 pips dalam beberapa menit pertama.

  • Spread melebar.

  • Volatilitas menanjak tajam.

Kalau Mas Rizka bisa membaca sinyal ini lebih awal, peluangnya bisa sangat besar.


Contoh Efek Kenaikan Unemployment Rate Australia terhadap GBP/AUD

Ini beda lagi kasusnya.

Jika Australia merilis data pengangguran yang lebih buruk dari ekspektasi:

  • AUD melemah kuat

  • Mata uang seperti GBP yang lebih stabil cenderung unggul

  • GBP/AUD berpotensi naik signifikan

Misal:

  • Forecast AU unemployment: 3.9%

  • Actual: 4.2%

Market akan langsung membaca ini sebagai “ekonomi Australia sedang melemah.”
Dan boom… GBP/AUD bisa terdorong naik puluhan hingga ratusan pips.


Strategi Trading Saat Kenaikan Unemployment Rate Mempengaruhi Pair Berisiko Tinggi

Biar makin mantap, kita bahas strategi yang bisa diterapkan.

1. Identifikasi Sentimen Global Sebelum News

Cek dulu kondisi pasar:

  • Risk-on? Pair AUD/JPY biasanya naik.

  • Risk-off? Pair AUD/JPY cenderung turun.

Jika unemployment rate diprediksi naik → peluang risk-off makin besar.

2. Gunakan Pending Order di Area Support/Resistance

Pasangan berisiko tinggi itu eksplosif saat news. Pending order bisa jadi strategi aman:

  • Sell Stop AUD/JPY di bawah support

  • Buy Stop GBP/AUD di atas resistance

Tujuannya menangkap momentum setelah arah pergerakan jelas.

3. Tunggu 5–15 Menit Setelah News (Strategi Aman)

Kadang candle awal sangat liar dan penuh fake-out.
Menunggu sebentar memungkinkan price action menunjukkan arah sesungguhnya.

Trader pro sering menggunakan:

  • Breakout retest

  • Engulfing pattern

  • Continuation pattern setelah news stabil

4. Perhatikan Spread yang Melebar

Pair seperti AUD/JPY dan NZD/JPY bisa kena spread 3–6 kali lipat saat news.
Jadi strategi entry harus memperhitungkan:

  • Spread

  • Volatilitas

  • Stop loss minimal

5. Fokus pada Pair yang Paling Terpengaruh

Prioritas pasangan saat unemployment naik:

  • Jika unemployment AS naik → fokus AUD/JPY, NZD/JPY, XAU/USD

  • Jika unemployment Australia naik → fokus AUD/JPY, GBP/AUD

  • Jika unemployment Inggris naik → fokus GBP/NZD, GBP/AUD

Semakin besar deviasi dari forecast, semakin besar potensi pergerakan.

6. Atur Money Management Ketat

Karena volatilitas tinggi, gunakan:

  • Risk maksimal 1–2%

  • Stop loss disiplin

  • Hindari overtrading


Tips Membaca Dampak Kenaikan Unemployment Rate Secara Cepat

  • Lihat deviasi data
    Semakin jauh dari forecast, semakin kuat arah pergerakannya.

  • Cek respon obligasi & indeks saham
    Jika indeks drop → tanda risk-off.

  • Pantau DXY (US Dollar Index)
    Kalau DXY melemah setelah unemployment naik → risk-off makin kuat.

  • Gunakan time frame kecil hanya untuk eksekusi, bukan analisa utama
    Analisa utama tetap di H1 atau H4 untuk melihat area kunci.


Kesimpulan

Kenaikan unemployment rate adalah salah satu pemicu paling kuat untuk menggerakkan pasangan mata uang berisiko tinggi. Pair seperti AUD/JPY, NZD/JPY, GBP/AUD, dan CAD/JPY sangat sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. Ketika angka pengangguran naik, risiko meningkat, safe haven menguat, dan mata uang komoditas melemah.

Dengan memahami pola-pola ini, Mas Rizka bisa memanfaatkan peluang ketika volatilitas melonjak, asalkan didukung dengan strategi, analisa, dan disiplin yang tepat. Semakin matang pemahaman tentang bagaimana data ekonomi mempengaruhi pasar, semakin besar kemungkinan mengambil keputusan trading yang optimal.


Sekarang, kalau Mas Rizka pengen belajar lebih dalam tentang cara membaca news, memahami perilaku market saat data besar dirilis, atau mempraktikkan strategi khusus pair berisiko tinggi, Didimax menyediakan program edukasi trading yang ramah pemula dan cocok banget untuk trader berpengalaman. Pembelajarannya lengkap, mulai dari fundamental, teknikal, sampai praktek live trading bareng mentor profesional.

Yuk join program edukasi trading gratis di Didimax melalui www.didimax.co.id. Di sana Mas Rizka bisa konsultasi, tanya apa pun tentang forex, dan ikut kelas intensif yang bakal bikin kemampuan analisa makin naik level. Jangan trading sendirian—trading bareng komunitas lebih aman, lebih seru, dan jauh lebih berkembang!