Strategi Entry Forex Ketika Sentimen Pasar Dovish
Dalam dunia trading forex, memahami arah sentimen pasar merupakan salah satu kunci penting untuk menentukan keputusan entry yang lebih presisi. Salah satu sentimen yang sering muncul dalam konteks kebijakan bank sentral adalah dovish. Ketika sebuah bank sentral bersikap dovish, itu berarti mereka cenderung mendukung kebijakan moneter yang longgar, seperti menurunkan suku bunga, mempertahankan suku bunga rendah, atau memberikan sinyal bahwa mereka lebih fokus pada pemulihan ekonomi daripada pengendalian inflasi.
Bagi seorang trader, mengetahui bahwa pasar sedang berada dalam sentimen dovish bukan hanya informasi—tapi peluang. Dengan mengidentifikasi bagaimana pasar merespons pernyataan, notulen rapat, dan indikator ekonomi terkait, seorang trader bisa menentukan momen terbaik untuk masuk pasar sehingga peluang profit lebih besar.
Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu sentimen dovish, bagaimana ia terbentuk, bagaimana cara membaca reaksinya di pasar, serta strategi entry forex yang paling efektif saat kondisi ini berlangsung.
Apa Itu Sentimen Pasar Dovish?
Sentimen dovish menggambarkan kondisi ketika bank sentral mengambil atau mempertimbangkan kebijakan yang cenderung melonggarkan tekanan moneter. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, seperti:
-
Penurunan suku bunga.
-
Proyeksi bahwa suku bunga akan tetap rendah untuk waktu yang lama.
-
Komunikasi bank sentral yang menekankan perlambatan ekonomi.
-
Peningkatan stimulus moneter atau quantitative easing.
-
Kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dibanding inflasi.
Ketika bank sentral bersikap dovish, dampak langsung biasanya adalah pelemahan mata uang. Kenapa? Karena yield investasi dalam mata uang tersebut menjadi lebih rendah, sehingga investor global mencari aset lain dengan return lebih menarik.
Sebagai trader, memahami pola ini memungkinkan kita memanfaatkan momentum pelemahan tersebut sebagai peluang entry yang tepat sasaran.
Faktor-Faktor yang Membentuk Sentimen Dovish
Untuk bisa membaca sentimen dovish, trader harus tahu faktor apa saja yang mempengaruhinya. Di antaranya:
1. Data Ekonomi Lemah
Jika data seperti GDP, data tenaga kerja, retail sales, atau manufaktur menunjukkan penurunan, bank sentral biasanya mengambil sikap dovish untuk mendorong pemulihan.
2. Inflasi Rendah
Ketika inflasi berada di bawah target bank sentral, mereka lebih leluasa menurunkan suku bunga atau menjaga suku bunga rendah.
3. Ketidakpastian Global
Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan krisis global dapat mendorong sikap dovish demi menjaga stabilitas domestik.
4. Komentar dari Pejabat Bank Sentral
Pernyataan langsung atau pidato pejabat bank sentral sering menjadi pemicu perubahan sentimen, bahkan sebelum keputusan resmi dirilis.
Dampak Sentimen Dovish Terhadap Pergerakan Harga di Pasar Forex
Ketika sentimen dovish muncul, pasar biasanya merespons dengan:
1. Melemahnya Mata Uang Domestik
Contoh:
Jika The Fed dovish → USD cenderung melemah
Jika ECB dovish → EUR cenderung melemah
2. Kenaikan Harga Emas
Karena emas dianggap aset aman dan sensitif terhadap penurunan suku bunga.
3. Kenaikan Pair yang Menggunakan Mata Uang Lawan
Jika USD melemah, maka pair seperti EURUSD atau GBPUSD berpotensi bullish.
4. Volatilitas Tinggi Saat Rilis Berita
Meskipun big picture dovish, pergerakan pendek bisa sangat fluktuatif—ini penting diperhatikan saat menentukan entry.
Cara Membaca Sentimen Dovish Sebelum Entry
Sebelum menentukan entry, trader perlu memastikan bahwa sentimen dovish benar-benar terbentuk. Berikut cara memastikannya:
1. Monitor Pernyataan Bank Sentral
Perhatikan kata-kata kunci seperti:
Kata-kata ini sinyal dovish keras.
2. Lihat Proyeksi Ekonomi (Dot Plot, Summary)
Jika bank sentral menurunkan perkiraan suku bunga di masa depan, itu jelas menunjukkan arah kebijakan dovish.
3. Analisis Reaksi Pasar
Kadang pasar sudah bergerak sebelum keputusan diumumkan. Jika yield obligasi turun dan mata uang mulai melemah, itu tanda awal dovish pricing-in.
4. Cek Data Ekonomi Terkini
Data yang melambat biasanya memperkuat sentimen dovish.
Strategi Entry Forex Saat Sentimen Dovish
Nah, ini bagian paling penting dalam artikel ini—bagaimana cara masuk pasar dengan strategi yang benar saat bank sentral atau pasar secara umum menunjukkan sentimen dovish.
Berikut strategi yang bisa diterapkan Mas Rizka saat bikin edukasi atau bahkan saat trading pribadi.
1. Fokus pada Pair yang Mata Uangnya Berpotensi Melemah
Jika bank sentral dovish, cari pair yang kemungkinan besar akan menguat melawan mata uang tersebut.
Contoh:
-
The Fed dovish → fokus pada buy EURUSD, buy GBPUSD, buy AUDUSD.
-
BOJ dovish → fokus pada buy USDJPY atau buy GBPJPY.
-
ECB dovish → fokus pada buy USDCHF atau sell EURUSD.
Tujuannya adalah mengambil posisi yang berkebalikan dari mata uang yang sedang melemah.
2. Entry Setelah Breakout Kunci
Sentimen dovish sering memicu breakout kuat. Tunggu level-level berikut:
-
Support key level ditembus (untuk sell).
-
Resistance key level ditembus (untuk buy).
-
Breakout disertai peningkatan volume atau volatilitas tinggi.
Setelah breakout valid, entry mengikuti arah trend sangat efektif di kondisi dovish.
3. Gunakan Price Action: Retest Level
Ini strategi aman buat trader yang tidak mau kejebak fake breakout.
Caranya:
-
Tunggu breakout.
-
Tunggu harga kembali retest ke area breakout.
-
Entry setelah muncul candle rejection (pin bar, engulfing, atau doji kuat).
Di masa sentimen dovish, retest biasanya terjadi cepat karena pasar sedang agresif merespons kebijakan.
4. Kombinasikan dengan Fundamental Short-Term
Data-data seperti:
-
CPI (inflasi)
-
Unemployment rate
-
GDP
-
PPI
-
PMI
Jika data lemah keluar di tengah sentimen dovish, maka pelemahan mata uang semakin kuat dan entry sell semakin valid.
5. Gunakan Timeframe Menengah (H1 – H4)
Kenapa? Karena sentimen dovish biasanya berdampak beberapa hari hingga beberapa minggu.
Timeframe kecil (M5–M15) terlalu bising, rawan noise dan manipulasi, sedangkan timeframe besar terlalu lama.
H1–H4 memberikan kombinasi masuk akal antara sinyal jelas dan waktu reaksi cukup cepat.
6. Hindari Entry Sebelum News Dirilis
Kalau Mas Rizka suka main news, hati-hati banget:
Tunggu beberapa menit setelah berita keluar agar arah pasar benar-benar terbaca.
7. Tetapkan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis
Karena sentimen dovish biasanya mendorong pergerakan kuat, SL dan TP idealnya:
Jangan lupa trailing stop, karena tren dovish sering berlangsung lama dan sayang kalau profit besar lepas.
Contoh Studi Kasus Sentimen Dovish
Misal:
The Fed mengumumkan bahwa mereka akan menahan suku bunga rendah sampai setidaknya akhir tahun, disertai data inflasi yang turun.
Dampak:
Strategi entry:
-
Trader bisa buy EURUSD setelah breakout resistance H4.
-
Setelah retest, entry kembali dengan SL di bawah swing.
-
Target menyasar tren baru selama beberapa hari.
Dengan mengikuti pola ini, trader bisa memaksimalkan peluang entry yang lebih terukur.
Kesimpulan
Sentimen dovish merupakan peluang besar bagi trader forex untuk menangkap pergerakan pasar yang signifikan. Dengan memahami bagaimana sentimen terbentuk, cara membacanya, serta strategi entry yang tepat, trader bisa mengambil keputusan trading yang jauh lebih matang.
Yang terpenting, sentimen dovish bukan hanya tentang pelemahan mata uang, tetapi bagaimana trader bisa memanfaatkan momen volatilitas tinggi untuk meraih keuntungan optimal.
Dengan semakin banyaknya sentimen pasar yang berubah setiap minggu, memiliki pemahaman mendalam tentang dovish dan hawkish adalah bekal wajib bagi trader modern. Untuk Mas Rizka yang ingin memperdalam teknik analisis fundamental, price action, dan momentum entry yang presisi, ada wadah belajar yang bisa membantu meningkatkan kemampuan trading secara signifikan.
Jika Mas Rizka ingin mendapat edukasi trading yang lebih terarah, tersusun, dan dibimbing oleh mentor berpengalaman, langsung saja gabung ke program edukasi trading di www.didimax.co.id. Di sana Mas Rizka bisa belajar mulai dari dasar sampai level advance, lengkap dengan analisis harian, signal trading, dan bimbingan langsung untuk membantu memahami pasar dengan lebih mudah dan cepat.
Program edukasi Didimax sepenuhnya GRATIS dan cocok untuk pemula maupun trader yang ingin naik level. Yuk, segera daftar dan rasakan sendiri bagaimana trading menjadi lebih terarah, lebih percaya diri, dan tentunya lebih berpeluang menghasilkan profit konsisten!