Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Strategi Entry Menggunakan Pola Unequal High/Low

Strategi Entry Menggunakan Pola Unequal High/Low

by Rizka

Strategi Entry Menggunakan Pola Unequal High/Low

Dalam dunia trading modern, kemampuan membaca struktur harga menjadi fondasi penting untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Salah satu pola harga yang sering kali diabaikan oleh trader pemula tetapi justru menjadi petunjuk berharga bagi trader profesional adalah pola unequal high dan unequal low. Pola ini muncul ketika pasar membentuk dua titik high yang tidak sama tinggi atau dua titik low yang tidak sama rendah, tetapi posisinya saling berdekatan dan memiliki karakter visual yang khas. Dalam banyak kasus, pola ini menandakan adanya ketidakseimbangan likuiditas atau potensi liquidity sweep pada area tertentu.

Pola unequal high/low sering dianggap sebagai representasi dari likuiditas yang masih tertinggal di pasar. Ketika dua puncak atau dua lembah terbentuk berdekatan tetapi tidak sejajar, hal ini mengindikasikan adanya kumpulan stop loss trader ritel di kedua sisi harga. Market maker atau institusi besar sering memanfaatkan situasi ini untuk "menyapu" order orang-orang yang menaruh stop loss tepat di atas high atau di bawah low tersebut sebelum akhirnya menggerakkan harga ke arah sebenarnya. Dengan memahami fenomena ini, seorang trader dapat menempatkan entry pada momen yang jauh lebih presisi, setelah proses penyapuan terjadi.


Mengenal Konsep Pola Unequal High/Low

Pola unequal high adalah kondisi ketika pasar mencetak dua high berdekatan, tetapi salah satu high sedikit lebih tinggi dari yang lain. Begitu pula dengan unequal low, dua low terbentuk berdekatan namun salah satunya sedikit lebih rendah. Kunci utama dari pola ini adalah adanya ketidakseimbangan level harga yang menjadi magnet likuiditas bagi pelaku besar. Market maker secara alami tertarik untuk “mengambil” likuiditas di area tersebut sebelum melanjutkan pergerakan harga yang lebih besar.

Trader yang memahami pola ini bisa membaca bahwa unequal high/low menciptakan area yang disebut sebagai “liquidity hotspot”. Area ini adalah titik di mana banyak trader ritel menempatkan stop loss mereka. Ketika jumlah order stop dalam jumlah besar terkumpul, market maker akan mendorong harga sedikit melewati area tersebut untuk mengeksekusi stop-trader, mengumpulkan likuiditas, lalu menggerakkan harga menuju arah trend dominan.


Mengapa Pola Ini Sering Muncul di Pasar Forex?

Forex adalah pasar dengan volume transaksi sangat besar dan likuiditas tinggi. Banyak pelaku pasar, mulai dari trader ritel, institusi, bank, hingga algoritma otomatis, saling bersinggungan dalam setiap sesi perdagangan. Dalam kondisi seperti itu, area-area di mana banyak order berkumpul menjadi target alami untuk dicapai sebelum harga bergerak lebih jauh.

Pola unequal high/low sering muncul karena:

  1. Psikologi trader ritel
    Banyak trader pemula menempatkan stop loss pada posisi yang “terlihat aman” seperti di atas high sebelumnya atau di bawah low sebelumnya. Market maker menyadari pola perilaku ini.

  2. Institusi membutuhkan likuiditas besar untuk masuk posisi
    Untuk membuka posisi besar, institusi memerlukan likuiditas yang cukup. Area stop-loss ritel memberikan pasokan likuiditas tersebut.

  3. Pola teknikal klasik menciptakan konsentrasi order
    Level resistance dan support tradisional seringkali menjadi area penempatan pending order dan stop-loss yang mudah ditebak.

Dengan memahami dinamika tersebut, trader dapat membaca struktur unequal high/low sebagai peluang bukan sebagai ancaman.


Cara Mengidentifikasi Pola Unequal High/Low Secara Akurat

Untuk mengenali pola ini dengan benar, trader dapat mengikuti beberapa langkah sederhana:

  1. Cari dua titik high atau dua titik low yang berdekatan
    Titik-titik tersebut tidak harus identik, justru ketidakselarasannya yang menjadi sinyal penting.

  2. Perhatikan jarak antar titik
    Jika jaraknya terlalu jauh, pola ini kehilangan relevansi. Idealnya, terbentuk dalam timeframe yang sama atau berdekatan (misal H1 dan H4).

  3. Identifikasi arah trend yang lebih besar
    Unequal high dalam trend bearish lebih berfungsi sebagai area sweep sebelum harga turun. Unequal low dalam trend bullish berfungsi sebagai penyapuan sebelum harga naik.

  4. Tunggu konfirmasi break dan re-entry
    Setelah likuiditas disapu, harga biasanya memberikan sinyal candle rejection atau struktur BOS (break of structure) untuk entry.

  5. Gunakan volume atau wick panjang sebagai tanda manipulasi harga
    Wick panjang ke area unequal high/low sering merupakan tanda sweep likuiditas.


Strategi Entry Berdasarkan Pola Unequal High/Low

Setelah mengetahui apa itu pola unequal high/low, berikut strategi praktis untuk entry:


1. Tunggu Penyapuan Likuiditas Terjadi (Liquidity Sweep)

Jangan entry saat pola unequal high/low masih terbentuk. Entry terbaik justru setelah salah satu high/low disapu dan harga kembali ke arah sebelumnya. Market maker biasanya hanya menembus level tersebut sebentar sebelum berbalik.


2. Cari Konfirmasi Break of Structure (BOS)

Setelah sweep terjadi, Anda harus melihat apakah ada perubahan struktur. Jika unequal high disapu dan harga kemudian membentuk BOS ke bawah, itu tanda kuat untuk entry sell. Sebaliknya, jika unequal low disapu lalu terjadi BOS ke atas, itu sinyal entry buy.


3. Gunakan Entry di Area Return to Origin (RTO)

Setelah BOS, biasanya harga melakukan retracement kembali ke area candle yang menyebabkan break. Di area inilah entry paling optimal dan risiko paling kecil. Penempatan stop loss juga lebih aman karena ditempatkan di balik area likuiditas yang sudah disapu.


4. Penempatan Stop Loss dan Take Profit

Stop Loss

  • Untuk sell: letakkan SL di atas wick sweep yang sudah terjadi.

  • Untuk buy: letakkan SL di bawah low sweep.

Take Profit

  • TP1 dapat ditempatkan di struktur terdekat.

  • TP2 mengikuti trend besar untuk mendapatkan profit maksimal.

  • TP3 opsional jika menggunakan trailing stop.


5. Sesuaikan Timeframe dengan Gaya Trading

  • Scalping: gunakan timeframe M1–M5, tetapi membutuhkan disiplin tinggi.

  • Intraday: gunakan M15–H1 untuk sinyal yang lebih stabil.

  • Swing trading: gunakan H4–D1 untuk struktur besar yang lebih akurat.


Contoh Skenario Entry Menggunakan Unequal High

Misalkan pada chart EURUSD timeframe H1 terbentuk dua high berdekatan. High kedua sedikit lebih tinggi, tetapi tidak jauh dari high pertama. Banyak trader ritel menaruh stop loss di atas high pertama karena menganggap itu resistance kuat.

Institusi melihat peluang likuiditas di area itu. Harga kemudian naik sedikit, menembus high pertama dan kedua, memicu stop-loss massal. Candle berikutnya menunjukkan penolakan kuat berupa wick panjang. Setelah itu, harga turun cepat dan membentuk BOS.

Di sini trader yang memahami pola unequal high langsung bersiap entry pada retracement menuju area RTO. Entry dilakukan pada candle pullback, SL di atas sweep, dan TP mengikuti target support terdekat atau trend bearish.


Kesalahan Umum Saat Menggunakan Pola Unequal High/Low

  1. Entry terlalu cepat sebelum sweep terjadi
    Banyak trader tidak sabar dan masuk terlalu cepat, padahal market maker belum mengambil likuiditas.

  2. Tidak menunggu konfirmasi BOS
    Sweep tanpa BOS belum tentu reversal. Bisa saja hanya koreksi kecil lalu harga melanjutkan trend awal.

  3. Menggunakan timeframe terlalu kecil tanpa konteks
    Noise di timeframe kecil sering menjebak trader.

  4. Salah menempatkan stop loss
    Menaruh SL terlalu dekat membuat posisi mudah terkena sweep.

  5. Overtrading karena pola muncul sering
    Tidak semua unequal high/low layak untuk entry. Harus tetap menunggu konfirmasi.


Kesimpulan

Strategi entry menggunakan pola unequal high/low adalah pendekatan cerdas dalam memahami bagaimana likuiditas bekerja di pasar forex. Dengan mengidentifikasi area di mana stop-loss ritel terkumpul, trader dapat masuk setelah market melakukan sweep, lalu memanfaatkan pergerakan harga yang lebih besar dan terkontrol. Pola ini tidak hanya meningkatkan akurasi entry, tetapi juga membantu meminimalisir risiko karena entry dilakukan setelah struktur pasar memberikan konfirmasi yang jelas.

Disiplin dan pemahaman mendalam tentang struktur pasar sangat penting ketika menggunakan strategi ini. Trader harus melatih kemampuan membaca grafik dan melatih kesabaran untuk menunggu momen paling tepat. Jika digunakan dengan baik, pola unequal high/low bisa menjadi salah satu strategi paling efektif dalam trading modern.


Jika Anda ingin mempelajari lebih dalam bagaimana membaca struktur pasar, memahami likuiditas, serta mengidentifikasi pola unequal high/low secara praktis melalui latihan langsung, Anda bisa mengikuti program edukasi trading Didimax. Melalui pembelajaran interaktif, Anda akan dibimbing untuk memahami cara kerja pasar secara lebih profesional dan meningkatkan akurasi trading Anda.

Program edukasi di Didimax juga menawarkan mentoring harian, analisis pasar, serta bimbingan langsung dari para trader berpengalaman. Anda akan belajar bukan hanya teori, tetapi juga praktik real-time di market sehingga Anda dapat menerapkan strategi entry menggunakan unequal high/low ini dengan lebih percaya diri. Kunjungi https://didimax.co.id/ dan mulai perjalanan trading Anda bersama komunitas terbaik.