Strategi London Fake Breakout Reversal
Sesi London merupakan salah satu momen paling aktif dalam perdagangan forex. Ketika pasar Eropa mulai buka, volatilitas meningkat tajam, likuiditas makin membesar, dan sering terjadi pergerakan harga ekstrim yang memancing emosi trader. Tidak sedikit trader yang mengalami kerugian karena tertipu oleh pergerakan awal yang ternyata hanyalah “fake breakout” — seolah-olah harga menembus level penting, tetapi kemudian berbalik tajam melawan arah breakout tersebut.
Fenomena ini dikenal dengan istilah London Fake Breakout Reversal, yaitu situasi ketika pasar membuat penembusan palsu saat sesi London Open untuk mengumpulkan likuiditas sebelum akhirnya bergerak ke arah sebenarnya. Memahami pola ini memberikan keunggulan besar bagi trader karena fake breakout bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari mekanisme pasar yang dikendalikan oleh pemain besar untuk mencari likuiditas di area stop-loss trader ritel.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam bagaimana strategi London Fake Breakout Reversal bekerja, bagaimana cara mengidentifikasi struktur yang benar, zona likuiditas yang sering menjadi target, hingga langkah-langkah teknis untuk mengeksekusi entry dengan disiplin dan meminimalkan risiko.
Pola Dasar London Fake Breakout
Fake breakout di sesi London biasanya terjadi antara pukul 14.00–15.00 WIB, yaitu satu jam pertama setelah pembukaan pasar Eropa. Pada jam ini, harga cenderung melakukan:
-
Sweep liquidity
Harga bergerak cepat menembus high atau low Asia session, menyasar stop-loss trader breakout.
-
Reversal cepat
Setelah sweep, harga memantul tajam, kembali masuk ke range Asia dan mulai membentuk struktur pembalikan.
-
Gerakan impulsif ke arah sebenarnya
Setelah struktur valid, market bergerak kuat mengikuti arah tren yang sudah dibangun sebelumnya.
Untuk mengenali pola ini, penting memahami struktur harian dan konteks market sebelum sesi London dibuka. Trader profesional tidak hanya melihat breakout pada chart, tetapi juga memperhatikan di mana terdapat penumpukan likuiditas, di mana pasar kemungkinan memancing order, serta ke mana arah tren utama.
1. Identifikasi Range Asia Session
Sebelum sesi London dibuka, pasar sudah memiliki struktur range yang dibentuk selama sesi Asia. Biasanya range Asia lebih kecil dan volatilitas rendah sehingga pasar cenderung konsolidasi. Range ini akan menjadi acuan utama:
-
High Asia
-
Low Asia
-
Mid range Asia
Fake breakout London hampir selalu menargetkan salah satu dari dua ekstrem range tersebut. Jika harga naik menembus Asia high dan kemudian reversal, itu tanda potensi bearish. Sebaliknya, jika harga turun menembus Asia low lalu reversal, itu indikasi bullish.
Tips penting:
2. Analisis Struktur Likuiditas (Liquidity Map)
Sebelum London Open, tentukan area di mana trader ritel biasanya menaruh stop-loss. Area ini menjadi target likuiditas:
Pemain besar membutuhkan likuiditas untuk mengisi order mereka. Karena itu, mereka sengaja mendorong harga menembus area-area tersebut.
Cara pemetaan likuiditas:
-
Tandai double top/double bottom sebelum London.
-
Tandai equal highs/equal lows.
-
Identifikasi area imbalances/inefficiency (FAIR VALUE GAPS).
-
Lihat posisi likely internal liquidity vs external liquidity.
Dengan peta likuiditas ini, Anda lebih mudah mengantisipasi ke mana market akan melakukan sweep sebelum reversal.
3. Konfirmasi Fake Breakout dengan Market Structure Shift
Fake breakout bukan sekadar harga menembus level dan kembali masuk. Anda perlu melihat Market Structure Shift (MSS) atau perubahan struktur pasar setelah sweep terjadi.
Contoh alur bearish reversal:
-
Harga menembus Asia high (liquidity sweep).
-
Harga drop kencang menembus low minor sebelumnya.
-
Terbentuk BOS (break of structure) ke arah bearish.
-
Harga retrace kembali untuk menguji area supply baru.
Contoh bullish reversal:
-
Harga menembus Asia low.
-
Harga naik tajam menembus high minor.
-
BOS bullish terbentuk.
-
Harga retrace ke area demand.
Dengan melihat perubahan struktur, Anda tidak hanya bergantung pada feeling, tetapi mengikuti pola logis yang konsisten secara teknikal.
4. Entry Menggunakan Mitigasi Order Block
Setelah struktur konfirmasi, langkah berikutnya adalah mencari area entry yang akurat. Salah satu metode efektif adalah menggunakan order block sebagai zona mitigasi.
Entry Bearish:
-
Cari bearish order block setelah BOS.
-
Entry di retracement menuju OB (sell).
-
Stop-loss di atas wick sweep.
Entry Bullish:
-
Cari bullish order block setelah BOS.
-
Entry di retracement menuju OB (buy).
-
Stop-loss di bawah wick sweep.
Dengan cara ini, Anda memasuki pasar pada momen terbaik dengan risiko kecil dan potensi reward besar.
5. Target Take Profit Berdasarkan Liquidity Pool
Dalam strategi London Fake Breakout Reversal, target TP utama biasanya adalah:
-
Target 1: Kembali ke mid-range Asia.
-
Target 2: Menyasar opposite Asia extreme (Asia high/low sebaliknya).
-
Target 3: Melanjutkan ke imbalances atau liquidity pool harian.
Pergerakan London sering sangat agresif sehingga Anda bisa memperoleh RRR yang tinggi jika disiplin mengikuti struktur.
6. Manajemen Risiko dan Psikologi
Meski strategi ini memiliki akurasi tinggi jika dikuasai dengan benar, tanpa manajemen risiko yang disiplin hasilnya bisa kacau. Berikut kunci penting:
-
Risiko maksimal 1–2% per posisi.
-
Jangan pernah entry saat sweep sedang terjadi — tunggu konfirmasi.
-
Jangan mengejar breakout.
-
Hindari overtrading.
Psikologi adalah faktor paling menentukan karena fake breakout sering memancing emosi panik, serakah, atau FOMO. Trader yang sabar menunggu konfirmasi akan menang; trader yang terburu-buru akan tersapu oleh sweep.
7. Contoh Alur Lengkap Strategi
Untuk gambaran lebih praktis, berikut alur lengkap dari awal sampai akhir:
-
Tandai Asia range.
-
Identifikasi area likuiditas luar (external liquidity).
-
Tunggu London Open.
-
Biarkan harga melakukan sweep.
-
Tunggu harga kembali masuk range atau membentuk MSS.
-
Identifikasi order block yang valid.
-
Entry pada retracement.
-
Tempatkan SL di luar wick sweep.
-
Hold hingga TP berdasarkan liquidity pool.
Menguasai alur ini membutuhkan latihan, pembacaan struktur, dan pengalaman melihat pola berulang. Namun begitu Anda memahaminya, strategi ini bisa menjadi senjata andalan setiap hari.
Pada akhirnya, kemampuan memahami London Fake Breakout Reversal bukan hanya tentang menghafal pola, tetapi melatih kepekaan membaca struktur market. Dengan pendekatan disiplin dan metodologi yang jelas, strategi ini mampu meningkatkan kualitas keputusan trading Anda secara signifikan. Banyak trader profesional memanfaatkan strategi ini karena konsistensi alur dan peluang tinggi yang muncul hampir setiap hari di pair mayor seperti GBPUSD, EURUSD, XAUUSD, dan GBPJPY.
Jika Anda ingin mempelajari strategi seperti ini lebih dalam, termasuk praktik live market, analisis langsung di chart, serta pendampingan trading harian, bergabunglah bersama program edukasi trading di Didimax. Anda akan mendapatkan bimbingan dari mentor berpengalaman yang membantu Anda memahami konsep smart money, likuiditas, dan struktur market dengan lebih sistematis.
Didimax menyediakan kelas offline dan online yang bisa Anda ikuti kapan saja. Selain materi teori, Anda juga akan berlatih langsung dengan praktik real-time agar Anda lebih siap menghadapi kondisi pasar nyata. Kunjungi situs resminya di https://didimax.co.id/ untuk mendaftar sekarang dan mulai perjalanan trading yang lebih terarah, disiplin, dan profesional.