
Strategi Mengatur Lot agar Modal Tidak Cepat Habis
Salah satu penyebab utama mengapa akun trading cepat habis bukanlah karena strategi yang salah, bukan karena market sedang tidak bersahabat, dan bukan juga karena kurangnya jam terbang. Penyebabnya justru satu: lot yang tidak sesuai dengan modal. Banyak trader yang sebenarnya sudah punya analisa bagus, entry sudah tepat, arah market sudah benar, tetapi tetap rugi karena ukuran lot terlalu besar atau tidak disesuaikan dengan kondisi market.
Mengatur lot bukan sekadar memilih angka kecil atau besar. Ini adalah seni mengatur risiko, psikologi, dan ketahanan modal. Trader yang bisa bertahan lama di market bukanlah trader yang paling jenius membaca chart, melainkan trader yang paling disiplin dalam menyesuaikan ukuran lot. Karena meskipun profit kecil tapi konsisten, modal akan bertumbuh. Sebaliknya, lot terlalu besar akan menggerus modal secara cepat—bahkan dalam beberapa menit saja.
Mari kita bahas strategi lengkap dan mendalam bagaimana mengatur lot secara benar agar modal Anda, terutama jika modal Anda $10.000, tidak cepat habis.
1. Pahami Dulu Bahwa Lot Adalah “Mesin Kerusakan” dan “Mesin Keuntungan”
Trader pemula sering mengira penyebab kerugian adalah salah analisa. Padahal, mayoritas kerugian besar disebabkan oleh lot yang terlalu besar untuk modal. Lot adalah multiplier dari pergerakan pip. Semakin besar lot, semakin cepat floating bergerak. Jika salah arah, loss pun membengkak lebih cepat.
Dengan modal $10.000:
-
Lot 0.10 → pergerakan kecil
-
Lot 0.30–0.40 → aman untuk intraday
-
Lot 1.00 → sangat riskan
-
Lot 2.00 → hampir pasti margin call saat volatil tinggi
Jika trader tidak sadar bahwa lot menentukan umur akun, maka akun akan cepat habis meski strategi benar.
2. Gunakan Aturan Risiko: Maksimal 1–2% per Transaksi
Ini adalah fondasi utama trader profesional. Risiko kecil memastikan akun bertahan lama meski terjadi losing streak.
Modal $10.000:
-
1% risiko = $100
-
2% risiko = $200
Inilah batas yang harus dihitung saat menentukan lot.
Jika Anda ingin akun bertahan lama, jangan pernah melewati risiko 2% per position.
3. Tentukan Lot Berdasarkan Stop Loss, Bukan Target Profit
Kesalahan fatal pemula:
Buka lot dulu, baru menentukan SL.
Strategi yang benar:
Tentukan SL dulu → baru hitung lot.
Contoh:
Risiko = $100
SL = 50 pips
Rumus: Risiko ÷ (SL × $1 per 0.1 lot)
100 ÷ 50 =
➡️ 0.20 lot
Jika SL lebih besar, lot harus diperkecil.
SL 100 pips →
100 ÷ 100 =
➡️ 0.10 lot
Dengan begitu, modal Anda tetap aman meski SL berbeda.
4. Sesuaikan Lot dengan Volatilitas Pasar
Pasar tidak stabil sepanjang waktu. Gold bisa bergerak sangat agresif pada:
-
News NFP
-
CPI
-
FOMC
-
Jam pembukaan NY
-
Jam pembukaan London
Pada volatil tinggi, trader harus menurunkan lot.
Pada volatil sedang, lot bisa ditingkatkan sedikit.
Contoh modal $10.000:
| Kondisi |
Lot Aman |
Keterangan |
| Volatil Tinggi |
0.10–0.15 |
Gold agresif |
| Volatil Normal |
0.20–0.30 |
Intraday |
| Volatil Rendah |
0.30–0.40 |
Sideways |
Jika Anda memaksakan lot besar saat market agresif, modal cepat tergerus.
5. Jangan Paksakan Profit Harian Tidak Realistis
Banyak akun habis bukan karena salah strategi, tetapi karena trader bersikeras mengejar target tidak realistis menggunakan lot besar.
Contoh target realistis untuk modal $10.000:
Target ini bisa dicapai dengan lot 0.20–0.30 pada intraday.
Yang membuat akun habis adalah target seperti:
Untuk mengejar target besar, trader terpaksa membuka lot besar.
Hasilnya:
-
floating cepat membesar
-
margin habis
-
psikologi hancur
-
akun cepat MC
Target terlalu besar = lot terlalu besar = modal habis.
6. Gunakan Strategi Penurunan Lot Saat Loss (Not Overtrade)
Trader profesional punya aturan:
Saat sedang kalah, lot diturunkan, bukan ditingkatkan.
Tujuannya agar kerugian tidak semakin besar.
Sebaliknya, banyak pemula melakukan martingale saat floating rugi, dan ini sangat berbahaya.
Contoh:
Losing 2 kali → turunkan lot dari 0.30 → 0.20 → 0.15
Akun tetap aman dan psikologis stabil.
7. Terapkan Pembagian Lot: 1 Posisi, Bukan Banyak Entry dalam Satu Arah
Satu masalah besar trader pemula adalah membuka banyak posisi:
Profesional jarang membuka lebih dari 1–2 posisi, kecuali scaling dengan perhitungan.
Untuk modal $10.000:
Lebih dari itu sangat riskan.
8. Gunakan Lot Berbeda Sesuai Gaya Trading
Setiap gaya trading butuh SL berbeda.
Artinya lot pun berbeda.
Scalper (SL kecil: 10–15 pips)
Lot: 0.50–1.00
Risiko tetap: $100
Intraday (SL 25–40 pips)
Lot: 0.20–0.40
Swing (SL 60–100 pips)
Lot: 0.10–0.20
Dengan begini, risiko tetap terjaga.
9. Strategi Menjaga Modal: Kurangi Lot Saat Floating Rugi Terlalu Sering
Jika Anda mengalami:
Turunkan lot selama 1–2 hari trading.
Ini disebut mode bertahan, bukan menyerah.
Trader profesional sering melakukannya untuk menjaga modal tetap sehat.
10. Kesimpulan: Lot yang Tepat = Modal Berumur Panjang
Modal cepat habis hanya karena satu hal:
Lot yang tidak sesuai modal.
Dengan strategi berikut:
✔ risiko 1–2%
✔ hitung lot berdasarkan SL
✔ sesuaikan lot dengan volatilitas
✔ gunakan target realistis
✔ jangan buka banyak posisi
✔ turunkan lot saat losing streak
✔ sesuaikan lot dengan gaya trading
…maka modal $10.000 bisa bertahan lama dan bahkan tumbuh dengan stabil.
Trading adalah permainan ketahanan.
Yang bertahan, dialah yang menang.
Jika Anda ingin mempelajari teknik mengatur lot yang benar, memahami cara menjaga modal tetap aman, dan belajar strategi money management yang terbukti digunakan trader profesional, Anda bisa belajar langsung melalui program edukasi trading di www.didimax.co.id. Edukasinya lengkap, interaktif, dan bisa diikuti dari mana saja sehingga Anda benar-benar paham cara menjaga akun tetap sehat.
Bergabung dengan Didimax berarti Anda mendapatkan pendampingan, analisis harian, dan bimbingan personal untuk menerapkan semua strategi di dunia nyata, bukan sekadar teori. Dengan bimbingan yang benar, Anda bisa mengatur lot dengan tepat, mengelola risiko secara profesional, dan membangun perjalanan trading yang stabil dan konsisten.