Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Strategi Retracement Entry Saat Trending Kuat

Strategi Retracement Entry Saat Trending Kuat

by Rizka

Strategi Retracement Entry Saat Trending Kuat

Dalam dunia trading, salah satu kondisi terbaik untuk menghasilkan peluang profit berkelanjutan adalah ketika pasar sedang berada dalam tren kuat. Tren yang jelas—baik bullish maupun bearish—memberikan arah yang lebih mudah diikuti oleh trader, sehingga risiko “tersesat di tengah noise” bisa diminimalkan. Namun, meskipun tren kuat dapat terlihat menjanjikan, banyak trader justru mengalami kesalahan fatal: masuk terlalu cepat, terburu-buru mengejar harga, atau sebaliknya—terlambat masuk setelah momentum utama habis. Di sinilah strategi retracement entry memainkan peran sangat penting.

Retracement entry adalah teknik masuk pasar ketika harga melakukan pullback (koreksi sementara) dalam struktur tren utama. Dengan strategi ini, trader dapat masuk pada harga yang lebih ideal dan memiliki potensi risk-reward ratio yang lebih menguntungkan. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana memanfaatkan retracement dalam kondisi trending kuat, indikator atau price action pendukung, pola umum retracement yang sering muncul, serta langkah-langkah praktis untuk mengeksekusi strategi ini dengan disiplin dan presisi.


Apa Itu Retracement Dalam Tren Kuat?

Retracement adalah pergerakan koreksi sementara yang terjadi ketika harga bergerak berlawanan arah dengan tren dominan. Dalam tren naik, retracement biasanya berupa penurunan harga sementara sebelum kembali melanjutkan tren naik. Sebaliknya, dalam tren turun, retracement berupa kenaikan sementara sebelum harga kembali turun mengikuti arah utama.

Retracement bukanlah pembalikan tren. Itulah mengapa kemampuan membedakan retracement dan reversal sangat penting. Kesalahan membedakan keduanya dapat menyebabkan entry melawan arus, yang berpotensi besar memunculkan floating loss berkepanjangan.

Dalam tren kuat, retracement cenderung dangkal dan tidak terlalu dalam. Harga biasanya masih ditopang oleh key level, moving average fast, atau zona order block ringan. Namun dalam tren sedang atau lemah, retracement bisa lebih dalam dan bahkan berubah menjadi reversal.


Mengapa Retracement Entry Efektif Dalam Tren Kuat?

Ada beberapa alasan mengapa retracement entry menjadi salah satu strategi favorit trader profesional ketika tren sedang kuat:

1. Menghindari FOMO Entry

Tren kuat sering membuat harga bergerak cepat dan membuat trader merasa tertinggal. Padahal harga yang bergerak terlalu jauh tanpa koreksi cenderung berisiko jika dikejar. Retracement memberikan harga yang lebih “wajar” untuk masuk.

2. Memberi Harga Terbaik dengan Risiko Lebih Kecil

Dengan menunggu retracement, trader dapat menempatkan stop loss lebih dekat pada struktur pasar tanpa perlu menanggung jarak SL yang terlalu lebar. Ini membantu memperbaiki risk-reward ratio secara signifikan.

3. Konfirmasi Kekuatan Tren

Retracement sehat menunjukkan bahwa pasar masih dalam kondisi trending. Koreksi yang terjadi adalah bagian dari “napas pasar” dan bukan tanda pembalikan.

4. Entry Sinkron Dengan Institusi

Big player seperti bank dan market maker justru menunggu retracement untuk mengisi posisi besar mereka, bukan mengejar harga. Dengan mengikuti jejak mereka, trader ritel dapat memposisikan diri lebih bijaksana.


Cara Mengidentifikasi Tren Kuat Secara Objektif

Sebelum menggunakan retracement entry, trader wajib memastikan kondisi tren benar-benar kuat. Berikut cara mengidentifikasinya:

1. Sudut Kemiringan Trendline Curam

Semakin curam sudut tren, semakin kuat momentum pasar. Trendline naik yang curam pada tren bullish menunjukkan tekanan beli agresif.

2. Harga Menjauhi Moving Average

Dalam tren kuat, harga cenderung berjalan di atas MA (bullish) atau di bawah MA (bearish) tanpa sering menyentuhnya.

Gunakan kombinasi MA:

  • MA 20 untuk tren cepat

  • MA 50 untuk tren stabil

  • MA 100 untuk tren besar

Jika MA berbaris rapi dan mengarah ke satu arah, itu tanda tren kuat.

3. Struktur High dan Low Jelas

Dalam tren naik kuat, harga membentuk:

  • Higher High (HH) baru

  • Higher Low (HL) minimal

Dalam tren turun kuat, harga membentuk:

  • Lower Low (LL) baru

  • Lower High (LH) minimal

Jika struktur ini konsisten, tren dinilai kuat.

4. Volume Mendukung Arah Tren

Volume tinggi saat pergerakan utama dan volume rendah saat retracement menunjukkan tren valid.


Zona Retracement Ideal Untuk Entry

Retracement bisa dianalisis menggunakan beberapa pendekatan: price action murni, indikator, dan area reaksi pasar.

Berikut zona retracement yang dianggap ideal oleh banyak trader:

1. Retracement ke MA 20 atau MA 50

Dalam tren kuat, MA 20 sering berfungsi sebagai dynamic support atau resistance. Jika tren sedang sangat kuat, harga mungkin hanya retrace ke MA 20. Jika tren menengah, MA 50 bisa menjadi area yang lebih valid.

2. Fibonacci Retracement (Level 38.2% dan 50%)

Level 38.2% biasanya menandakan tren kuat. Jika retracement menembus hingga 61.8%, ada potensi tren melemah.

Fibonacci membantu melihat kedalaman koreksi dan potensi area entry ideal.

3. Zona Order Block / Demand / Supply

Retracement sering kembali ke area imbalances atau footprint order besar sebelumnya. Ini menjadi area entry yang sangat berkualitas karena mencerminkan area keputusan institusi.

4. Breaker Block dan Mitigation Zone

Retracement yang menyapu likuiditas sebelum kembali ke zona pemicu sering menjadi pola yang diincar para trader berbasis Smart Money Concept (SMC).


Pola Price Action untuk Entry Retracement

Setelah menemukan zona retracement potensial, langkah berikutnya adalah menunggu sinyal price action yang meyakinkan.

Berikut pola yang sering digunakan sebagai trigger entry:

1. Pin Bar (Bullish/Bearish Rejection)

Menandakan penolakan kuat pada area retracement.

2. Engulfing Candle

Memperlihatkan dominasi buyer atau seller setelah retracement.

3. Inside Bar Breakout

Menandakan konsolidasi kecil sebelum impuls lanjutan.

4. Fakey Pattern

Pergerakan palsu yang kemudian kembali mengikuti arah tren utama.

Pola-pola ini membantu memastikan retracement sudah selesai dan momentum tren siap berlanjut.


Langkah-Langkah Praktis Melakukan Retracement Entry

Berikut panduan langkah demi langkah untuk mengeksekusi strategi ini dengan baik:

1. Identifikasi Tren Terlebih Dahulu

Periksa struktur market, MA, dan volume. Jangan pernah melakukan retracement entry dalam kondisi sideways.

2. Tandai Area Retracement Potensial

Gunakan Fibonacci, MA, atau zona supply/demand. Tandai area dengan jelas agar tidak tergesa-gesa.

3. Tunggu Harga Masuk ke Zona

Sabar adalah kunci utama. Biarkan harga datang ke zona Anda, bukan sebaliknya.

4. Cari Sinyal Price Action

Entry tanpa sinyal hanya akan meningkatkan risiko overshoot. Tunggu candle konfirmasi.

5. Tentukan Stop Loss yang Logis

SL biasanya ditempatkan:

  • Di bawah HL (untuk tren naik)

  • Di atas LH (untuk tren turun)

  • Di bawah/atas rejection candle

  • Di luar order block

6. Gunakan Risk Management Ketat

Risiko maksimal 1–2% per posisi. Trading retracement bukan hanya soal entry yang bagus, tapi juga ketahanan modal.

7. Eksekusi dengan Disiplin

Jangan memperbesar lot hanya karena tren terlihat kuat. Fokus pada konsistensi, bukan euforia.


Kesalahan Umum Trader Saat Retracement Entry

1. Masuk Terlalu Cepat

Trader sering terpancing begitu harga mulai turun sedikit, padahal retracement belum memasuki zona ideal.

2. Masuk Tanpa Sinyal

Banyak yang entry hanya karena “kelihatannya akan reverse”. Ini sangat berbahaya.

3. Entry Melawan Tren Utama

Terkadang trader salah mengira retracement adalah awal reversal, sehingga mereka malah masuk berlawanan arah.

4. Mengabaikan Struktur High-Low

Tidak memperhatikan higher low atau lower high dapat menyebabkan posisi terjebak di tengah pembalikan harga.


Contoh Skenario Entry Retracement Dalam Tren Naik

Misalkan EURUSD sedang berada dalam tren naik kuat. Harga membentuk higher high baru. Setelah itu harga turun pelan mendekati MA 20. Anda melakukan langkah berikut:

  1. Tandai zona MA 20 sebagai area retracement.

  2. Tarik Fibonacci dari swing low ke swing high.

  3. Area bertemu dengan level 38.2% Fibonacci → zona valid.

  4. Tunggu candle bullish pin bar muncul.

  5. Entry buy di penutupan candle.

  6. Stop loss ditempatkan sedikit di bawah pin bar.

  7. Target adalah higher high berikutnya atau RR minimal 1:2.

Dengan cara ini, Anda tidak hanya masuk pada harga optimal, tetapi juga memahami konteks struktur pasar secara keseluruhan.


Akhir Artikel – Ajak Pembaca untuk Mengikuti Program Edukasi Didimax

Jika Anda ingin mempelajari strategi retracement entry hingga benar-benar mahir, tidak cukup hanya membaca teori. Anda membutuhkan latihan, pembimbingan, serta bimbingan langsung dari mentor berpengalaman. Di Didimax, Anda bisa mengikuti program edukasi trading yang komprehensif, mulai dari teknik dasar hingga strategi tingkat lanjut seperti SMC, market structure, trend continuation, pattern reading, dan manajemen risiko yang benar.

Didimax menyediakan fasilitas edukasi gratis, live webinar, analisis harian, serta bimbingan one-on-one untuk membantu trader meningkatkan kualitas keputusan trading mereka. Anda dapat bergabung secara online kapan saja atau datang langsung ke kantor Didimax. Kunjungi https://didimax.co.id/ untuk mengetahui jadwal kelas, materi pembelajaran, serta berbagai benefit lain yang dapat membantu Anda berkembang menjadi trader yang lebih konsisten dan profesional.