Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Strategi Scale–Out Profit: Teknik Keluar Bertahap untuk Memaksimalkan Keuntungan dan Meminimalkan Risiko

Strategi Scale–Out Profit: Teknik Keluar Bertahap untuk Memaksimalkan Keuntungan dan Meminimalkan Risiko

by Rizka

Strategi Scale–Out Profit: Teknik Keluar Bertahap untuk Memaksimalkan Keuntungan dan Meminimalkan Risiko

Dalam dunia trading profesional, strategi untuk masuk ke pasar (entry) sering menjadi fokus utama, sementara strategi keluar (exit strategy) justru sering terabaikan. Padahal, pengelolaan posisi saat sudah berada di dalam pasar jauh lebih menentukan hasil akhir portofolio dibanding sekadar menemukan titik entry yang sempurna. Salah satu teknik exit yang semakin populer di kalangan trader berpengalaman adalah strategi scale–out profit, yaitu teknik menutup posisi secara bertahap untuk mengunci profit sekaligus mempertahankan peluang mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Scale–out profit sering dianggap lebih adaptif terhadap dinamika pasar karena memberikan fleksibilitas antara konservatif dan agresif. Trader tidak harus memilih antara menutup seluruh posisi terlalu cepat (dan kehilangan potensi keuntungan) atau menahannya terlalu lama (hingga profit berubah menjadi rugi). Dengan scale–out, trader bisa mengambil jalan tengah yang seimbang. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif cara kerja scale–out profit, alasan mengapa strategi ini efektif, pendekatan teknis dalam penerapannya, dan contoh skenario praktisnya.


Apa Itu Scale–Out Profit?

Scale–out profit adalah teknik exit yang dilakukan dengan cara menutup sebagian posisi ketika harga telah bergerak sesuai arah analisa. Dengan menutup sebagian posisi, trader mengamankan profit dan mengurangi risiko di sisa posisi yang masih berjalan. Sisa posisi kemudian dibiarkan untuk menangkap potensi keuntungan lebih besar jika tren berlanjut.

Contoh sederhana:
Jika trader membuka posisi 1 lot, maka dengan strategi scale–out ia dapat:

  • Tutup 0.3 lot ketika profit mencapai target pertama

  • Tutup 0.3 lot ketika harga mencapai target kedua

  • Biarkan 0.4 lot berjalan sampai mencapai level take profit akhir atau mengikuti trailing stop

Dengan pola seperti itu, trader mengelola posisi dengan lebih fleksibel dibanding menutup seluruh lot sekaligus.


Mengapa Strategi Scale–Out Profit Efektif?

1. Mengurangi tekanan psikologis

Ketika sebagian profit sudah diamankan, trader merasa lebih tenang. Emosi fear of losing profit berkurang karena sebagian posisi sudah “aman”. Rasa tenang membuat pengambilan keputusan lebih objektif.

2. Mengurangi risiko tanpa mengorbankan peluang

Dengan mengurangi sebagian lot yang terbuka, risiko floating berkurang secara signifikan. Namun jika tren masih berlanjut, sisa posisi tetap mendapat peluang profit yang lebih besar.

3. Cocok untuk pasar volatil

Pada kondisi volatil, harga sering bergerak naik turun dengan cepat. Menutup sebagian posisi melindungi akun dari potensi reversal tajam.

4. Memaksimalkan pergerakan trending

Jika tren berlanjut, strategi scale–out mampu memberikan hasil optimal. Anda bisa “meriding tren” lebih lama dengan risiko yang lebih kecil.


Pendekatan Teknis dalam Menerapkan Scale–Out Profit

1. Tentukan ukuran posisi awal secara proporsional

Scale–out akan efektif jika ukuran posisi awal cukup besar untuk dibagi menjadi beberapa bagian. Misalnya 1 lot, 2 lot, atau lebih, tergantung modal dan risk management.

2. Tentukan target profit bertingkat (TP1 – TP2 – TP3)

Biasanya trader membagi target menjadi:

  • TP1: target pendek, biasanya berdasarkan resistance/ support terdekat.

  • TP2: target sedang, mengikuti struktur harga H1 atau H4.

  • TP3: target besar, mengikuti tren utama dan bisa dijalankan dengan trailing stop.

Penentuan target bertingkat ini memberi arah jelas bagaimana skala profit dieksekusi.

3. Gunakan trailing stop pada sisa posisi

Trailing stop membantu mengunci profit tambahan tanpa harus menebak puncak harga. Anda dapat menggunakan:

  • Trailing manual berdasarkan swing high/low

  • Trailing berdasarkan EMA

  • Trailing fixed point (misalnya 30–50 pips)

4. Menentukan jumlah lot yang ditutup pada tiap tahap

Tidak ada aturan baku, tetapi pola umum adalah:

  • 30% – 30% – 40%

  • 50% – 50%

  • 40% – 30% – 30%

Sesuaikan dengan gaya trading dan volatilitas pasangan mata uang.


Contoh Praktis Scale–Out Profit dalam Trading

Misalkan Anda membuka posisi buy 1 lot pada EURUSD berdasarkan analisa break of structure pada time frame H1.

Setelah entry:

  • Harga naik 20 pips → Anda tutup 0.3 lot

  • Harga lanjut naik 40 pips → Anda tutup 0.3 lot lagi

  • Harga naik 60 pips → Anda biarkan sisanya dengan trailing stop

Jika harga tiba-tiba berbalik setelah kenaikan 60 pips, trailing stop yang ketat akan memastikan sisa posisi tetap mengamankan profit tanpa harus menebaknya secara psikologis.


Kapan Sebaiknya Menggunakan Scale–Out Profit?

Strategi ini sangat cocok pada kondisi:

1. Saat pasar trending kuat

Penggunaan scale–out memungkinkan trader bertahan lebih lama dalam tren.

2. Saat terjadi news besar

Volatilitas tinggi membuat harga mudah berbalik, sehingga menutup sebagian profit bisa menjadi penyelamat.

3. Saat ragu apakah tren akan berlanjut

Jika tidak yakin dengan durasi tren, scale–out membantu mengamankan profit tanpa kehilangan peluang.


Kelebihan dan Kekurangan Strategi Scale–Out Profit

Kelebihan:

  • Menjaga keseimbangan antara risiko dan reward

  • Mengurangi tekanan psikologis

  • Memungkinkan profit maksimal dalam tren panjang

  • Mengurangi dampak volatilitas pasar

Kekurangan:

  • Profit bisa berkurang jika ternyata harga langsung mencapai TP besar

  • Membutuhkan manajemen posisi yang lebih aktif

  • Sulit diterapkan jika lot terlalu kecil (misal micro lot tunggal)

Meski begitu, banyak trader profesional lebih memilih strategi ini karena sifatnya yang adaptif dan fleksibel.


Tips Tambahan dalam Penerapan Scale–Out Profit

1. Jangan tergesa-gesa

Pastikan TP1 dan TP2 ditentukan berdasarkan market structure, bukan karena ketakutan atau serakah.

2. Gunakan time frame yang sesuai

Idealnya pada H1 atau H4 karena pergerakan lebih stabil.

3. Konsisten dengan perhitungan risiko

Meskipun lot akan dikurangi, risk per trade harus tetap dihitung dengan benar di awal.

4. Catat setiap eksekusi dalam jurnal trading

Jurnal akan membantu mengevaluasi apakah scale–out benar-benar meningkatkan profitabilitas Anda.


Penutup

Strategi scale–out profit adalah teknik yang sangat efektif untuk trader yang ingin menggabungkan keamanan profit dengan potensi keuntungan lebih besar. Dengan menutup posisi secara bertahap, trader dapat mengelola tekanan psikologis, mengurangi risiko floating, dan tetap memiliki kesempatan memaksimalkan tren. Strategi ini bisa diterapkan pada berbagai gaya trading, baik swing, intraday, maupun scalping, selama mekanismenya direncanakan dengan jelas dan disiplin.


Setelah memahami strategi scale–out profit ini, Anda tentu sadar betapa pentingnya memiliki mentor dan lingkungan edukasi trading yang tepat untuk memaksimalkan pengembangan kemampuan. Di Didimax, Anda tidak hanya mempelajari teknik exit seperti scale–out, tetapi juga diajarkan bagaimana membaca struktur market, memahami sentimen, hingga mengelola risiko secara profesional. Semua materi disampaikan dengan metode yang mudah dipahami dan relevan dengan pergerakan market saat ini.

Jika Anda ingin meningkatkan skill trading ke level yang lebih tinggi, bergabunglah dengan program edukasi trading Didimax melalui situs resmi https://didimax.co.id/. Anda akan mendapatkan akses ke bimbingan langsung, analisa harian, webinar interaktif, dan komunitas trader aktif yang siap mendukung perjalanan trading Anda. Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar langsung dari mentor berpengalaman dan mengubah cara Anda melihat market secara lebih profesional.