Strategi Scalping Double Confirmation
Scalping merupakan salah satu gaya trading yang paling diminati oleh trader forex karena menawarkan peluang profit cepat dalam waktu singkat. Pendekatan ini fokus pada pergerakan kecil harga, biasanya memanfaatkan volatilitas jangka pendek di timeframe rendah seperti M1, M5, atau M15. Namun, karena sifatnya yang cepat dan intens, scalping juga memiliki tantangan tersendiri: potensi sinyal palsu yang lebih besar dibanding trading di timeframe tinggi. Untuk mengurangi risiko kesalahan entry, salah satu metode yang banyak digunakan adalah strategi scalping double confirmation.
Strategi ini menggabungkan dua jenis konfirmasi sebelum entry dilakukan—baik berupa kombinasi indikator teknikal, price action, maupun struktur market tertentu. Tujuan utama double confirmation adalah menyaring sinyal agar hanya entry pada peluang yang memiliki probabilitas tinggi. Dengan demikian, trader tidak mudah terjebak dalam noise pasar atau pergerakan acak yang sering muncul di timeframe rendah.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana strategi scalping double confirmation bekerja, bagaimana menerapkannya, kelebihan-kekurangannya, hingga contoh penerapan praktisnya. Anda juga akan menemukan tips penting untuk meningkatkan akurasi trading serta mengelola risiko dengan benar saat menggunakan strategi ini.
Mengapa Membutuhkan Double Confirmation dalam Scalping?
Pada timeframe rendah, market bergerak dengan sangat cepat. Perubahan kecil dalam likuiditas, keputusan market maker, atau rilis data kecil sekalipun dapat menciptakan spike harga yang tidak terduga. Hal inilah yang membuat scalper sering kali mengalami:
-
Entry terlalu cepat sebelum pola benar-benar terbentuk.
-
Mengalami false breakout.
-
Tertipu oleh candle retracement yang ternyata hanya koreksi kecil.
-
Stop loss tersentuh akibat fluktuasi minor.
Double confirmation membantu mengurangi masalah ini. Dengan mengharuskan dua sinyal valid sebelum entry, Anda dapat menyaring noise pasar dan memperjelas struktur pergerakan harga. Misalnya, ketika EMA crossover memberi sinyal buy, trader masih harus menunggu konfirmasi kedua seperti bentuk candle bullish yang kuat atau momentum oscillator yang searah.
Konsep Dasar Strategi Double Confirmation
Inti dari strategi ini adalah memastikan bahwa entry dilakukan hanya jika dua sinyal berikut terpenuhi:
1. Konfirmasi Trend
Menentukan arah market adalah langkah pertama. Konfirmasi trend dapat berupa:
-
MA/EMA yang slope-nya searah.
-
Higher high & higher low untuk uptrend.
-
Lower high & lower low untuk downtrend.
-
Break struktur sebelumnya (BOS).
Konfirmasi trend bertujuan memastikan bahwa Anda hanya entry searah momentum besar, bukan melawan arah.
2. Konfirmasi Entry
Setelah trend jelas, barulah trader menunggu sinyal entry. Konfirmasi entry bisa berupa:
-
Pole candle (candle impulsif) yang searah.
-
Rejection candle di level tertentu.
-
RSI/MACD/CCI menunjukkan kekuatan momentum.
-
Break & retest level kecil di timeframe M1/M5.
-
Pattern seperti pinbar atau engulfing.
Kombinasi dua hal inilah yang menjadi inti metode double confirmation—trend + sinyal entry.
Contoh Setup Double Confirmation yang Populer
Berikut beberapa kombinasi yang paling banyak digunakan scalper:
1. EMA 20 + Price Action Rejection
Setup ini sederhana namun efektif:
-
Gunakan EMA 20 untuk melihat trend.
-
Tunggu harga pullback dan menyentuh EMA.
-
Cari candle rejection seperti pinbar, doji atau hammer.
-
Entry saat harga menembus high/low candle konfirmasi.
Kunci setup ini adalah menunggu rejection agar tidak entry hanya karena sentuhan EMA semata.
2. MACD Momentum + Break Retest
Kombinasi ini cocok untuk market yang sedang trending:
-
MACD histogram menunjukkan momentum kuat.
-
Harga menembus level minor support/resistance.
-
Menunggu retest ke level tersebut.
-
Entry saat candle retest ditutup searah trend.
Strategi ini mengurangi risiko false breakout.
3. RSI Divergence + Engulfing Candle
Setup ini digunakan untuk menangkap reversal kecil dalam scalping:
-
RSI menunjukkan divergence di timeframe M5.
-
Tunggu konfirmasi kedua berupa bullish/bearish engulfing.
-
Entry setelah candle engulfing selesai terbentuk.
Metode ini efektif untuk scalper yang ingin menangkap perubahan kecil momentum.
Aturan Entry dan Exit dalam Scalping Double Confirmation
Agar strategi bekerja konsisten, berikut aturan yang dapat digunakan:
Aturan Entry
-
Pastikan trend sudah jelas (melalui MA atau struktur harga).
-
Tunggu retest atau pullback.
-
Biarkan konfirmasi kedua muncul (candle atau indikator).
-
Entry hanya jika kedua sinyal benar-benar searah.
Jangan entry terlalu cepat. Sabar menunggu dua konfirmasi adalah kunci.
Aturan Exit
Karena scalping mengejar target kecil namun cepat, exit perlu disusun rapi:
-
TP kecil antara 5–15 pips atau mengikuti impuls awal.
-
SL ketat di balik candle konfirmasi atau level minor.
-
Bisa gunakan partial close untuk mengamankan profit.
-
Jika market bergerak lambat, lebih baik close manual daripada berharap.
Manajemen Risiko dalam Strategi Double Confirmation
Walau akurasi tinggi, tanpa manajemen risiko yang baik, scalping tetap bisa merugikan. Perhatikan hal berikut:
1. Ukuran Lot
Karena SL biasanya kecil, jangan overlot. Idealnya risiko maks 1% per posisi.
2. Hindari Overtrade
Scalper sering terjebak ingin entry terus-menerus. Fokus pada kualitas sinyal, bukan kuantitas.
3. Waktu Trading
Scalping ideal dilakukan saat market likuid:
-
Sesi London
-
Sesi New York
-
Overlap London–New York
Hindari saat market sideway sempit.
4. Catat Semua Trade
Jurnal trading penting untuk melihat apakah strategi double confirmation Anda konsisten.
Kelebihan Strategi Scalping Double Confirmation
-
Mengurangi noise pasar.
-
Menghindari false entry.
-
Lebih akurat dibanding strategi satu sinyal.
-
Bisa digunakan pada berbagai pair dan timeframe rendah.
-
Cocok bagi trader yang ingin disiplin dan sistematis.
Kekurangan Strategi Ini
-
Membutuhkan kesabaran menunggu dua sinyal.
-
Kadang entry terlambat karena menunggu konfirmasi lengkap.
-
Tidak cocok untuk market sangat cepat (volatile ekstrem).
-
Harus memahami price action dengan baik.
Meski demikian, kekurangan ini bisa diatasi dengan latihan dan pengalaman.
Contoh Skenario Praktis
Misalkan Anda trading EURUSD di timeframe M5:
-
EMA 20 menunjukkan trend naik.
-
Harga pullback ke area EMA.
-
Muncul candle pinbar bullish (rejection).
-
Entry buy saat candle berikutnya breakout high pinbar.
-
Stop loss di bawah ekor pinbar.
-
Take profit 10–15 pips atau sesuai impuls.
Inilah esensi strategi double confirmation—menunggu dua hal bekerja bersamaan sebelum entry.
Di era trading modern yang penuh noise dan volatilitas, strategi scalping double confirmation menawarkan pendekatan yang jauh lebih aman dan terstruktur. Dengan dua lapis validasi sebelum entry, trader dapat meminimalkan kesalahan dan meningkatkan probabilitas profit secara konsisten. Kunci utama keberhasilan strategi ini adalah disiplin dan kesabaran. Jangan pernah memaksakan entry jika salah satu sinyal belum muncul. Fokus pada kualitas sinyal, bukan banyaknya posisi. Dengan latihan yang konsisten dan disiplin yang kuat, strategi ini bisa menjadi salah satu fondasi terbaik untuk mencapai profit jangka panjang dalam dunia scalping.
Jika Anda ingin memperdalam teknik ini, memahami lebih dalam tentang price action, momentum, dan teknik membaca struktur pasar, maka Anda bisa mendapatkan panduan yang lebih komprehensif melalui program edukasi trading Didimax. Anda akan dibimbing oleh mentor berpengalaman yang siap membantu Anda memahami strategi double confirmation secara langsung melalui praktik dan studi kasus real market.
Bergabunglah dengan komunitas trader Didimax melalui https://didimax.co.id/ untuk mendapatkan materi pelatihan lengkap, webinar rutin, sinyal edukasi, dan bimbingan personal. Dengan pembelajaran yang sistematis dan komunitas suportif, Anda akan memiliki fondasi yang jauh lebih kuat untuk berkembang menjadi trader yang disiplin, terstruktur, dan konsisten.