Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Strategi Scalping Sebelum News dengan Pending Order

Strategi Scalping Sebelum News dengan Pending Order

by Rizka

Strategi Scalping Sebelum News dengan Pending Order

Scalping merupakan salah satu gaya trading yang populer di kalangan trader forex karena menawarkan peluang profit dalam waktu yang relatif singkat. Namun, scalping yang dilakukan menjelang rilis berita berdampak tinggi (high impact news) memiliki tantangan tersendiri. Pada jam-jam tertentu sebelum news dirilis, pasar biasanya mulai menunjukkan peningkatan volatilitas, likuiditas dapat menurun, spread melebar, dan terjadi pergerakan harga yang tidak menentu. Dalam situasi tersebut, penggunaan pending order menjadi strategi yang banyak digunakan untuk mengantisipasi lonjakan harga mendadak setelah berita dirilis.

Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana menerapkan strategi scalping sebelum news dengan pending order, apa risiko dan keuntungannya, bagaimana cara menempatkan order dengan tepat, serta bagaimana mengatur manajemen risiko agar tidak terjebak dalam whipsaw atau manipulasi pasar jangka pendek menjelang news. Dengan pemahaman yang matang, strategi ini dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk memaksimalkan peluang profit sekaligus meminimalkan risiko pada saat-saat yang penuh ketidakpastian tersebut.


Memahami Karakteristik Pasar Sebelum News

Sebelum membahas teknis strategi, penting bagi trader untuk memahami dinamika pasar menjelang rilis berita. Umumnya, kondisi yang sering muncul adalah:

  1. Volatilitas meningkat perlahan
    Trader mulai memposisikan diri sehingga harga mulai bergerak naik-turun secara acak namun dalam rentang tertentu.

  2. Spread mulai melebar
    Broker biasanya menyesuaikan spread untuk mengantisipasi volatilitas ekstrem.

  3. Likuiditas berkurang
    Banyak pelaku pasar besar yang tidak ingin membuka posisi besar sebelum berita rilis, sehingga volume transaksi menurun.

  4. Arah pergerakan kadang tidak jelas
    Walaupun ada sinyal teknikal, berita besar dapat mengabaikan sinyal sebelumnya dan langsung membuat harga melonjak.

Dengan mengetahui karakteristik ini, kita bisa memahami mengapa pending order sering menjadi strategi pilihan. Pending order memungkinkan trader untuk merespon pergerakan eksplosif tanpa harus melakukan eksekusi manual yang sering terlambat.


Mengapa Pending Order Cocok untuk Scalping Sebelum News?

Pending order adalah tipe order yang tereksekusi ketika harga menyentuh level tertentu. Trader tidak perlu menunggu atau mengeksekusi secara manual. Alasan pending order sangat cocok untuk news trading antara lain:

  1. Mengantisipasi lonjakan harga dengan cepat
    Saat news dirilis, pergerakan harga bisa bergerak puluhan hingga ratusan pip dalam hitungan detik. Pending order dapat menangkap momen ini secara otomatis.

  2. Menghindari keterlambatan eksekusi manual
    Scalper sering gagal mengeksekusi karena harga bergerak terlalu cepat. Pending order menutup celah ini.

  3. Mengatur strategi sebelum volatilitas tinggi terjadi
    Trader bisa menetapkan level entry, stop loss, dan take profit sebelum news rilis, sehingga semua sudah siap.

  4. Meminimalkan emosi dan reaksi spontan
    Keputusan yang emosional sering berakibat buruk di kondisi pasar cepat. Pending order mengeliminasi keputusan impulsif.

Namun, strategi ini tetap membutuhkan manajemen risiko dan perhitungan yang matang, karena volatilitas dapat menimbulkan slippage atau eksekusi pada harga yang kurang ideal.


Jenis Pending Order yang Digunakan

Ada empat jenis pending order utama, tetapi yang paling relevan untuk strategi scalping sebelum news biasanya adalah:

1. Buy Stop

Order buy stop dipasang di atas harga berjalan saat ini. Ketika harga naik dan menyentuh level tersebut, order akan aktif menjadi buy market. Cocok untuk mengantisipasi breakout ke atas setelah news.

2. Sell Stop

Order sell stop dipasang di bawah harga berjalan. Order akan aktif jika harga turun dan melewati level tersebut. Cocok untuk mengantisipasi breakout ke bawah.

3. Buy Limit & Sell Limit

Limit order biasanya lebih berisiko menjelang news karena harga jarang melakukan retracement yang stabil; kemungkinan besar langsung breakout. Namun trader berpengalaman terkadang menggunakannya untuk skenario retrace cepat setelah lonjakan extreme (reversal pendek).

Untuk strategi scalping sebelum news, kombinasi buy stop dan sell stop biasanya menjadi yang paling efektif.


Teknik Eksekusi Strategi Pending Order Sebelum News

Berikut langkah-langkah yang umum dilakukan trader profesional:


1. Identifikasi Waktu News Berdampak Tinggi

Gunakan kalender ekonomi untuk melihat jadwal rilis berita seperti:

  • Non-Farm Payroll (NFP)

  • CPI (inflasi)

  • FOMC statements

  • PDB

  • Suku bunga (Interest Rates)

  • PMI

Pastikan Anda masuk ke pasar minimal 5–10 menit sebelum news rilis untuk menyiapkan pending order.


2. Tentukan Range Konsolidasi Menjelang News

Biasanya harga akan bergerak sideways sebelum news. Anda bisa menentukan range ini dengan:

  • Menggunakan timeframe M5 atau M15

  • Menentukan high–low dalam 30–60 menit terakhir

  • Menarik garis support dan resistance terdekat

Range konsolidasi ini akan menjadi acuan penempatan pending order.


3. Pasang Buy Stop dan Sell Stop di Luar Range

Penempatannya bisa seperti berikut:

  • Buy Stop berada 5–15 pip di atas resistance

  • Sell Stop berada 5–15 pip di bawah support

Tujuannya adalah menangkap breakout kuat setelah news dirilis.


4. Atur Stop Loss yang Realistis

Scalping news harus memiliki SL ketat agar tidak terseret pergerakan liar.

Umumnya SL dapat dipasang:

  • 10–20 pip dari entry untuk pair mayor

  • 20–40 pip untuk XAUUSD (emas)

  • 30–50 pip untuk GBP atau pair high volatility

Pastikan SL terukur agar tidak terkena whipsaw mematikan ketika harga bergerak cepat ke dua arah.


5. Atur Take Profit Sesuai Volatilitas News

Untuk scalping news, TP biasanya pendek tetapi pasti.

Contoh pengaturan TP:

  • 15–30 pip untuk major pairs

  • 30–60 pip untuk XAUUSD

  • Atau gunakan rasio minimal 1:2

Jika harga terus bergerak mengikuti arah breakout, trailing stop bisa ditambahkan untuk mengunci profit.


6. Siapkan Antisipasi Whipsaw

Kadang harga breakout ke satu arah lalu kembali berbalik ke arah sebaliknya. Jika kedua pending order aktif, Anda bisa:

  • Menutup posisi yang loss dengan cepat

  • Menggeser SL ke BE (breakeven) pada posisi profit

  • Tidak membuka posisi baru sampai arah jelas

Disiplin eksekusi sangat penting karena volatilitas tinggi dapat menggagalkan strategi dalam hitungan detik.


Kelebihan Strategi Scalping Pending Order Sebelum News

Beberapa keuntungan utama:

  1. Menangkap pergerakan cepat yang sulit dieksekusi manual

  2. Mengurangi tekanan psikologis dan impulsive trading

  3. Cocok untuk trader yang tidak ingin memantau chart terus-menerus

  4. Dapat memberikan profit signifikan dalam waktu sangat singkat

  5. Efektif pada volatilitas tinggi


Kekurangan dan Risiko Strategi Ini

Namun, tetap ada risiko yang perlu dipahami:

  1. Slippage
    Order aktif tetapi dieksekusi pada harga yang jauh dari level yang ditentukan.

  2. Spread melebar
    Bisa menyebabkan order tersentuh lebih cepat dan langsung loss.

  3. Whipsaw ekstrim
    Harga bisa naik turun cepat dan menggulung kedua order sekaligus.

  4. Tidak cocok untuk akun sangat kecil
    Karena risiko volatilitas tinggi tidak dapat dikontrol sepenuhnya.

Dengan pemahaman risiko ini, trader dapat menyesuaikan ukuran lot dan frekuensi eksekusi strategi.


Contoh Penerapan Strategi

Misalnya pada rilis berita Non-Farm Payroll:

  • Harga bergerak dalam range 20 pip selama 45 menit.

  • Resistance: 1.1000

  • Support: 1.0980

Maka:

  • Buy Stop: 1.1012

  • Sell Stop: 1.0968

  • SL di 15 pip

  • TP di 25–30 pip

Ketika news rilis, jika harga langsung breakout ke satu arah, pending order akan aktif dan profit dapat diperoleh dalam beberapa detik hingga menit.


Kesimpulan

Strategi scalping sebelum news dengan pending order adalah salah satu metode yang dapat memberikan hasil cepat dan efektif pada kondisi market yang sangat volatil. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada pemahaman karakteristik news, penempatan pending order yang tepat, serta disiplin dalam menjalankan manajemen risiko. Strategi ini tidak direkomendasikan untuk trader pemula tanpa bimbingan, karena volatilitas tinggi dapat menyebabkan kerugian signifikan jika tidak memahami teknik mitigasi risiko seperti pengaturan SL yang tepat, pengelolaan lot, dan reaksi cepat terhadap pergerakan ekstrem.

Dengan latihan yang konsisten dan evaluasi yang benar, strategi ini bisa menjadi bagian penting dari sistem trading Anda, terutama bagi Anda yang ingin memaksimalkan peluang profit dalam waktu singkat pada saat-saat krusial menjelang rilis berita ekonomi besar.


Dengan memahami strategi ini, Anda dapat meningkatkan ketepatan dan kepercayaan diri dalam melakukan trading saat pasar memasuki fase volatil. Jika Anda ingin mempelajari lebih dalam teknik scalping sebelum news, cara menghitung risiko, mengatur pending order yang optimal, hingga bagaimana membaca pola pergerakan harga sebelum rilis data ekonomi, Anda bisa bergabung dalam program edukasi trading di Didimax. Tim mentor berpengalaman siap membimbing Anda secara langsung melalui sesi live trading, webinar, dan pembahasan kasus nyata di pasar.

Didimax memberikan fasilitas edukasi lengkap baik untuk trader pemula maupun profesional. Anda akan belajar strategi teknikal, manajemen risiko, psikologi trading, serta cara memilih momentum terbaik untuk scalping sebelum dan sesudah news. Daftar sekarang melalui website resmi https://didimax.co.id/ dan mulai perjalanan trading Anda dengan dukungan komunitas trading terbaik di Indonesia.