Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Strategi Trading Berdasarkan Break Struktur Market (BOS)

Strategi Trading Berdasarkan Break Struktur Market (BOS)

by Rizka

Strategi Trading Berdasarkan Break Struktur Market (BOS)

Break of Structure (BOS) adalah salah satu konsep paling fundamental dalam price action modern yang menjadi dasar dari strategi smart money concept (SMC). BOS membantu trader mengenali perubahan arah tren, mengidentifikasi momentum pasar, serta menemukan area potensial untuk entry yang lebih presisi. Jika dipahami dan digunakan dengan tepat, BOS mampu memberikan sinyal akurat baik dalam kondisi trending maupun saat pasar sedang melakukan pembalikan arah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam apa itu BOS, bagaimana cara mengidentifikasinya, jenis-jenis BOS, serta bagaimana membuat strategi trading berdasarkan break struktur market dengan pendekatan terstruktur. Penjelasan panjang ini bertujuan untuk memberi wawasan yang komprehensif sehingga Anda dapat langsung menerapkannya dalam aktivitas trading harian.


1. Apa Itu Break of Structure (BOS)?

Break of Structure adalah kondisi di mana harga menembus struktur pasar penting, seperti high atau low signifikan sebelumnya. Struktur ini terbentuk dari pergerakan market yang mengikuti pola swing high dan swing low. Ketika harga menembus swing high dalam tren naik, atau swing low dalam tren turun, hal tersebut menjadi indikasi bahwa pasar sedang mempertahankan atau mengubah arah tren.

Inti dari BOS adalah konfirmasi bahwa pasar memiliki kekuatan baru, entah itu untuk melanjutkan tren lama atau untuk memulai tren baru. BOS tidak terjadi pada setiap candlestick; biasanya, BOS diikuti oleh candlestick yang kuat (kandil impulsif) yang menunjukkan dominasi buyer atau seller yang jelas.


2. Struktur Market: Dasar untuk Mendeteksi BOS

Sebelum memahami BOS lebih jauh, kita harus mengenali struktur dasar dari market. Secara umum, struktur market terbagi menjadi tiga kondisi:

a. Uptrend (tren naik)

  • Harga membentuk higher high (HH)

  • Harga membentuk higher low (HL)

Ketika HH ditembus dan mencetak puncak baru, itu biasanya mengindikasikan continuation trend.

b. Downtrend (tren turun)

  • Harga membentuk lower low (LL)

  • Harga membentuk lower high (LH)

Ketika LL ditembus dan mencetak lembah baru, pasar cenderung melanjutkan tren turun.

c. Sideways (ranging)

  • Harga bergerak dalam kisaran (range)

  • Tidak ada HH / HL atau LL / LH yang jelas

Dalam kondisi ini, BOS yang terjadi di luar range bisa menjadi sinyal awal bahwa market akan memulai tren baru.

Struktur inilah yang menjadi dasar ketika menentukan apakah suatu BOS valid atau tidak.


3. Jenis-Jenis Break Struktur Market

BOS tidak hanya satu jenis, melainkan terbagi menjadi beberapa kategori penting yang perlu diidentifikasi agar strategi yang digunakan lebih efektif.

a. Continuation Break of Structure

Ini adalah BOS yang menandakan tren masih berlanjut.

Contoh:

  • Pada uptrend, harga menembus HH dan membentuk HH baru.

  • Pada downtrend, harga menembus LL dan mencetak LL lebih rendah.

Continuation BOS biasanya diikuti dengan pullback yang memberikan peluang entry yang ideal.

b. Reversal Break of Structure

Ini menandakan adanya potensi pembalikan arah tren.

Contoh:

  • Pada uptrend, harga gagal mencetak HH baru dan justru menembus HL.

  • Pada downtrend, harga menembus LH sehingga struktur berubah menjadi uptrend.

Reversal BOS sering terjadi setelah pasar mengalami exhaustion (kelelahan tren).

c. BOS palsu atau Fake BOS

Ini adalah kondisi di mana harga menembus struktur, tetapi segera kembali ke area sebelumnya dan gagal melanjutkan momentum. Banyak trader sering terjebak dalam fake BOS karena tidak menunggu konfirmasi candlestick.

Untuk menghindarinya, diperlukan pemahaman tentang konfirmasi BOS yang valid.


4. Cara Mengidentifikasi BOS yang Valid

Agar tidak salah entry, Anda perlu memahami syarat-syarat BOS yang valid. Berikut indikator validitas BOS:

a. Penembusan yang jelas dan impulsif

Harga harus menembus level struktur dengan candlestick yang solid, bukan wick panjang tanpa body.

b. Penutupan candlestick melewati level struktur

BOS dianggap valid jika body candle menutup di luar area HH atau LL sebelumnya.

c. Adanya retest atau pullback

Retest biasanya terjadi setelah market melakukan BOS, yang menggambarkan proses tes ulang area supply/demand.

d. Volume meningkat atau momentum jelas

Dalam beberapa kasus, peningkatan volume (jika broker menyediakan data) memperkuat sinyal BOS.

Tanpa memenuhi kriteria ini, BOS cenderung berpotensi menjadi fake break.


5. Strategi Trading Berdasarkan Break of Structure

Setelah memahami dasar-dasarnya, kini kita membangun strategi yang lengkap berdasarkan BOS. Strategi ini dapat diaplikasikan pada berbagai pair dan timeframe, mulai dari scalping, intraday, hingga swing trading.

Langkah 1: Identifikasi Tren Utama

Gunakan timeframe tinggi seperti H4 atau H1 untuk melihat struktur trend besar:

  • Tren naik? Cari continuation BOS bullish.

  • Tren turun? Fokus pada continuation BOS bearish.

Menentukan arah tren besar memberi filter agar tidak asal masuk pasar.

Langkah 2: Tandai Swing High dan Swing Low Signifikan

Gunakan tools seperti line chart atau struktur price action sederhana untuk menemukan level-level penting. Dari level inilah kita akan melihat apakah BOS terjadi atau tidak.

Langkah 3: Tunggu Terjadinya BOS

Jangan terburu-buru masuk. Tunggu sampai harga benar-benar menembus struktur:

  • Candlestick menutup di atas HH → BOS bullish

  • Candlestick menutup di bawah LL → BOS bearish

Kesabaran adalah kunci dalam strategi berbasis BOS.

Langkah 4: Cari Area Pullback atau Retest

Entry terbaik biasanya bukan pada saat BOS terjadi, melainkan ketika harga melakukan pullback:

  • Area asal impuls (order block)

  • Demand zone (untuk BOS bullish)

  • Supply zone (untuk BOS bearish)

  • Fibonacci retracement 38.2 – 61.8%

Pullback memberikan rasio risk-reward lebih baik.

Langkah 5: Entry Berdasarkan Konfirmasi Candlestick

Setelah harga retest area penting, tunggu candlestick yang mengonfirmasi arah seperti:

  • Pin bar

  • Bullish/bearish engulfing

  • Inside bar breakout

  • Rejection wick

Konfirmasi ini menghindarkan Anda dari entry prematur atau fake BOS.

Langkah 6: Tentukan Stop Loss dan Take Profit

Gunakan aturan manajemen risiko yang ketat:

  • Stop loss di bawah swing low (untuk buy)

  • Stop loss di atas swing high (untuk sell)

  • TP mengikuti struktur berikutnya atau menggunakan metode trailing stop

Dengan manajemen risiko yang benar, strategi ini memiliki probabilitas tinggi dalam jangka panjang.


6. Contoh Praktis Penggunaan BOS

Mari lihat contoh skenario sederhana:

Skenario Buy

  1. Tren H1 menunjukkan uptrend.

  2. Harga menembus HH dan menutup kuat.

  3. Harga melakukan pullback ke demand zone.

  4. Muncul bullish engulfing.

  5. Entry buy, SL di bawah demand zone, TP pada HH berikutnya.

Skenario Sell

  1. Market membentuk downtrend jelas.

  2. LL ditembus secara impulsif.

  3. Harga retrace ke area supply.

  4. Terbentuk pin bar bearish.

  5. Entry sell, SL di atas supply, TP pada LL baru.

Dengan disiplin mengikuti langkah tersebut, akurasi entry meningkat secara signifikan.


7. Kesalahan Umum Trader Ketika Menggunakan BOS

Meskipun konsep BOS dianggap simple, banyak trader melakukan kesalahan seperti:

a. Masuk terlalu cepat sebelum candle close

Ini memicu false entry.

b. Tidak menunggu pullback

Trader sering FOMO dan masuk tepat saat break, padahal entry terbaik ada di retest.

c. Tidak melihat struktur timeframe lebih tinggi

Hanya melihat timeframe kecil memicu kebingungan arah tren.

d. Salah membaca swing high/low

Kesalahan ini membuat BOS tidak akurat dan sinyal menjadi kabur.

Dengan kesadaran akan kesalahan ini, trader bisa lebih berhati-hati dan meningkatkan kualitas analisa.


8. Kelebihan dan Kekurangan Strategi BOS

Kelebihan

  • Akurat dalam mengidentifikasi perubahan tren

  • Dapat digunakan pada semua timeframe

  • Cocok untuk berbagai gaya trading

  • Berbasis price action yang objektif

Kekurangan

  • Membutuhkan latihan untuk membaca struktur dengan benar

  • Fake BOS sering terjadi saat volatilitas tinggi

  • Butuh disiplin tinggi menunggu konfirmasi


Akhir Artikel – Ajakan untuk Belajar Lebih Dalam

Jika Anda ingin benar-benar menguasai cara membaca struktur market, memahami BOS, dan mempraktikkan strategi ini secara langsung dengan bimbingan mentor berpengalaman, kini saatnya bergabung bersama program edukasi trading di Didimax. Di sana Anda akan mempelajari teknik price action modern, smart money concept, hingga strategi berbasis supply–demand secara mendalam dan terstruktur. Anda tidak hanya belajar teori, tetapi juga pendalaman chart secara real time setiap hari.

Didimax juga menyediakan fasilitas lengkap seperti bimbingan online/offline, analisa harian, dan komunitas aktif yang siap membantu perkembangan Anda sebagai trader. Jika Anda serius ingin meningkatkan akurasi trading dan menghindari kesalahan umum yang banyak dilakukan trader pemula, kunjungi https://didimax.co.id/ dan mulailah perjalanan edukasi trading Anda bersama Didimax hari ini.