Strategi Trading Berdasarkan Volume Spike Saat News
Dalam dunia trading forex, momen rilis berita berdampak tinggi (high impact news) selalu menjadi perhatian utama para trader, baik pemula maupun profesional. Pasalnya, pada saat inilah volatilitas pasar meningkat tajam, harga sering bergerak dengan cepat, dan peluang profit besar dapat muncul hanya dalam hitungan detik. Salah satu indikator utama yang sering diabaikan oleh banyak trader adalah volume spike, yaitu lonjakan volume transaksi yang muncul secara signifikan pada waktu tertentu—terutama ketika news dirilis. Memahami dan memanfaatkan volume spike sebagai sinyal entry dapat menjadi strategi yang sangat menguntungkan, asalkan dilakukan dengan analisis yang tepat dan disiplin tinggi.
Artikel ini akan membahas secara rinci apa itu volume spike, bagaimana cara mengidentifikasinya, mengapa volume spike sangat kuat saat news, serta strategi trading yang dapat diterapkan secara efektif. Dengan pemahaman yang mendalam, trader dapat meningkatkan probabilitas profit dan meminimalkan risiko fake move yang sering terjadi pada kondisi pasar ekstrem.
Apa Itu Volume Spike?
Volume spike adalah kondisi ketika volume transaksi meningkat secara drastis dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan volume ini biasanya muncul ketika pelaku pasar besar seperti institusi, bank, hedge fund, dan investor besar mulai masuk atau keluar dari posisi. Dalam konteks trading forex, meskipun volume tidak seakurat pada saham, indikator volume tick atau indikator seperti Volumes, Money Flow Index, atau OBV (On Balance Volume) dapat membantu trader mengukur intensitas transaksi.
Di saat news besar seperti NFP (Non-Farm Payroll), CPI (Consumer Price Index), FOMC, atau suku bunga The Fed dirilis, volume spike biasanya meningkat dalam waktu sangat singkat. Inilah yang menciptakan aggressive movement yang sering membuat candlestick memiliki range ekstrem. Volume spike inilah yang dapat menjadi sinyal apakah pergerakan tersebut valid (ditopang kekuatan pasar besar) atau hanya fake breakout.
Mengapa Volume Spike Penting Saat News?
Terdapat beberapa alasan mengapa volume spike menjadi indikator yang sangat penting saat news:
1. Mengonfirmasi arah pergerakan harga
Pergerakan harga yang didukung volume besar lebih valid. Jika breakout terjadi saat news namun volumenya kecil, besar kemungkinan pergerakan tersebut hanya manipulasi sementara.
2. Mengindikasikan keterlibatan smart money
Institusi besar tidak mungkin masuk posisi tanpa meninggalkan jejak volume. Lonjakan volume bisa menjadi indikasi bahwa smart money sedang melakukan akumulasi atau distribusi.
3. Menandakan momentum kuat
Kenaikan volume secara tiba-tiba menunjukkan adanya momentum kuat. Ini berguna untuk melihat apakah harga akan lanjut atau segera retrace.
4. Menghindari entry pada saat market noise
Saat news, banyak pergerakan palsu atau wick hunting. Dengan volume spike, trader dapat memfilter mana gerakan palsu dan mana yang didukung kekuatan pasar.
Cara Mengidentifikasi Volume Spike Saat News
Agar strategi volume spike bekerja efektif, trader harus memahami cara melihat pola volume yang relevan saat news:
1. Bandingkan volume candle news dengan candle sebelumnya
Volume spike yang valid biasanya memiliki volume minimal 2–4 kali lebih besar dari candle sebelum news.
2. Perhatikan bentuk candlestick
Volume spike harus dikonfirmasi dengan candlestick kuat, seperti:
-
Marubozu
-
Engulfing
-
Long body candle
Jika volume spike muncul tetapi bentuk candle ragu-ragu (doji), berarti pasar belum memiliki arah jelas.
3. Gunakan timeframe kecil untuk presisi
Timeframe ideal untuk melihat volume spike saat news adalah:
Timeframe kecil membantu melihat momentum awal sebelum pasar benar-benar membentuk arah.
4. Gunakan indikator pendukung
Beberapa indikator yang cocok digunakan:
-
Volume tick
-
OBV
-
Money Flow Index (MFI)
-
Volume Moving Average
Gunakan indikator sebagai konfirmasi tambahan, bukan sebagai penentu utama.
Strategi Trading Berdasarkan Volume Spike Saat News
Berikut adalah strategi yang bisa diterapkan dengan fokus pada volume spike untuk mendapatkan entry yang lebih akurat:
1. Tunggu 1–2 Candle Setelah News Dirilis
Kesalahan terbesar trader adalah masuk saat detik news muncul. Spread melebar, harga lompat, dan sering terjadi stop loss hunting. Alih-alih entry langsung, tunggu 1–2 candle untuk melihat volume spike.
Jika volume spike mendukung breakout, maka pergerakan lebih valid.
2. Entry Mengikuti Arah Dominan Volume
Setelah volume spike muncul:
-
Jika volume spike muncul pada candle bullish besar → dominan buyer
→ cari peluang buy pada pullback.
-
Jika volume spike muncul pada candle bearish besar → dominan seller
→ cari peluang sell pada retracement.
Prinsipnya: ikuti arah pelaku pasar besar.
3. Gunakan Pending Order Limit
Setelah arah jelas, jangan entry di candle spike utama. Biarkan harga retrace sedikit. Pasang order sesuai arah, misalnya:
-
Jika spike bullish, pasang Buy Limit di area pullback 30–50% dari candle spike.
-
Jika spike bearish, pasang Sell Limit di area retracement 30–50% dari candle spike.
Metode ini membuat entry lebih aman dan potensi profit lebih besar.
4. Stop Loss di Belakang Candle Spike
Candle spike adalah acuan validitas momentum. Jika harga kembali melewati low/high candle spike, itu menandakan momentum gagal.
Stop loss ini memang sedikit lebih besar, tetapi jauh lebih aman.
5. Take Profit Mengikuti Struktur Market
Untuk menentukan target profit:
-
Gunakan resistance/support terdekat.
-
Gunakan Fibonacci extension.
-
Gunakan ATR untuk menghitung potensi volatilitas.
Saat news, target bisa lebih besar karena volatilitas tinggi, namun tetap gunakan manajemen risiko.
6. Hindari Entry Saat Candlestick Memiliki Wick Panjang
Jika volume spike muncul, tetapi candlestick memiliki upper/lower wick sangat panjang, itu tanda manipulasi.
Wick panjang menunjukkan terjadi liquidation oleh market maker, bukan pergerakan murni.
7. Konfirmasi dengan Market Structure
Walaupun volume spike kuat, entry harus tetap sesuai arah trend dan struktur market:
-
Jika trend naik dan muncul volume spike bullish → valid continuation.
-
Jika trend turun dan muncul volume spike bearish → valid continuation.
-
Jika volume spike muncul melawan trend → itu sinyal potensi reversal, tetapi perlu konfirmasi ekstra.
Contoh Skenario Realistis Volume Spike Saat News
Misalkan saat rilis data CPI AS, muncul candle bullish besar di timeframe M5 dengan volume spike 4 kali lipat dari candle sebelumnya.
Langkah analisis:
-
Candle naik kuat → dominasi buyer
-
Volume spike besar → smart money masuk
-
Harga retrace sekitar 38% dari candle spike
-
Trader memasang Buy Limit di area retrace
-
Stop loss di bawah low candle spike
-
Take profit di resistance berikutnya atau menggunakan risk reward 1:2
Dengan pendekatan ini, trader tidak masuk di puncak harga, melainkan menunggu koreksi untuk entry yang lebih “smart”.
Kesalahan Umum Trader Saat News
1. Entry sebelum tahu arah
Tanpa konfirmasi volume, entry hanya berdasarkan spekulasi.
2. Entry saat spread melebar
Membuat risiko besar dan harga tidak akurat.
3. Tidak menunggu retracement
Masuk di puncak candle spike dan akhirnya floating loss.
4. Overtrade karena tergiur volatilitas
Padahal news sangat berisiko.
5. Tidak memperhatikan manajemen risiko
SL terlalu kecil sehingga sering kena stop loss hunting.
Kesimpulan
Trading menggunakan strategi volume spike saat news dapat memberikan peluang profit besar dan akurat. Namun strategi ini juga membutuhkan:
-
Ketelitian membaca volume
-
Kedisiplinan menunggu konfirmasi
-
Pemahaman struktur market
-
Manajemen risiko yang matang
Dengan kombinasi tersebut, trader dapat memanfaatkan volatilitas news bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai peluang emas.
Di dunia trading yang semakin kompetitif, memiliki strategi berbasis volume spike dapat menjadi keunggulan tersendiri. Untuk membantu Anda memahami strategi ini secara lebih terstruktur, Didimax menyediakan program edukasi trading lengkap yang dipandu oleh mentor berpengalaman. Anda dapat belajar langsung cara membaca volume, memahami market structure, dan mempraktikkan strategi ini secara real-time dalam sesi kelas maupun live trading.
Bergabung bersama Didimax berarti Anda tidak hanya mendapat materi edukasi terpercaya, tetapi juga akses komunitas trading aktif, bimbingan personal, serta dukungan analisa harian. Kunjungi https://didimax.co.id/ dan mulailah perjalanan trading Anda dengan bekal ilmu yang benar dan terarah. Jangan biarkan peluang besar dari pergerakan news terlewat begitu saja—mulailah belajar dan tingkatkan skill trading Anda sekarang juga.