Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Strategi Trading dengan Daily Range Breakout

Strategi Trading dengan Daily Range Breakout

by Rizka

Strategi Trading dengan Daily Range Breakout

Dalam dunia trading forex, salah satu pendekatan yang cukup populer dan banyak digunakan oleh trader profesional maupun retail adalah strategi daily range breakout. Strategi ini memberikan peluang untuk memanfaatkan pergerakan harga yang kuat setelah pasar membentuk rentang harian (daily range). Dengan memahami bagaimana terbentuknya range harian, bagaimana membaca potensi breakout, serta bagaimana mengelola risiko dengan tepat, seorang trader dapat meningkatkan peluang profit sekaligus meminimalkan potensi kerugian yang tidak perlu. Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang konsep daily range breakout, langkah-langkah penerapannya, indikator pendukung, risiko yang perlu diperhatikan, hingga contoh penerapan dalam market nyata.


1. Memahami Konsep Daily Range

Daily range atau rentang harian adalah selisih antara harga tertinggi (High) dan harga terendah (Low) yang terbentuk dalam satu hari trading. Dalam sesi forex, perhitungan daily range biasanya didasarkan pada penutupan harian waktu server broker, misalnya pukul 00:00 waktu platform. Rentang ini menggambarkan volatilitas harian pasar: semakin besar daily range, semakin tinggi volatilitas; semakin kecil daily range, semakin sepi pergerakan.

Daily range digunakan sebagai acuan utama dalam strategi breakout karena pasar sering kali menunjukkan pola yang konsisten: ketika harga sudah berkonsolidasi dalam range tertentu, ada kemungkinan besar akan terjadi pergerakan kuat ketika salah satu batas range berhasil ditembus. Breakout ini bisa menjadi sinyal awal tren baru, kelanjutan tren yang sudah ada, atau reaksi pasar terhadap data fundamental.


2. Mengapa Daily Range Penting dalam Breakout Trading

Ada beberapa alasan mengapa daily range menjadi indikator penting dalam strategi breakout:

a. Struktur Harga Jelas

Daily range memberikan gambaran jelas mengenai area support dan resistance harian. Ketika harga berada di dekat batas atas atau bawah range, kemungkinan muncul momentum breakout meningkat.

b. Mengikuti Pergerakan Market Secara Objektif

Strategi ini berbasis level harga yang spesifik dan terukur, bukan asumsi. Level high dan low harian bersifat objektif, sehingga memudahkan trader membuat rencana entry, stop loss, dan take profit.

c. Menangkap Momentum Awal

Breakout sering terjadi ketika ada peningkatan volume dan volatilitas, khususnya pada sesi London dan New York. Trader yang mampu menangkap momentum awal berpotensi mendapatkan keuntungan dari pergerakan signifikan tersebut.

d. Cocok untuk Berbagai Jenis Trader

Strategi ini dapat dipakai oleh scalper, day trader, hingga swing trader dengan menyesuaikan time frame yang digunakan.


3. Kapan Terjadinya Daily Range Breakout?

Daily range breakout sering terjadi pada momen tertentu, tergantung karakteristik market dan sesi perdagangan:

a. Awal Sesi London

Pada awal pembukaan sesi London, pasar Eropa memberikan volume besar yang sering memicu breakout dari range Asia yang cenderung sempit.

b. Awal Sesi New York

Sesi New York membawa katalis tambahan, terutama sebelum dan sesudah rilis data ekonomi penting seperti NFP, CPI, dan FOMC.

c. Ketika Market Mengalami Konsolidasi Panjang

Semakin lama harga bergerak dalam range sempit, semakin besar kemungkinan breakout yang kuat terjadi.

d. Saat Fundamental Mengubah Sentimen

Rilis news besar dapat menghancurkan level support/resistance harian sehingga breakout terjadi dengan cepat dan agresif.


4. Langkah-Langkah Penerapan Strategi Daily Range Breakout

Berikut langkah-langkah sistematis untuk menerapkan strategi ini:

1. Identifikasi Daily High dan Daily Low

Buka chart H1 atau H4 dan tandai level high dan low hari sebelumnya atau hari berjalan. Gunakan drawing tool seperti horizontal line untuk menandainya.

2. Tunggu Harga Mendekati Level Kritis

Perhatikan bagaimana harga bereaksi saat mendekati area resistance (high) atau support (low) harian. Tunggu konfirmasi apakah harga benar-benar ingin menembus level tersebut.

3. Tunggu Candle Close di Atas/Bawah Level

Breakout yang valid terjadi ketika candle berhasil close melewati level high/low, bukan sekadar shadow.

4. Entry dengan Pending Order atau Market Order

Ada dua metode entry:

  • Buy Stop Trading: Letakkan buy stop beberapa pip di atas daily high.

  • Sell Stop Trading: Letakkan sell stop beberapa pip di bawah daily low.

5. Pasang Stop Loss yang Logis

Letakkan stop loss tepat di bawah/atas range harian yang ditembus untuk menghindari fake breakout. Idealnya, SL berjarak 10–20 pips, tergantung volatilitas pair.

6. Menentukan Target Profit

Target profit dapat ditentukan berdasarkan:

  • Lebar daily range

  • Struktur market di time frame lebih besar

  • Fibonacci extension

  • Rasio risk/reward minimal 1:2

7. Manajemen Breakout Failure

Jika breakout gagal dan harga kembali ke dalam range, exit segera atau gunakan trailing stop agar kerugian tetap minimal.


5. Indikator yang Mendukung Strategi Ini

Walaupun daily range breakout dapat berjalan tanpa indikator tambahan, beberapa indikator bisa membantu meningkatkan akurasi analisis:

a. Average True Range (ATR)

Digunakan untuk mengetahui volatilitas harian. Jika ATR tinggi, peluang breakout semakin besar.

b. Volume atau Tick Volume

Volume meningkat drastis sebelum breakout adalah tanda pasar sedang bersiap bergerak.

c. Moving Average

MA20 atau MA50 dapat membantu mengidentifikasi arah tren dominan.

d. Bollinger Bands

Jika harga berada di luar upper atau lower band setelah breakout, potensi pergerakan lanjutan lebih besar.


6. Risiko pada Strategi Daily Range Breakout

Walaupun efektif, ada risiko yang perlu diperhatikan:

a. Fake Breakout (False Breakout)

Harga menembus level high/low tetapi kemudian kembali masuk ke dalam range. Ini bisa merugikan jika tidak menggunakan stop loss.

b. Spread Melebar

Pada awal sesi London atau saat rilis news, spread dapat melebar dan memicu order terlalu cepat.

c. Volatilitas Ekstrem

Breakout yang terlalu cepat dapat membuat trader sulit entry atau menyebabkan slippage.

d. Overtrading

Beberapa trader terlalu agresif mengambil semua sinyal, padahal tidak semua breakout layak dieksekusi.


7. Contoh Skenario Daily Range Breakout

Misalnya pada pair EURUSD, range Asia membentuk high di 1.0830 dan low di 1.0800. Saat sesi London dibuka, volume meningkat dan harga mulai menekan area resistance. Candle H1 ditutup di atas level 1.0830, menandakan breakout valid. Trader kemudian entry buy dengan target profit setengah dari rata-rata daily range 80 pips, yaitu sekitar 40 pips. Stop loss ditempatkan 10–15 pips di bawah high yang ditembus.

Strategi seperti ini sering memberikan peluang profit konsisten ketika diterapkan dengan disiplin dan tidak terburu-buru masuk tanpa konfirmasi.


Pada akhirnya, strategi daily range breakout dapat menjadi salah satu senjata efektif bagi trader yang ingin menangkap momentum kuat dari breakout harian. Namun, kunci utamanya adalah disiplin dalam menunggu konfirmasi, menerapkan manajemen risiko ketat, serta fokus pada kondisi market yang mendukung breakout. Dengan memahami kapan dan di mana breakout memiliki probabilitas besar, Anda dapat memanfaatkan strategi ini lebih optimal.

Jika Anda ingin mempelajari lebih dalam tentang strategi trading, memahami perilaku pasar, serta mendapatkan bimbingan langsung dari mentor berpengalaman, Anda bisa bergabung dengan program edukasi trading Didimax. Di sana Anda akan dibimbing untuk memahami berbagai strategi, termasuk teknik breakout, analisis teknikal, fundamental, hingga psikologi trading yang sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang.

Kunjungi https://didimax.co.id/ dan daftarkan diri Anda sekarang untuk mendapatkan akses ke kelas edukasi, bimbingan harian, dan materi lengkap yang akan membantu Anda berkembang sebagai trader yang lebih konsisten dan terarah. Bergabunglah bersama komunitas trader Didimax untuk mempercepat proses belajar Anda dalam dunia trading forex.