Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Strategi Trading Menggunakan Trailing ATR 3×

Strategi Trading Menggunakan Trailing ATR 3×

by Rizka

Strategi Trading Menggunakan Trailing ATR 3×

Dalam dunia trading modern, kemampuan mengatur risiko dan mengoptimalkan profit adalah dua aspek paling krusial yang membedakan trader sukses dari trader biasa. Salah satu teknik manajemen risiko yang banyak digunakan profesional adalah penggunaan Average True Range (ATR) sebagai dasar untuk menentukan trailing stop. Dari berbagai variasi formula yang ada, penggunaan Trailing ATR 3× menjadi salah satu strategi yang populer karena memberikan keseimbangan antara fleksibilitas mengikuti tren dan perlindungan kapital saat volatilitas meningkat.

ATR sendiri merupakan indikator yang dikembangkan oleh J. Welles Wilder Jr. Indikator ini mengukur volatilitas pasar dengan melihat rata-rata rentang pergerakan harga dalam periode tertentu. Dengan kata lain, ATR memberikan gambaran seberapa lebar pergerakan harga normal suatu aset dalam jangka pendek. Daripada menebak-nebak level stop loss berdasarkan angka arbitrer, ATR membantu trader membuat keputusan yang lebih objektif karena didasarkan pada kondisi aktual pasar.

Menggunakan ATR sebagai trailing stop memiliki keunggulan dibandingkan stop loss statis. Stop loss statis tidak berubah meskipun volatilitas pasar meningkat, sehingga seringkali membuat posisi stop loss tersentuh oleh pergerakan harga wajar. Sebaliknya, trailing stop menggunakan ATR otomatis menyesuaikan dengan dinamika volatilitas. Ketika volatilitas meningkat, jarak trailing stop akan semakin lebar, sehingga mengurangi risiko stop loss tersentuh oleh noise harga. Sebaliknya, saat volatilitas rendah, trailing stop lebih rapat sehingga profit dapat diamankan lebih cepat.

Konsep Dasar Trailing ATR 3×

Penerapan trailing ATR 3× berarti jarak trailing stop ditetapkan sebesar 3 kali nilai ATR. Misalnya, jika ATR pada time frame tertentu menunjukkan nilai 20 pips, maka trailing stop diletakkan pada jarak 60 pips dari harga berjalan. Faktor pengali 3 ini cukup umum digunakan karena dianggap memberi ruang yang cukup bagi harga untuk bergerak wajar tanpa terlalu mudah terkena stop loss.

Trailing ATR 3× dapat digunakan dalam berbagai kondisi pasar, baik trending maupun swing. Namun strategi ini paling optimal digunakan ketika pasar sedang berada dalam tren kuat. Hal ini karena trailing stop memberikan fleksibilitas bagi trader untuk menaikkan atau menurunkan posisi stop seiring berlanjutnya tren, sehingga potensi profit dapat dimaksimalkan.

Manfaat Penggunaan Trailing ATR 3×:

  1. Adaptif terhadap volatilitas: Stop loss menyesuaikan kondisi pasar.

  2. Otomatis mengunci profit: Seiring tren bergerak, trailing stop ikut naik atau turun.

  3. Mengurangi emosi trading: Trader tidak perlu menutup posisi secara manual sehingga menghindari keputusan impulsif.

  4. Melindungi modal saat volatilitas ekstrem: Jarak stop akan melebar ketika ATR tinggi sehingga terhindar dari stop out yang tidak perlu.


Cara Menggunakan Trailing ATR 3× dalam Trading

Untuk menerapkan strategi ini, trader harus memahami alur langkah-langkah dalam menentukan entry, mengelola posisi, dan menyesuaikan trailing stop. Berikut penjelasan lengkapnya.


1. Menentukan Time Frame dan ATR

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memilih time frame yang akan digunakan. Biasanya strategi ini bekerja lebih stabil pada time frame H1 ke atas, seperti H4 atau Daily. Pada time frame kecil seperti M5 atau M15, volatilitas sering lebih tinggi dan noise lebih banyak, sehingga ATR cenderung fluktuatif.

Selanjutnya, tentukan periode ATR. Banyak trader menggunakan periode standar ATR 14, tetapi Anda dapat menyesuaikannya tergantung gaya trading. Periode lebih kecil seperti ATR 7 akan lebih sensitif, sedangkan ATR 20 lebih smooth dan lambat merespon perubahan volatilitas.

Contoh Penggunaan:

  • Time frame: H4

  • ATR periode: 14

  • Nilai ATR saat itu: 25 pips

  • Trailing stop = 3 × ATR = 75 pips

Maka posisi stop loss akan mengikuti harga dengan jarak 75 pips dari candle tertinggi (untuk buy) atau candle terendah (untuk sell).


2. Menentukan Entry: Mengikuti Tren

Trailing ATR 3× paling ideal diterapkan pada strategi yang mengikuti tren (trend following). Anda bisa menggunakan indikator tambahan untuk mendeteksi tren seperti:

  • Moving Average 50 dan 200 (Golden Cross / Death Cross)

  • Struktur market HH–HL untuk tren naik dan LH–LL untuk tren turun

  • Break of Structure (BOS)

  • Momentum breakout dari support atau resistance

Entry Buy:

  • Tren naik sudah jelas (harga di atas MA atau struktur HH–HL)

  • Tunggu pullback lalu entry pada area yang sesuai

  • Pasang stop loss awal di bawah swing low dengan jarak = 3×ATR

Entry Sell:

  • Tren turun sudah terbentuk

  • Tunggu retracement menuju area supply

  • Pasang stop loss awal di atas swing high dengan jarak = 3×ATR

Stop loss awal ini akan menjadi acuan pertama sebelum nantinya trailing stop mengunci profit.


3. Mengatur Trailing Stop Menggunakan ATR

Setelah posisi terbuka, tugas trader adalah menggeser stop loss secara berkala mengikuti perubahan harga. Namun pergeseran stop loss hanya dilakukan searah tren dan tidak pernah kembali mundur.

Cara Menggeser Trailing Stop:

Untuk Buy Position:
Stop loss digeser ke atas setiap kali harga mencetak swing high baru. Jarak stop loss = swing low terbaru − (3×ATR).

Untuk Sell Position:
Stop loss digeser ke bawah setiap kali harga mencetak swing low baru. Jarak stop loss = swing high terbaru + (3×ATR).

Ini memastikan stop loss hanya bergerak mengikuti arah profit tanpa kembali terlalu dekat dengan harga.


4. Kapan Trailing ATR 3× Tidak Cocok?

Meski efektif pada kondisi trending, strategi ini kurang optimal pada kondisi tertentu. Di antaranya:

a. Pasar Sideways

Ketika harga bergerak mendatar, volatilitas rendah membuat nilai ATR kecil. Jika stop loss terlalu rapat, Anda akan sering terkena stop loss sebelum tren benar-benar terbentuk.

b. Pergerakan Spike Berita

Selama rilis berita besar seperti NFP atau CPI, nilai ATR bisa melonjak tiba-tiba karena spike candle hitam/putih panjang. Jika Anda sedang open posisi, trailing stop bisa tiba-tiba mundur sangat jauh sehingga memberi risiko tambahan.

c. Time Frame Terlalu Kecil

Pada M1 atau M5, harga sering mengalami pergerakan acak dan ATR tidak cukup stabil untuk dijadikan dasar trailing stop.


Contoh Kasus Penggunaan Trailing ATR 3×

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut contoh sederhana pada pasangan EURUSD H4.

1. Tren naik terkonfirmasi

Harga berada di atas MA 50 & MA 200. Market mencetak HH–HL berulang.

2. ATR 14 menunjukkan nilai 18 pips

Perhitungan stop loss awal = 3 × 18 = 54 pips.

3. Entry buy di area retracement

Misalnya entry di harga 1.0800.

Stop loss awal diletakkan pada 1.0746.

4. Harga naik dan membuat high baru

Pada level 1.0900 harga membentuk swing high. ATR kini menjadi 20 pips, sehingga trailing stop = 60 pips dari swing low terbaru.

Stop loss kini dinaikkan ke 1.0840.

5. Tren terus berlanjut

Trailing stop terus mengikuti hingga akhirnya tersentuh di 1.0950, memberikan profit signifikan tanpa perlu trader menutup manual.


Kesalahan Umum dalam Menggunakan Trailing ATR 3×

Banyak trader gagal memaksimalkan strategi ini karena masih melakukan beberapa kesalahan berikut:

1. Mengatur ATR Terlalu Sensitif

Memilih ATR periode 5 atau 7 pada time frame kecil membuat trailing stop sangat sensitif. Akibatnya stop loss terkena terlalu cepat.

2. Menggeser Stop Loss Terlalu Cepat

Trading membutuhkan ruang bernafas. Banyak trader menggeser stop loss terlalu dekat dengan harga karena takut harga berbalik. Ini berakhir membuat profit kecil padahal tren masih panjang.

3. Tidak Menyesuaikan Market Structure

ATR hanya mengukur volatilitas, bukan arah tren. Karena itu tetap harus ada analisa struktur market sebelum entry.

4. Tidak Konsisten

Strategi ini bekerja jika diterapkan secara konsisten, bukan hanya di satu atau dua trade saja. Butuh disiplin untuk terus mengikuti trailing stop apa adanya.


Tips Optimal Menggunakan Trailing ATR 3×

  • Gunakan time frame H1, H4, atau Daily.

  • Tetapkan ATR 14 sebagai standar, ubah hanya jika benar-benar diperlukan.

  • Perhatikan struktur tren, bukan hanya indikator.

  • Jangan terlalu cepat menggeser trailing stop.

  • Biarkan pasar mengembangkan tren, jangan ganggu posisi.

  • Pastikan psikologi tetap kuat, jangan panik saat floating.


Kesimpulan

Trailing ATR 3× adalah strategi manajemen risiko yang kuat, adaptif, dan sangat efektif untuk trader yang ingin memaksimalkan profit tanpa harus memantau chart setiap menit. Dengan menggabungkan volatilitas pasar dan analisa trend, strategi ini menjadi senjata penting untuk trading jangka menengah hingga panjang. Strategi ini tidak hanya membantu menjaga posisi tetap aman, tetapi juga membantu trader tetap disiplin dan mengurangi keputusan impulsif.

Jika digunakan dengan benar dan konsisten, Trailing ATR 3× dapat menjadi kunci untuk meraih profit stabil di pasar forex maupun instrumen lainnya.


Trading membutuhkan persiapan dan pemahaman mendalam agar setiap keputusan yang diambil memiliki dasar analisis yang kuat. Jika Anda ingin belajar menerapkan strategi seperti Trailing ATR 3× secara langsung dengan bimbingan mentor profesional, Anda bisa bergabung dalam program edukasi trading Didimax. Di sana Anda akan mendapatkan materi lengkap, praktik langsung, hingga simulasi strategi dalam berbagai kondisi pasar.

Selain itu, Didimax menyediakan fasilitas coaching, analisa harian, dan bimbingan intensif bagi trader pemula maupun berpengalaman. Dengan lingkungan belajar yang profesional, Anda dapat meningkatkan skill trading dan menerapkan strategi seperti Trailing ATR 3× dengan lebih efektif. Daftar sekarang melalui website resmi https://didimax.co.id/ dan mulai perjalanan trading Anda dengan lebih percaya diri!