Strategi Trading Pending Order Sebelum News
Dalam dunia trading forex, salah satu momen paling dinantikan sekaligus paling menegangkan bagi para trader adalah saat rilis berita berdampak tinggi (high impact news). Pergerakan harga bisa berubah drastis dalam hitungan detik, lonjakan volatilitas dapat membuka peluang profit besar namun juga menyimpan risiko yang tidak kalah besarnya. Di tengah dinamika ini, salah satu pendekatan yang sering digunakan trader adalah strategi pending order sebelum news. Strategi ini memanfaatkan eksplosivitas pergerakan harga saat data ekonomi dirilis, dengan tujuan menangkap pergerakan awal tanpa harus menunggu konfirmasi manual.
Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai konsep pending order sebelum news, alasan mengapa strategi ini banyak digunakan, bagaimana cara menerapkannya secara benar, risiko yang harus diwaspadai, serta tips untuk meningkatkan probabilitas keberhasilan. Pembahasan panjang ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih terstruktur kepada trader pemula maupun berpengalaman.
Apa Itu Pending Order Sebelum News?
Pending order adalah jenis order yang ditempatkan di pasar dengan instruksi agar order tereksekusi hanya jika harga mencapai level tertentu. Dalam konteks strategi news trading, trader biasanya menempatkan dua pending order sekaligus sebelum rilis berita penting, dengan tujuan untuk menangkap pergerakan harga ke arah mana pun.
Jenis pending order yang biasanya dipakai adalah:
-
Buy Stop – ditempatkan di atas harga saat ini untuk menangkap pergerakan naik.
-
Sell Stop – ditempatkan di bawah harga saat ini untuk menangkap pergerakan turun.
Ketika berita dirilis, harga biasanya bergerak tajam ke salah satu arah. Jika harga menembus salah satu order, trader dapat memperoleh profit signifikan jika pergerakan berlanjut sesuai momentum.
Mengapa Menggunakan Strategi Ini?
Ada beberapa alasan mengapa banyak trader memanfaatkan pending order sebelum news:
1. Volatilitas Tinggi = Peluang Besar
News berdampak tinggi seperti NFP, CPI, FOMC, dan GDP biasanya membuat harga bergerak puluhan hingga ratusan pips. Dengan pending order, trader dapat menangkap lonjakan ini tanpa harus menebak arah secara emosional.
2. Minim Emosi dan Reaksi Panik
Banyak trader panik atau ragu-ragu saat news dirilis karena pergerakan harga sangat cepat. Pending order menciptakan disiplin dengan sistem otomatis sehingga keputusan lebih objektif.
3. Bisa Menangkap Breakout Awal
Pada saat news, harga sering kali melakukan breakout dari range konsolidasi. Pending order memungkinkan trader langsung ikut pergerakan pertama yang biasanya memiliki momentum paling kuat.
Waktu Terbaik Menempatkan Pending Order
Biasanya pending order dipasang sekitar 5–15 menit sebelum news dirilis. Waktu ini memberi Anda kesempatan untuk:
-
Menganalisis volatilitas sebelum rilis
-
Mendeteksi range konsolidasi
-
Menempatkan level pending order yang realistis
-
Memastikan spread broker tidak melebar terlalu cepat
Jika dipasang terlalu jauh dari waktu rilis, harga dapat bergerak terlalu cepat dan memicu order tanpa momentum yang jelas. Sebaliknya, jika dipasang terlalu dekat, Anda mungkin tidak memiliki waktu cukup untuk menyesuaikan jarak aman dari spread.
Cara Menentukan Level Buy Stop dan Sell Stop
Agar strategi pending order bekerja optimal, penempatan level harus dihitung dengan cermat. Berikut langkah-langkahnya:
1. Identifikasi Range Konsolidasi
Sebelum news, harga biasanya berada dalam kondisi sideways karena pelaku pasar menunggu data rilis. Tentukan high dan low dari range tersebut dalam timeframe kecil seperti M5 atau M15.
2. Tempatkan Buy Stop di Atas High
Tambahkan jarak beberapa pips sebagai buffer agar order tidak tersentuh oleh noise atau fake spike. Umumnya buffer 10–20 pips cukup aman tergantung volatilitas pair.
3. Tempatkan Sell Stop di Bawah Low
Sama halnya dengan buy stop, tambahkan buffer agar entry terjadi ketika momentum benar-benar kuat.
4. Stop Loss Harus Jelas dan Tidak Terlalu Dekat
Gunakan jarak minimal 20–40 pips tergantung pair dan volatilitas. Stop loss terlalu dekat sering kena whipsaw.
5. Take Profit Proporsional
Anda bisa menggunakan rasio minimal 1:2 atau 1:3. Saat news besar, target jarak 50–150 pips sangat mungkin terjadi dalam hitungan menit.
Jenis News yang Cocok untuk Strategi Pending Order
Tidak semua news cocok untuk strategi ini. Beberapa berita hanya menghasilkan volatilitas singkat tanpa arah jelas. Berikut news yang paling ideal:
-
Non-Farm Payroll (NFP)
-
CPI (Inflasi) AS
-
Keputusan Suku Bunga (FOMC, BOE, ECB, RBA)
-
PDB (GDP)
-
PMI dan ISM Manufacturing
News tersebut biasanya menghasilkan pergerakan besar dan jelas sehingga pending order lebih efektif.
Risiko Strategi Pending Order Sebelum News
Meskipun menguntungkan, strategi ini memiliki risiko besar jika tidak dilakukan dengan hati-hati.
1. Spread Melebar Drastis
Saat news, spread bisa melebar 5–10 kali lipat. Hal ini bisa memicu pending order terlalu cepat dan membuat posisi langsung floating minus besar sejak awal.
2. Slippage Ekstrem
Eksekusi order saat news sering mengalami slippage sehingga entry tidak sesuai posisi yang diharapkan. Slippage bisa terjadi 10–50 pips atau bahkan lebih.
3. Fake Breakout
Harga bisa melonjak ke satu arah hanya untuk kembali berbalik kencang ke arah sebaliknya. Ini sering terjadi jika data news tidak jauh dari ekspektasi.
4. Risiko Double Fill
Jika volatilitas ekstrem, kedua pending order bisa tersentuh sehingga Anda memiliki posisi buy dan sell secara bersamaan. Ini sangat berbahaya.
Tips Mengurangi Risiko
Berikut beberapa tips untuk meningkatkan keamanan dan peluang profit:
1. Gunakan Broker yang Eksekusinya Cepat
Eksekusi lambat akan membuat slippage makin besar.
2. Hindari Pair dengan Spread Besar
Gunakan pair seperti XAUUSD atau EURUSD yang spreadnya cenderung lebih kecil sebelum news.
3. Jangan Gunakan Lot Terlalu Besar
Risiko slippage dan spread bisa menggandakan kerugian jika memakai lot besar.
4. Tutup Pending Order yang Tidak Tersentuh dalam 5–10 Menit Setelah News
Jika momentum sudah hilang, jangan dipaksa bertahan.
5. Gunakan VPS jika Trading dengan EA
Jika memakai robot, VPS meningkatkan kecepatan eksekusi.
Contoh Setup Strategi Pending Order Sebelum News
Misalkan Anda ingin trading saat rilis NFP pada pair XAUUSD:
-
Amati range 30 menit sebelum rilis, misalnya 2330–2345.
-
Tempatkan Buy Stop di 2347 dengan SL 2337 dan TP 2365.
-
Tempatkan Sell Stop di 2328 dengan SL 2338 dan TP 2305.
-
Jam rilis news, harga menembus 2347 dan memicu buy stop.
-
Momentum kuat naik hingga menyentuh TP di 2365.
Walaupun contoh ini ideal, realita di market sangat dinamis sehingga analisa tetap diperlukan.
Kesimpulan
Strategi pending order sebelum news adalah teknik yang memanfaatkan lonjakan volatilitas untuk menangkap momentum besar dalam waktu singkat. Namun strategi ini bukan tanpa risiko—spread melebar, slippage, fake spike, hingga double fill adalah faktor yang wajib diwaspadai. Dengan perhitungan matang dan manajemen risiko yang ketat, strategi ini dapat menjadi senjata tambahan bagi trader dalam memaksimalkan peluang selama rilis berita penting.
Di tengah dinamika pasar yang tidak menentu, penting sekali bagi trader untuk mempunyai pondasi ilmu yang kuat. Anda tidak harus menghadapi pasar sendirian. Bergabung bersama program edukasi Didimax akan membantu Anda memahami lebih dalam cara membaca news, memilih strategi yang sesuai, serta memaksimalkan peluang dengan pendekatan yang terarah dan terukur. Tim edukasi profesional Didimax siap mendampingi Anda melalui webinar harian, analisis market, dan bimbingan langsung yang dapat diakses kapan saja.
Tidak hanya belajar teori, Anda akan mendapatkan pendampingan praktis mulai dari teknik entry, manajemen risiko, psikologi trading, hingga pemilihan strategi yang cocok untuk karakter Anda. Segera daftar program edukasi trading gratis di https://didimax.co.id/ dan raih kemampuan trading yang lebih matang serta konsisten di pasar finansial yang penuh peluang ini.