Strategi Trading Pending Order Sebelum News
Trading menggunakan pending order sebelum rilis berita berdampak tinggi adalah salah satu strategi yang banyak digunakan oleh trader yang ingin memanfaatkan volatilitas ekstrem dalam waktu singkat. Rilis data ekonomi seperti Non-Farm Payroll (NFP), CPI (inflasi), GDP, keputusan suku bunga, atau pidato bank sentral sering menciptakan lonjakan pergerakan harga dalam hitungan detik. Pada momentum inilah trader mencoba memasang pending order untuk menangkap pergerakan besar, baik ke atas maupun ke bawah, tanpa harus menebak arah pasti.
Namun, strategi ini bukan tanpa risiko. Spread yang melebar, slippage, eksekusi yang terlambat, dan pergerakan harga yang sangat acak dapat membuat strategi ini terlihat mudah tetapi berbahaya jika tidak dipahami dengan benar. Karena itu, artikel ini akan membahas konsep dasar, teknik aplikasi, pengelolaan risiko, hingga contoh skenario penggunaan pending order sebelum news sebagai strategi yang terukur dan tidak spekulatif.
Memahami Karakter Volatilitas Sebelum dan Sesudah News
Sebelum menerapkan pending order, trader wajib memahami bagaimana perilaku pasar saat menjelang berita. Biasanya, ada tiga fase yang bisa diamati:
1. Fase Tenang Sebelum Rilis (Pre-News Silence)
Pada fase ini, harga sering bergerak sideways dengan range sempit. Pelaku pasar menunggu kepastian data sehingga likuiditas sedikit menurun. Namun, justru kondisi ini ideal untuk menentukan zona potensial breakout.
2. Fase Ledakan Volatilitas (News Spike)
Saat data dirilis, harga bisa bergerak sangat cepat dalam satu arah atau bahkan dua arah sekaligus. Candle 1 menit bisa memiliki range puluhan hingga ratusan pips. Di sinilah pending order bisa “ditarik” oleh lonjakan harga, baik secara buy stop maupun sell stop.
3. Fase Penyesuaian (After Shock)
Setelah spike awal, pasar biasanya melakukan penyesuaian. Ada kemungkinan terjadi retracement atau bahkan reversal penuh jika data tidak sejalan dengan ekspektasi pasar atau kalau harga sebelumnya sudah overextended.
Memahami ketiga fase ini membantu trader menentukan jarak pending order, kapan harus membuka posisi, dan kapan harus menutup posisi lebih cepat.
Jenis Pending Order yang Umumnya Digunakan untuk News Trading
Ada empat jenis pending order dalam trading forex:
-
Buy stop
-
Sell stop
-
Buy limit
-
Sell limit
Namun untuk news trading yang fokus pada breakout, dua pending order berikut paling populer:
1. Buy Stop
Dipasang di atas harga saat ini untuk menangkap breakout ke atas apabila data yang dirilis mendukung penguatan pair terkait.
2. Sell Stop
Dipasan di bawah harga saat ini untuk menangkap breakout ke bawah jika data negatif atau menyebabkan pelemahan pair.
Sementara itu, buy limit dan sell limit jarang digunakan untuk news karena keduanya membutuhkan retracement terukur, dan pada news spike retracement awal sering kali tidak stabil.
Teknik Penempatan Pending Order Sebelum Berita Rilis
Strategi terbaik untuk memasang pending order sebelum news adalah menggunakan struktur harga terakhir menjelang rilis. Langkah-langkah berikut bisa diterapkan:
1. Identifikasi Range Konsolidasi Menjelang News
Biasanya 15–30 menit sebelum berita berdampak tinggi, pasar mulai masuk ke mode menunggu. Candlestick berukuran kecil dan sering membentuk support dan resistance ketat.
Contoh:
Jika range menjelang NFP berada antara 1.0930 (support) dan 1.0950 (resistance), maka pending order bisa ditempatkan sedikit di luar batas tersebut:
-
Buy stop di 1.0955
-
Sell stop di 1.0925
Jarak penempatan ini perlu disesuaikan berdasarkan spread dan volatilitas rata-rata pair tersebut.
2. Perhitungkan Spread dan Slippage Saat News
Spread dapat melebar drastis atau order bisa tereksekusi jauh dari level yang diinginkan. Pilih broker dengan eksekusi cepat dan kondisi stabil saat news. Jika spread normal pair EURUSD adalah ±1 pip, saat news bisa melebar hingga 5–20 pip tergantung jenis beritanya.
Karena itu, jarak pending order harus berada di luar jangkauan spread melebar agar order tidak tereksekusi prematur.
3. Gunakan Stop Loss yang Wajar
Stop loss wajib digunakan untuk membatasi kerugian akibat slippage balik. SL tidak boleh terlalu sempit.
Rekomendasi dasar:
Jika terlalu sempit, Anda berisiko terkena stop loss sebelum harga benar-benar bergerak ke arah yang seharusnya.
4. Tentukan Target Take Profit Berdasarkan Volatilitas Historis
Setiap jenis berita memiliki karakter volatilitas tersendiri. Misalnya:
Gunakan ATR (Average True Range) atau data historis 3–5 rilis terakhir untuk menentukan target realistis.
Contoh target TP:
Strategi Pending Order Berdasarkan Breakout Channel
Salah satu metode paling umum adalah menggunakan channel konsolidasi sebelum news. Strateginya sebagai berikut:
Langkah-langkah Strategi:
-
Tunggu 30 menit sebelum rilis.
-
Tandai high dan low dari candle konsolidasi.
-
Pasang buy stop 5–10 pip di atas high.
-
Pasang sell stop 5–10 pip di bawah low.
-
Pasang stop loss 30–40 pip dari masing-masing pending.
-
Jangan aktifkan kedua pending order sekaligus—setelah satu kena, batalkan yang lain.
-
Kelola posisi setelah hit TP atau saat harga mulai kehilangan momentum.
Risiko Utama Strategi Pending Order Sebelum News
Walaupun strategi ini populer, trader harus memahami risiko berikut:
1. Slippage Ekstrem
Order buy stop bisa masuk pada harga yang lebih tinggi dari yang diatur, sehingga pergerakan profit tidak sesuai ekspektasi.
2. Spread Melebar
Spread yang melebar bisa memicu pending order masuk lebih awal, lalu harga kembali ke arah sebaliknya, membuat SL terkena tanpa sempat profit.
3. False Breakout (Whipsaw)
Harga bisa bergerak sangat cepat naik kemudian berbalik tajam ke bawah, atau sebaliknya. Pada kondisi ini, kedua pending order bisa terkena dalam waktu singkat.
4. News Spike Tanpa Lanjutan
Terkadang rilis data memang menciptakan lonjakan volatilitas, tetapi tidak ada follow-through. Dalam situasi ini, entry breakout menjadi kurang efektif.
Cara Meminimalkan Risiko dalam Strategi Pending Order
Agar strategi lebih aman dan terukur, beberapa langkah mitigasi berikut dapat diterapkan:
Gunakan Pair yang Stabil Saat News
Biasanya EURUSD dan USDJPY lebih stabil dibanding gold atau GBPJPY yang cenderung liar. Pilih pair sesuai pengalaman dan toleransi risiko.
Kurangi Lot untuk Menghadapi Slippage
Slippage bisa menjadi sangat besar, sehingga penggunaan ukuran lot kecil lebih aman untuk melindungi modal dari pergerakan tidak terduga.
Hindari Pair dengan Spread Tinggi
Jangan gunakan pair eksotis saat news karena secara alami spread-nya besar dan menjadi lebih tidak stabil saat rilis data penting.
Gunakan Pending Order Hanya untuk News Berdampak Tinggi Terpilih
Tidak semua news menghasilkan pergerakan yang layak ditradingkan. Fokus pada berita:
-
NFP
-
FOMC
-
CPI AS
-
GDP
-
Suku bunga bank sentral
-
Retail sales AS
Contoh Skenario Penerapan Pending Order Sebelum News
Misalkan Anda ingin trading menggunakan pending order saat rilis CPI AS.
1. Menjelang News (15–30 Menit Sebelum Rilis)
Harga bergerak konsolidasi dalam range 20–30 pips. Tandai high dan low.
2. Penempatan Pending Order
SL = 40 pips
TP = 50–100 pips bergantung volatilitas
3. Setelah Order Tereksekusi
Jika harga menembus ke atas dan buy stop aktif:
4. Jika Harga Berbalik
Stop loss akan melindungi modal. Jangan melakukan revenge trade karena pasar setelah berita biasanya tidak teratur dalam 10–20 menit pertama.
Kesimpulan
Trading pending order sebelum news adalah strategi yang mengandalkan struktur harga sebelum rilis data dan memanfaatkan volatilitas tinggi pada momen tertentu. Strategi ini bisa sangat menguntungkan apabila dilakukan dengan disiplin, pengelolaan risiko ketat, dan pemahaman mendalam tentang perilaku market saat news. Namun, risiko seperti slippage, spread melebar, dan false breakout harus selalu dipertimbangkan. Trader pemula sebaiknya melakukan simulasi terlebih dahulu sebelum menerapkan strategi ini di akun real.
Dalam dunia trading forex, pemahaman strategi saja tidaklah cukup tanpa adanya pengalaman praktik, bimbingan, dan analisis yang konsisten. Jika Anda ingin memperdalam skill trading serta menguasai strategi seperti pending order sebelum news dengan lebih efektif dan terarah, Anda sangat dianjurkan untuk mengikuti program edukasi trading profesional di Didimax. Di sana Anda akan dibimbing oleh mentor berpengalaman, mendapatkan materi lengkap, serta belajar langsung melalui praktik market real-time sehingga pemahaman Anda meningkat secara terstruktur dan cepat.
Didimax menyediakan kelas edukasi gratis, webinar harian, analisis market, hingga pendampingan one-on-one untuk membantu Anda menjadi trader yang lebih terarah dan konsisten. Kunjungi https://didimax.co.id/ dan daftarkan diri Anda sekarang juga agar tidak ketinggalan update serta pembelajaran trading yang akan meningkatkan kualitas keputusan Anda di pasar finansial yang dinamis ini. Selamat belajar, semoga sukses selalu dalam perjalanan trading Anda!