Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Strategi Trading Retracement 38.2%

Strategi Trading Retracement 38.2%

by Rizka

Strategi Trading Retracement 38.2%

Dalam dunia trading forex, konsep Fibonacci retracement merupakan salah satu alat analisis teknikal yang sangat populer dalam mengukur potensi koreksi harga sebelum melanjutkan arah tren utamanya. Di antara beberapa level retracement yang sering digunakan — seperti 23.6%, 38.2%, 50%, dan 61.8% — level 38.2% adalah salah satu yang paling krusial karena berada di posisi keseimbangan antara koreksi dangkal dan koreksi mendalam. Banyak trader profesional menganggap level 38.2% sebagai titik optimal untuk mencari peluang masuk pasar ketika tren sedang berlangsung kuat.

Strategi trading retracement 38.2% bergantung pada pemahaman bahwa pasar tidak bergerak dalam garis lurus. Harga selalu bergerak naik dan turun dalam pola gelombang. Ketika tren naik, harga cenderung naik lebih tinggi, mengalami koreksi atau penurunan sementara, lalu melanjutkan kenaikan tersebut. Sebaliknya dalam tren turun, harga akan bergerak menurun, terkoreksi sedikit naik, dan melanjutkan penurunan. Pada fase koreksi inilah trader dapat memanfaatkan level retracement 38.2% untuk mencari entry point yang berpotensi menguntungkan dengan risiko yang terukur.

Mengapa 38.2% Menjadi Level Penting?

Level Fibonacci retracement 38.2% berasal dari rasio angka Fibonacci yang telah lama digunakan dalam berbagai bidang matematika, seni, bahkan ilmu alam. Dalam trading, rasio ini terbukti sering muncul dalam pergerakan harga sebagai area yang memberikan reaksi signifikan.

Ada beberapa alasan mengapa level ini dianggap penting:

  1. Koreksi sedang namun tidak terlalu dalam
    Level 38.2% memberi ruang bagi pasar untuk melakukan pullback yang sehat tanpa menandakan potensi pembalikan tren. Pada tren yang kuat, biasanya koreksi tidak mencapai 50% atau 61.8%. Dalam banyak kasus, harga hanya terkoreksi sampai sekitar 38.2% sebelum melanjutkan arah utamanya.

  2. Mewakili keseimbangan buyer dan seller sementara
    Level ini sering dianggap sebagai area di mana sebagian pelaku pasar melakukan profit taking ringan tetapi buyer atau seller dominan masih mengontrol arah tren.

  3. Sering bersinggungan dengan struktur harga
    Tidak jarang level 38.2% bertepatan dengan zona support-resistance, demand-supply, atau area imbalance yang memperkuat validitas sinyal entry.

  4. Reaksi harga yang lebih cepat
    Dibanding level koreksi lebih dalam, 38.2% biasanya memberikan reaksi harga yang cepat, sehingga cocok untuk trader yang ingin posisi lebih dinamis.

Cara Menggunakan Strategi Retracement 38.2%

Untuk memanfaatkan strategi ini, trader perlu memahami cara membaca tren, menarik Fibonacci retracement dengan tepat, dan mencari konfirmasi tambahan agar entry memiliki probabilitas tinggi.

1. Identifikasi Tren Utama

Langkah pertama adalah menentukan apakah pasar sedang berada dalam tren naik atau tren turun. Anda dapat menggunakan:

  • Moving Average (MA 50 atau MA 200)

  • Market structure (Higher High – Higher Low untuk uptrend)

  • Trendline

  • Break of structure (BOS)

Pastikan tren yang Anda lihat valid secara struktur, bukan hanya koreksi sementara dalam time frame kecil.

2. Menarik Fibonacci dari Swing High ke Swing Low (atau sebaliknya)

Pada uptrend:

  • Tarik Fibonacci dari swing low ke swing high untuk menemukan level retracement 38.2% sebagai area pullback potensial.

Pada downtrend:

  • Tarik Fibonacci dari swing high ke swing low untuk mendapatkan level retracement 38.2% sebagai area harga memantul ke bawah.

Kesalahan umum banyak trader adalah menarik Fibonacci dari titik yang tidak jelas atau bukan swing yang valid. Pastikan swing adalah area reversal yang terlihat signifikan.

3. Menunggu Harga Koreksi ke Level 38.2%

Setelah Fibonacci terpasang, tunggu harga menyentuh level 38.2%. Pada titik ini, harga biasanya:

  • Melambat

  • Membentuk candle rejection

  • Memunculkan pola pembalikan kecil seperti pin bar atau engulfing

  • Menguji ulang struktur support-resistance

Kesabaran adalah kunci. Jangan terburu-buru masuk posisi hanya karena harga mendekati level tersebut.

4. Cari Konfirmasi Tambahan

Entry langsung pada level 38.2% tanpa konfirmasi tambahan bisa berisiko. Oleh karena itu, Anda dapat menunggu sinyal tambahan seperti:

  • Candlestick pattern reversal

  • Order block (OB) atau zona demand/supply kecil

  • Divergence pada RSI atau MACD

  • Break of minor structure (BMS)

Konfirmasi ini membantu meningkatkan probabilitas trading.

5. Menentukan Stop Loss dan Take Profit

Stop loss umum ditempatkan:

  • Di bawah swing low (untuk buy)

  • Di atas swing high (untuk sell)

Karena harga sudah terkoreksi di level 38.2%, SL biasanya tidak terlalu jauh, sehingga memberikan rasio risk-to-reward (RR) yang menarik seperti 1:3 atau 1:4.

Untuk take profit, trader bisa menargetkan:

  • Kembali ke swing high sebelumnya

  • Level extension seperti 1.272 atau 1.618 Fibonacci

  • Area imbalance atau supply/resistance terdekat

Contoh Skenario Penggunaan Strategi 38.2%

Bayangkan sebuah uptrend pada pasangan EURUSD. Harga naik dari 1.1000 hingga 1.1200. Setelah mencapai puncak, harga mulai terkoreksi. Anda menarik Fibonacci dari 1.1000 (swing low) ke 1.1200 (swing high). Pada alat Fibonacci, level 38.2% berada sekitar 1.1124.

Saat harga menyentuh level ini, Anda melihat munculnya pin bar bullish dengan shadow bawah panjang, menandakan adanya respon buyer yang kuat. Di time frame lebih kecil (M15 atau M5), terlihat struktur kecil berubah dari lower low menjadi higher high (BMS). Ini memperkuat sinyal entry buy.

Anda masuk buy pada 1.1125 dengan stop loss di 1.1085 (40 pips). Target pertama adalah swing high di 1.1200 (75 pips). Target kedua adalah ekstensi Fibonacci 1.618 sekitar 1.1250 (125 pips). Dengan demikian, RR Anda sudah sangat sehat dan terukur.

Kelebihan dan Kekurangan Strategi Retracement 38.2%

Kelebihan

  • Entry dengan risiko kecil karena SL tidak terlalu jauh

  • Cocok digunakan di berbagai time frame

  • Sangat efektif pada tren yang kuat

  • Memberikan RR yang menguntungkan

  • Reaksi harga biasanya lebih cepat daripada retracement yang lebih dalam

Kekurangan

  • Tidak cocok pada kondisi market sideways

  • Jika tren lemah, harga bisa melewati 38.2% dan terus turun ke 50% atau 61.8%

  • Perlu konfirmasi tambahan agar tidak terjebak false signal

Tips Maksimalkan Strategi 38.2%

  1. Gunakan multi-timeframe analysis
    Selalu pastikan tren di time frame besar mendukung entry Anda di time frame kecil.

  2. Hindari entry saat news besar
    Karena fluktuasi tinggi sering menembus level teknikal tanpa arah jelas.

  3. Fokus pada pasangan yang sedang tren kuat
    Tidak semua pair cocok digunakan pada waktu tertentu.

  4. Gunakan manajemen risiko yang ketat
    Jangan pernah mengabaikan SL meskipun Anda yakin sinyal kuat.


Trading yang konsisten profit memerlukan lebih dari sekadar memahami konsep teknikal seperti Fibonacci retracement 38.2%. Anda membutuhkan pendampingan, latihan, dan penjelasan yang lebih mendalam mengenai momentum pasar, analisis multi-timeframe, serta cara membaca struktur harga secara profesional. Tim edukasi Didimax siap membantu Anda memahami semua konsep ini melalui kelas online dan offline yang interaktif serta bimbingan langsung dari trader berpengalaman.

Jika Anda ingin menguasai strategi retracement, memahami pergerakan pasar secara menyeluruh, dan meningkatkan kualitas trading Anda, bergabunglah dengan program edukasi trading di Didimax. Kunjungi situs resminya di https://didimax.co.id/ untuk mendapatkan panduan lengkap, jadwal pelatihan, serta akses ke komunitas trader aktif yang siap mendukung perjalanan trading Anda menuju profit yang konsisten.