Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Trader Forex Wajib Update! Pemerintahan AS Sudah Normal Lagi, Ini Efeknya

Trader Forex Wajib Update! Pemerintahan AS Sudah Normal Lagi, Ini Efeknya

by rizki

Trader Forex Wajib Update! Pemerintahan AS Sudah Normal Lagi, Ini Efeknya

Berakhirnya masa shutdown pemerintahan Amerika Serikat menjadi salah satu katalis besar yang langsung menarik perhatian pasar global, termasuk pasar forex. Bagi trader, kondisi seperti ini bukan sekadar berita politik—ini adalah sinyal penting yang dapat mengubah dinamika harga dalam hitungan menit. Karena itu, memahami apa yang sebenarnya terjadi setelah pemerintahan AS kembali normal dan bagaimana dampaknya terhadap pergerakan dolar menjadi kunci untuk mengambil keputusan trading yang cerdas.

Shutdown pemerintahan AS umumnya terjadi ketika Kongres gagal menyetujui anggaran yang baru, membuat beberapa layanan publik berhenti sementara. Situasi ini menyebabkan ketidakpastian ekonomi yang berdampak langsung pada sentimen investor global. Selama shutdown berlangsung, pasar sering bergerak tidak menentu karena para pelaku industri menunggu arah kebijakan fiskal dan kondisi ekonomi AS secara keseluruhan. Ketika shutdown berakhir, pasar akhirnya mendapatkan kejelasan dan kembali menerjemahkannya ke dalam pergerakan harga—dan inilah yang terjadi sekarang.

1. Dolar AS Kembali Menunjukkan Taringnya

Dolar AS hampir selalu bereaksi kuat ketika pemerintahan kembali berfungsi normal. Ketidakpastian berkurang, data ekonomi kembali dipublikasikan, dan bank sentral (Federal Reserve) dapat melanjutkan perencanaan kebijakan dengan lebih jelas. Untuk trader forex, ini berarti dua hal: volatilitas meningkat dan arah baru mulai terbentuk.

Selama shutdown, beberapa jadwal rilis data ekonomi penting seperti Non-Farm Payroll (NFP), CPI, atau PPI bisa mengalami gangguan. Tanpa data pendukung tersebut, pelaku pasar biasanya menahan diri untuk mengambil posisi besar. Namun setelah pemerintahan kembali berjalan, data-data tersebut kembali dirilis secara normal—dan hasilnya dapat memicu lompatan harga yang signifikan.

Dolar biasanya menguat di fase awal setelah shutdown berakhir, terutama jika investor menilai pemerintah mampu kembali menjalankan anggaran dengan stabil. Namun penguatan ini tidak selalu bertahan lama. Jika data ekonomi berikutnya menunjukkan pelemahan, dolar dapat kembali terkoreksi. Trader yang memahami pola ini akan lebih siap dalam menentukan area entry dan exit.

2. Sentimen Risiko Global Berubah Drastis

Ketika shutdown berlangsung, aset safe haven seperti emas dan yen Jepang sering kali menguat karena pasar mencari perlindungan dari ketidakpastian. Setelah shutdown berakhir, risiko mulai turun dan para pelaku pasar beralih lagi ke aset berisiko seperti saham dan obligasi AS.

Pergeseran sentimen ini sangat berpengaruh terhadap pasangan mata uang seperti:

  • USD/JPY (biasanya menguat ketika sentimen risiko pulih)

  • XAU/USD (biasanya melemah ketika investor meninggalkan aset aman)

  • AUD/USD dan NZD/USD (rawan volatilitas tinggi karena sensitif terhadap perubahan sentimen global)

Trader yang memperhatikan korelasi antar aset akan lebih mudah melihat peluang. Misalnya, ketika indeks saham AS kembali pulih pasca-shutdown, biasanya USD/JPY mulai menunjukkan pola kenaikan yang cukup konsisten. Begitu juga emas yang cenderung terkoreksi setelah sempat menguat selama masa ketidakpastian.

3. Potensi Kenaikan Yield Obligasi AS

Salah satu efek langsung ketika pemerintahan AS kembali normal adalah kembalinya aktivitas penerbitan obligasi. Pemerintah biasanya mengejar ketertinggalan pendanaan setelah process shutdown, sehingga yield dapat bergerak naik. Kenaikan yield ini sering mendorong penguatan dolar.

Trader forex harus memperhatikan hal ini karena hubungan antara yield obligasi dan kurs mata uang sangat kuat. Setiap kali yield naik, arus modal global biasanya mengalir masuk ke AS, sehingga dolar mendapat dorongan tambahan. Sebaliknya, jika yield turun, dolar berisiko kehilangan momentum bullish-nya.

Memantau pergerakan yield 10-year Treasury adalah salah satu strategi yang sangat efektif bagi trader yang ingin membaca arah dolar dengan lebih akurat setelah shutdown selesai.

4. Pasar Mulai Fokus ke Kebijakan The Fed

Salah satu alasan utama mengapa berakhirnya shutdown sangat penting bagi pasar adalah karena hal ini mengembalikan jalur komunikasi dan data resmi yang digunakan oleh Federal Reserve. Bank sentral AS membutuhkan gambaran lengkap mengenai inflasi, tenaga kerja, dan aktivitas ekonomi sebelum menentukan kebijakan suku bunga.

Setelah shutdown berakhir, trader dapat kembali memperkirakan sikap Fed secara lebih terarah. Jika data ekonomi pasca-shutdown menunjukkan perbaikan, pasar cenderung berekspektasi bahwa Fed akan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga—hal yang biasanya membuat dolar menguat. Namun jika data menunjukkan pelemahan, ekspektasi pemangkasan suku bunga mungkin muncul, sehingga melemahkan dolar.

Perubahan ekspektasi kebijakan moneter inilah yang sering menjadi penggerak terbesar pasar forex pasca-shutdown.

5. Pasangan Mata Uang yang Paling Terdampak

Beberapa pair biasanya bergerak lebih agresif ketika pemerintahan AS kembali normal, antara lain:

USD/JPY

Biasanya menguat karena sentimen risiko membaik dan pasar kembali agresif mencari aset berimbal hasil tinggi.

EUR/USD

Euro sering mengalami tekanan jika dolar kembali menguat setelah ketidakpastian mereda.

GBP/USD

Pound cenderung sensitif terhadap analisis makro, sehingga volatilitas naik cukup kuat.

XAU/USD (Emas)

Emas hampir selalu bereaksi negatif setelah shutdown selesai karena permintaan aset aman menurun.

AUD/USD & NZD/USD

Jika pasar global kembali optimistis, kedua pair ini sering menguat di awal namun kembali fluktuatif mengikuti data AS.

Bagi trader, fokus ke pasangan-pasangan tersebut dapat membuka peluang signifikan, terutama jika dikombinasikan dengan analisis teknikal dan manajemen risiko yang disiplin.

6. Bagaimana Trader Harus Menyikapi Situasi Ini?

Pergerakan setelah shutdown adalah fase yang sangat dinamis. Trader harus memperhatikan beberapa hal berikut:

A. Jangan terburu-buru masuk pasar

Biarkan pasar membentuk struktur harga baru setelah volatilitas awal mereda.

B. Perhatikan data ekonomi yang tertunda

Sering kali data yang dirilis setelah shutdown mengandung kejutan besar.

C. Gunakan manajemen risiko ketat

SL lebih lebar dan lot lebih kecil sering menjadi pilihan aman ketika volatilitas tinggi.

D. Fokus pada tren baru

Setelah shutdown, tren makro biasanya lebih jelas. Trader yang cepat mengenali tren baru inilah yang berpeluang profit lebih konsisten.

E. Ikuti arah likuiditas besar

Institusi keuangan besar biasanya membuat reposisi portofolio setelah shutdown selesai. Mengikuti arah ini dapat memberi peluang besar bagi trader retail.

Dengan strategi yang tepat dan kesiapan mental yang baik, trader dapat memanfaatkan momen setelah shutdown sebagai peluang, bukan ancaman.


Di tengah perubahan pasar yang begitu cepat, memiliki pemahaman yang tepat dan pendampingan dari mentor profesional dapat membuat perbedaan besar dalam hasil trading Anda. Jika Anda ingin memperdalam pemahaman tentang analisis fundamental, membaca arah pasar pasca shutdown, atau belajar menyusun strategi yang lebih matang, Anda bisa mengikuti program edukasi premium yang disediakan oleh Didimax. Dengan bimbingan mentor berpengalaman, Anda akan diarahkan untuk memahami pola-pola penting dalam market dan menghindari kesalahan yang sering dilakukan trader pemula.

Didimax menyediakan pelatihan trading forex yang lengkap, mulai dari kelas dasar hingga kelas lanjutan, termasuk sesi live market, konsultasi trading, dan materi eksklusif untuk membantu Anda berkembang sebagai trader yang lebih siap menghadapi dinamika pasar global. Kunjungi situs resminya di www.didimax.co.id untuk bergabung dan mulai perjalanan trading Anda dengan fondasi yang lebih kuat.