Trading atau Libur? Begini Cara Menentukan Plan Saat Bank Holiday
Di dunia trading forex, tidak semua hari diciptakan sama. Ada hari-hari dengan pergerakan pasar yang dinamis, penuh peluang, namun ada pula momen tertentu ketika pasar terasa “malas”, lambat, bahkan tidak menentu. Salah satu periode yang paling sering membingungkan trader adalah bank holiday — hari libur bank di negara-negara besar.
Pertanyaannya kemudian muncul:
Lebih baik tetap trading, atau justru libur dan menepi?
Jawabannya tidak sesederhana iya atau tidak. Dibutuhkan pemahaman mendalam tentang kondisi pasar, karakter strategi yang digunakan, serta kesiapan mental trader itu sendiri. Artikel ini akan membantu kamu menyusun plan yang logis, terukur, dan realistis ketika berhadapan dengan bank holiday.
Apa itu Bank Holiday dan Mengapa Penting?
Bank holiday adalah hari libur resmi ketika sebagian besar lembaga keuangan — termasuk bank dan institusi pembayaran besar — tutup. Biasanya terjadi karena:
Walaupun pasar forex secara teknis tetap buka 24 jam, ketika bank-bank besar tutup, likuiditas menurun drastis. Itu berarti:
-
Jumlah transaksi berkurang
-
Spread bisa melebar
-
Harga cenderung bergerak sempit atau malah “loncat” tiba-tiba
-
Manipulasi harga lebih mudah terjadi oleh pemain besar
Dengan kata lain, kondisi pasar menjadi tidak ideal, terutama untuk trader yang mengandalkan volatilitas atau pergerakan signifikan.
Risiko Utama Trading Saat Bank Holiday
Sebelum memutuskan tetap trading, pahami dulu risikonya.
1. Likuiditas Rendah
Saat pelaku besar berlibur, hanya sedikit order yang masuk. Ini membuat pergerakan harga terasa “palsu” atau mudah kembali memantul.
2. Spread Melebar
Broker biasanya menyesuaikan spread untuk mengantisipasi ketidakpastian pasar. Jika tidak hati-hati, profit tipis bisa langsung habis karena biaya transaksi.
3. False Breakout
Level support dan resistance seringkali “ditembus” secara semu karena volume kecil — membuat trader mudah terjebak.
4. Psikologis Menurun
Banyak trader memaksakan entry hanya karena merasa “sayang kalau libur”. Akibatnya:
-
Overtrading
-
Keputusan impulsif
-
Kerugian tak perlu
Di sinilah kedewasaan seorang trader diuji — apakah mampu menahan diri, atau justru dikuasai rasa takut ketinggalan.
Kapan Sebaiknya Tetap Trading?
Walaupun penuh risiko, bukan berarti bank holiday selalu buruk. Dalam kondisi tertentu, trading tetap bisa dilakukan — dengan catatan:
1. Menggunakan Strategi Jangka Panjang
Trader swing atau position sering tidak terlalu terpengaruh karena targetnya besar dan timeframe tinggi.
2. Trading Pair yang Tidak Terpengaruh Langsung
Jika libur bank Amerika, mungkin kamu bisa mengamati pair yang tidak melibatkan USD sebagai fokus utama — walau tetap perlu berhati-hati.
3. Fokus pada Setup Sangat Jelas
Hanya entry ketika sinyal benar-benar kuat dan sesuai trading plan, bukan karena bosan menunggu.
4. Risk Management Ketat
Lot kecil, stop loss jelas, dan tidak membuka banyak posisi sekaligus.
Kapan Sebaiknya Libur?
Ada situasi di mana libur adalah pilihan paling bijak:
-
Pasar benar-benar sideways dan sempit
-
Spread melebar abnormal
-
Tidak ada setup jelas
-
Sedang merasa lelah, emosional, atau tidak fokus
-
Menjelang libur besar seperti Natal, Tahun Baru, atau libur panjang nasional
Ingat: Tidak trading juga bagian dari trading.
Trader profesional paham bahwa tujuan utama bukan sering masuk pasar, tapi bertahan jangka panjang.
Cara Menentukan Plan Trading Saat Bank Holiday
Agar keputusanmu lebih terstruktur, gunakan langkah berikut:
1. Cek Kalender Ekonomi
Pastikan tahu negara mana yang libur dan seberapa besar pengaruhnya.
2. Analisis Kondisi Pasar
Perhatikan:
-
Volume
-
Volatilitas
-
Pola candlestick
-
Spread
Jika semuanya tidak mendukung, jangan dipaksakan.
3. Tentukan Mode: Trade, Pantau, atau Libur
Buat tiga kategori sederhana:
-
Trade – ada peluang jelas
-
Pantau – belum entry, hanya observasi
-
Libur – tutup platform, recharge energi
4. Buat Batasan Jelas
Contoh:
Gunakan Momen Ini untuk Evaluasi
Jika kamu memutuskan libur, bukan berarti waktunya terbuang. Justru ini kesempatan terbaik untuk:
Trader yang sukses bukan karena sering trading, tapi karena mampu belajar dengan disiplin.
Pada akhirnya, bank holiday bukan musuh. Ia hanyalah kondisi pasar yang berbeda. Tugas trader adalah menyesuaikan diri, bukan memaksa pasar mengikuti keinginan kita. Jika kondisi tidak ideal, menepi sebentar seringkali jauh lebih menguntungkan dibanding memaksakan entry dan menyesal kemudian.
Di saat-saat seperti ini, pengetahuan dan pendidikan trading menjadi penentu utama. Semakin matang pemahamanmu, semakin mudah mengambil keputusan yang tepat — apakah lanjut trading, atau memilih libur sementara.
Jika kamu ingin belajar lebih dalam bagaimana membaca kondisi pasar, memahami risiko, dan menyusun trading plan profesional bersama mentor berpengalaman, kamu bisa mengikuti program edukasi trading di www.didimax.co.id. Di sana, kamu tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik dengan bimbingan yang terstruktur.
Bergabunglah dan kembangkan kemampuan tradingmu secara bertahap, aman, dan terarah. Dengan edukasi yang tepat, kamu akan lebih siap menghadapi situasi apa pun — termasuk saat bank holiday — tanpa kebingungan dan tanpa harus menebak-nebak.