Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Volatilitas Ekstrem Saat News: Alasan Pemula Sebaiknya Menepi

Volatilitas Ekstrem Saat News: Alasan Pemula Sebaiknya Menepi

by rizki

Volatilitas Ekstrem Saat News: Alasan Pemula Sebaiknya Menepi

Dalam dunia trading, momen rilis berita besar sering dianggap sebagai “pesta” pergerakan harga. Candle bergerak panjang, volatilitas melonjak tajam, spread melebar, dan dalam hitungan detik harga bisa melesat puluhan hingga ratusan poin. Bagi sebagian trader, terutama yang sudah berpengalaman, kondisi ini bisa menjadi peluang emas. Namun bagi trader pemula, volatilitas ekstrem saat news justru sering menjadi jebakan yang mahal.

Banyak pemula tergoda untuk ikut masuk pasar ketika melihat pergerakan harga yang agresif. Mereka berpikir, “Ini kesempatan cepat untuk profit besar.” Sayangnya, realita di lapangan tidak sesederhana itu. Di balik lonjakan harga yang terlihat menggiurkan, ada risiko besar yang sering tidak disadari oleh mereka yang belum memiliki pengalaman dan manajemen risiko yang matang.

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengapa trader pemula sebaiknya menepi saat volatilitas ekstrem terjadi akibat rilis news besar, serta bagaimana menyikapi momen tersebut secara lebih bijak dan profesional.

Apa yang Terjadi Saat News Besar Dirilis?

News besar seperti data Non-Farm Payroll (NFP), suku bunga bank sentral, inflasi (CPI), hingga pernyataan pejabat penting biasanya memicu lonjakan volatilitas yang sangat tinggi. Pada detik-detik sebelum dan sesudah rilis berita, pasar sering kali menjadi tidak stabil.

Beberapa hal yang umum terjadi saat news besar:

  1. Spread melebar secara signifikan.

  2. Slippage meningkat.

  3. Harga bergerak sangat cepat dalam dua arah.

  4. Terjadi spike atau lonjakan tajam yang sulit diprediksi.

  5. Likuiditas bisa menipis dalam waktu singkat.

Bagi trader berpengalaman, kondisi ini sudah diperhitungkan dalam strategi mereka. Namun bagi pemula yang belum memahami mekanisme pasar secara mendalam, situasi ini bisa menjadi sangat berbahaya.

Ilusi “Peluang Cepat Kaya”

Salah satu kesalahan paling umum trader pemula adalah mindset ingin cepat profit besar. Ketika melihat candle panjang dan pergerakan ratusan poin dalam waktu singkat, muncul dorongan emosional untuk ikut masuk tanpa analisis matang.

Padahal, pergerakan cepat bukan berarti mudah diprediksi. Justru sebaliknya, semakin cepat harga bergerak, semakin tinggi ketidakpastian di dalamnya. Sering kali harga melonjak ke satu arah, lalu dalam hitungan detik berbalik tajam ke arah sebaliknya. Fenomena ini dikenal sebagai whipsaw.

Pemula yang masuk tanpa perencanaan biasanya akan:

  • Terjebak di puncak harga.

  • Panik ketika harga berbalik.

  • Menggeser stop loss karena takut rugi.

  • Menutup posisi terlalu cepat karena takut kehilangan profit kecil.

Semua ini adalah reaksi emosional, bukan keputusan profesional.

Risiko Slippage dan Spread Melebar

Banyak pemula belum memahami bahwa saat volatilitas ekstrem, harga eksekusi bisa berbeda dari harga yang diinginkan. Ini disebut slippage. Misalnya, Anda ingin entry di harga tertentu, tetapi karena pergerakan sangat cepat, order Anda tereksekusi di harga yang lebih buruk.

Selain itu, spread juga bisa melebar drastis. Jika biasanya spread hanya beberapa poin, saat news bisa melebar berkali-kali lipat. Artinya, bahkan sebelum harga benar-benar bergerak sesuai analisis Anda, posisi Anda sudah minus cukup besar.

Kondisi ini membuat perhitungan risk-reward menjadi tidak relevan jika tidak diperhitungkan sejak awal. Bagi pemula yang belum terbiasa dengan dinamika ini, risiko kerugian bisa membesar tanpa disadari.

Emosi Mengambil Alih Logika

Volatilitas ekstrem bukan hanya menguji strategi, tetapi juga mental. Ketika harga bergerak sangat cepat, adrenalin meningkat. Detak jantung naik, pikiran menjadi tidak tenang, dan keputusan diambil secara impulsif.

Trader pemula sering kali:

  • Overtrade setelah mengalami loss.

  • Revenge trading untuk “balas dendam”.

  • Entry tanpa setup jelas karena takut ketinggalan.

  • Mengabaikan manajemen risiko.

Di sinilah perbedaan antara trader profesional dan pemula terlihat jelas. Profesional tahu bahwa menjaga modal jauh lebih penting daripada mengejar satu peluang yang belum tentu pasti. Mereka memahami bahwa tidak trading juga merupakan keputusan trading.

Analisis Teknikal Sering Gagal Saat News

Banyak pemula terlalu mengandalkan pola teknikal tanpa memahami konteks fundamental. Saat news besar dirilis, pergerakan harga bisa menembus support dan resistance dengan sangat mudah.

Level yang sebelumnya terlihat kuat bisa ditembus hanya dalam hitungan detik. Breakout yang terlihat valid bisa berubah menjadi fake breakout dengan cepat. Pola candlestick yang biasanya akurat bisa kehilangan relevansinya karena pasar sedang digerakkan oleh sentimen dan reaksi masif terhadap data ekonomi.

Jika trader pemula belum memahami bagaimana fundamental memengaruhi pasar, maka analisis teknikal yang biasa digunakan bisa menjadi tidak efektif dalam kondisi ekstrem.

Kurangnya Pengalaman Membaca Reaksi Pasar

Perlu dipahami bahwa pasar tidak selalu bergerak sesuai dengan angka news itu sendiri. Kadang data bagus, tetapi harga justru turun. Kadang data buruk, tetapi harga malah naik.

Mengapa? Karena pasar bergerak berdasarkan ekspektasi, bukan sekadar angka aktual. Trader profesional memahami konsep ini. Mereka tidak hanya melihat hasil rilis data, tetapi juga membandingkannya dengan ekspektasi pasar sebelumnya.

Pemula yang belum memahami dinamika ini sering kali bingung dan akhirnya mengambil keputusan berdasarkan emosi, bukan logika.

Kerugian Besar Terjadi dalam Waktu Singkat

Salah satu bahaya terbesar volatilitas ekstrem adalah kerugian bisa terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Jika tidak menggunakan stop loss yang disiplin, akun bisa terkuras hanya dalam beberapa menit.

Bahkan dengan stop loss sekalipun, slippage bisa membuat kerugian lebih besar dari yang direncanakan. Ini adalah risiko nyata yang sering diabaikan oleh pemula karena terlalu fokus pada potensi profit besar.

Trader profesional memahami bahwa kelangsungan akun jauh lebih penting daripada satu kali kemenangan besar. Mereka berpikir jangka panjang. Pemula sering kali berpikir jangka pendek.

Menepi Adalah Strategi, Bukan Kelemahan

Banyak pemula merasa bahwa jika tidak trading saat news, berarti melewatkan peluang. Padahal dalam dunia trading, disiplin untuk tidak masuk pasar justru adalah bentuk kedewasaan.

Menepi saat volatilitas ekstrem adalah keputusan strategis jika Anda belum memiliki:

  • Pengalaman cukup.

  • Strategi khusus untuk news.

  • Manajemen risiko yang solid.

  • Mental yang terlatih menghadapi tekanan tinggi.

Menunggu pasar kembali stabil sering kali memberikan peluang yang lebih jelas dan lebih terukur. Setelah lonjakan awal, biasanya harga mulai membentuk struktur yang lebih rapi. Di situlah trader bisa kembali masuk dengan perhitungan yang lebih matang.

Fokus pada Proses, Bukan Sensasi

Trading bukan tentang mencari sensasi pergerakan ekstrem. Trading adalah tentang konsistensi, manajemen risiko, dan pengendalian emosi. Jika tujuan Anda adalah bertahan dan berkembang dalam jangka panjang, maka menghindari risiko yang tidak perlu adalah langkah bijak.

Volatilitas ekstrem memang terlihat menarik. Namun bagi pemula, prioritas utama seharusnya adalah:

  • Belajar membaca market dengan benar.

  • Melatih disiplin.

  • Memahami manajemen risiko.

  • Mengasah psikologi trading.

Profit besar akan datang sebagai hasil dari proses yang benar, bukan dari spekulasi impulsif saat news besar.

Kapan Pemula Boleh Mulai Trading Saat News?

Bukan berarti selamanya harus menghindari news. Namun sebelum mencoba trading di momen volatilitas tinggi, pastikan Anda sudah:

  • Memiliki pengalaman cukup dalam kondisi market normal.

  • Terbiasa dengan manajemen risiko ketat.

  • Menguji strategi news di akun demo.

  • Memahami karakter pair yang ditradingkan.

  • Siap menerima risiko tanpa tekanan emosional berlebihan.

Semua itu membutuhkan waktu dan proses belajar yang tidak instan.

Kesimpulan

Volatilitas ekstrem saat news memang menghadirkan peluang, tetapi juga risiko yang sangat besar. Bagi trader pemula, risiko tersebut sering kali lebih dominan daripada peluangnya. Tanpa pengalaman, tanpa manajemen risiko yang matang, dan tanpa kontrol emosi yang kuat, momen news bisa menjadi sumber kerugian signifikan.

Menepi bukan berarti takut. Menepi adalah bentuk kedisiplinan. Menepi adalah bagian dari strategi. Trader profesional tahu kapan harus agresif dan kapan harus sabar. Pemula yang ingin naik level harus belajar memahami perbedaan ini.

Jika Anda ingin memahami cara membaca market dengan lebih profesional, mengelola risiko secara terukur, serta membangun mindset trading yang kuat agar tidak terjebak dalam volatilitas ekstrem saat news, saatnya Anda belajar dari sumber yang tepat dan berpengalaman.

Ikuti program edukasi trading di www.didimax.co.id dan tingkatkan pemahaman Anda tentang strategi, manajemen risiko, serta psikologi trading yang dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang di pasar yang dinamis. Dengan bimbingan yang tepat, Anda tidak hanya belajar cara entry, tetapi juga belajar kapan harus menunggu—karena dalam trading, keputusan terbaik sering kali adalah keputusan untuk tidak terburu-buru.