Apa yang terjadi di pasar
Federal Reserve berada di persimpangan jalan karena inflasi cenderung persisten. Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), yang merupakan indikator acuan utama inflasi bagi The Fed, diproyeksikan menunjukkan peningkatan bulanan sebesar 0,3%. Secara tahunan, inflasi PCE diperkirakan bertahan di level 3,7% dengan indeks inti pada level 3,3%. Keadaan ini tidak menggambarkan perubahan dari posisi Juli dan masih jauh di atas target resmi 2% yang ditetapkan bank sentral, dan ini menegaskan tidak adanya indikasi bahwa lonjakan harga akan mereda dalam waktu dekat. Kondisi ini memicu skeptisisme tajam di kalangan pengamat ekonomi. Dan North, Ekonom Senior di Allianz Trade, menegaskan bahwa angka-angka tersebut memagari ruang gerak The Fed. North menilai inflasi inti yang sulit melandai sehingga menciptakan struktur harga yang begitu tertanam, sehingga regulator tidak bisa begitu saja mengabaikan atau mencari alasan pembenaran. Keadaan ini direspon oleh data Survei Conference Board, yang mencatat Indeks Kepercayaan Konsumen anjlok tajam 6,7 poin ke posisi 81,9 pada bulan September, level terendah sejak 2014. Keadaan ini memnggambarkan penilaian publik terhadap kondisi bisnis yang memasuki zona negatif untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, terdorong oleh keputusasaan atas tingginya biaya hidup, lonjakan harga minyak, serta pengetatan pada barometer kesempatan kerja. Tren pesimisme senada dipantau oleh Universitas Michigan, yang melaporkan sentimen konsumen merosot mendekati rekor terendah sepanjang sejarah survei. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga lanjutan pada pertemuan mendatang kini berada di angka 50,4%. Dengan pasar modal yang mulai menunjukkan ketahanan di dekat rekor tertinggi, pergerakan imbal hasil obligasi yang terus menanjak diperkirakan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi stabilitas finansial global dalam menentukan apakah perekonomian AS sanggup bertahan atau justru berisiko mengalami keretakan teknis.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Netral - XAGUSD = Sideways Cenderung Netral – AUDUSD = Sideways Cenderung Netral
Trading Plan :
XAUUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 4016 – 4115 dengan target 4274 – 4370
Stoploss 3852
Grafik XAUUSD time frame D1

XAGUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 56.48 – 60.25 dengan target 62.86 – 64.55
Stoploss 55.54
Grafik XAGUSD time frame D1

AUDUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 0.6922 – 0.6963 dengan target 0.7031 – 0.7072
Stoploss 0.6844
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
