Arah Kebijakan Fed dan Risiko AI
by
REZA ASWIN
Apa yang terjadi di pasar
Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, menegaskan bahwa kebijakan moneter yang ketat masih sangat diperlukan guna memastikan penurunan inflasi secara tepat waktu menuju target bank sentral sebesar 2%. Dalam pidatonya di pertemuan tahunan Asosiasi Ekonomi Bisnis Nasional, Hammack menyampaikan pendapatnya pada langkah penyesuaian yang kecil dan relatif cepat dibanding menunda keputusan yang berisiko memicu koreksi arah kebijakan yang lebih besar di kemudian hari. Meskipun pasar memperkirakan probabilitas lebih dari 78% bahwa suku bunga akan dipertahankan pada pertemuan kebijakan akhir bulan ini, ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember mendatang telah mencapai hampir 88%. Hammack juga menekankan bahwa penanganan tekanan inflasi yang luas akan membutuhkan waktu serta kewaspadaan tinggi agar ekspektasi inflasi jangka panjang tidak sampai mengakar dalam perekonomian, terutama setelah indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan Agustus mencatatkan angka 3,4% secara tahunan dan PCE inti berada di level 3%. Di samping isu moneter, para pembuat kebijakan global kini menggeser fokus pembahasan dari sekadar memperdebatkan dampak kecerdasan buatan (AI) menuju penanganan konkrit atas gangguan pasar tenaga kerja. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, mengibaratkan dampak AI terhadap lapangan kerja seperti tsunami bergerak lambat yang paling awal menghantam tenaga kerja muda dan lulusan baru akibat hilangnya pekerjaan tingkat pemula. Di sisi lain, Presiden Bank Dunia Ajay Banga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memfasilitasi modal swasta demi menciptakan lapangan kerja bagi 1,2 miliar anak muda dalam 15 tahun ke depan. Meski memicu penurunan permintaan terhadap lulusan perguruan tinggi di beberapa sektor seperti teknologi, adopsi AI juga diakui menjadi motor pendorong utama pertumbuhan ekonomi global tahun ini yang diperkirakan mampu meningkatkan output di berbagai negara maju maupun berkembang.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - XAGUSD = Sideways Cenderung Bulishl – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4065 – 4165 dengan target 4275 – 4373
Stoploss 3889
Grafik XAUUSD time frame D1

XAGUSD: BUY
Buy Limit: 58.46 – 60.32 dengan target 63.10 – 65.61
Stoploss 55.06
Grafik XAGUSD time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6893 – 0.6934 dengan target 0.6983 – 0.7019
Stoploss 0.6825
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
