Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Dilema Sinyal Pasar Obligasi

Dilema Sinyal Pasar Obligasi

by REZA ASWIN

Apa yang terjadi di pasar

            Pasar obligasi global mulai mengirimkan sinyal bahaya yang makin sulit diabaikan. Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat memicu tekanan baru bagi Federal Reserve. Di satu sisi, para pembuat kebijakan dihadapkan pada tingkat inflasi yang konsisten bertengger di atas target 2%, lonjakan harga energi, serta beban penerbitan utang masif akibat perlombaan investasi kecerdasan buatan (AI). Di sisi lain, The Fed dituntut menjaga agar langkah pengetatan moneter tidak menghancurkan pertumbuhan ekonomi dan memicu lonjakan pengangguran. Secara historis, bank sentral cenderung mengabaikan guncangan pasokan jangka pendek seperti kenaikan harga komoditas atau tarif. Namun, pandangan bahwa booming investasi AI bersifat disinflatif mulai dipertanyakan. Siklus investasi teknologi yang memanjang dan potensi inflasi yang persistent memaksa para pejabat The Fed memperhitungkan kembali risiko struktural jangka panjang. Menurut pemodelan ekonom RSM, Joseph Brusuelas, yield obligasi 10-tahun yang menembus level diatas  5,5% berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi AS hingga ke level 1,5% dan menaikkan pengangguran menjadi 4,7%, sementara inflasi inti tetap tertahan di atas target. Jika ini terjadi maka ekspektasi pasar terhadap pengetatan moneter pun bergeser drastis dari proyeksi awal tahun. Kendati demikian, pandangan ini tidak sepenuhnya diterima oleh seluruh praktisi Wall Street. Analis dari Citigroup dan Evercore ISI, menilai bahwa respons pasar saat ini mungkin terlalu agresif dan lebih merefleksikan pertumbuhan riil serta fluktuasi harga minyak mentah akibat dinamika geopolitik. Di tengah tarik-menarik pandangan ini, The Fed di bawah kepemimpinan Ketua Kevin Warsh mengambil pendekatan yang berbeda dibanding era sebelumnya. Warsh menekankan pentingnya mendengarkan sinyal langsung dari pasar keuangan ketimbang sekadar bergantung pada panduan teknis forward guidance. Saat ini para pelaku pasar sedang menunggu data NFP dari Amerika Serikat pada akhir minggu ini.

 

Ekspektasi Pasar

Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Netral - XAGUSD = Sideways Cenderung Netral – AUDUSD = Sideways Cenderung Netral

 

Trading Plan :

XAUUSD: SIDEWAYS

Buy Limit: 4154 – 4236 dengan target 4318 – 4410

Stoploss 4010

Grafik XAUUSD time frame D1

 

XAGUSD: SIDEWAYS

Buy Limit: 59.16 – 62.37 dengan target 65.94 – 68.57

Stoploss 54.59

Grafik XAGUSD time frame D1

 

AUDUSD: SIDEWAYS

Buy Limit: 0.6922 – 0.6977 dengan target 0.7072 – 0.7116

Stoploss 0.6844

Grafik AUDUSD time frame D1

 

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.