Apa yang terjadi di pasar
Pasar keuangan global mengalami divergensi yang sangat kontras. Imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) jangka panjang melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,349%, ini level sejak April 2002, sementara tenor 30 tahun melonjak ke 5,703%. Tekanan pada pasar obligasi ini didorong oleh aksi jual berbasis momentum serta rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) sektor jasa dari ISM yang tumbuh ke level 54,9 dengan indeks harga mencapai 74, mengindikasikan tekanan inflasi yang masih persisten. Kendati biaya pinjaman melonjak dan pasar obligasi tertekan, indeks saham utama Wall Street justru menguat dipimpin oleh sektor teknologi. Indeks Nasdaq Composite mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di level 27.477,31 setelah melesat 1,05%. Penguatan ini ditopang oleh daya tahan saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) dan hyperscaler seperti Meta Platforms, Microsoft, Nvidia, Tesla, serta SpaceX. Karakteristik sektor teknologi yang memiliki pertumbuhan pendapatan tinggi dan sensitivitas relatif rendah terhadap suku bunga menjadikannya sebagai sarana lindung nilai (safe haven) bagi para investor. Di sisi kebijakan moneter, kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve mereda pasca rilis data non-farm payrolls yang mencatatkan penambahan 29.000 lapangan kerja pada September, jauh di bawah ekspektasi pasar. Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini memproyeksikan probabilitas hampir 82% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan mendatang. Pasar kini menantikan rilis risalah rapat kebijakan The Fed bulan September untuk mendapatkan kejelasan arah kebijakan fiskal dan moneter lebih lanjut. Dampak nya di luar pasar AS, sentimen global diwarnai oleh tekanan pada nilai tukar mata uang Euro yang menyentuh level terendah dalam 17 bulan terhadap dolar AS akibat ketidakpastian anggaran Prancis dan Spekulasi pemilu Spanyol. Sementara itu, dari pasar komoditas, harga minyak mentah Brent terkoreksi ke posisi $100,32 per barel di tengah volatilitas geopolitik dan dinamika perdagangan internasional.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Netral - XAGUSD = Sideways Cenderung Netral – AUDUSD = Sideways Cenderung Netral
Trading Plan :
XAUUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 3940 – 4047 dengan target 4215 – 4325
Stoploss 3747
Grafik XAUUSD time frame D1

XAGUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 57.87 – 59.86 dengan target 62.86 – 64.55
Stoploss 54.43
Grafik XAGUSD time frame D1

AUDUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 0.6890 – 0.6942 dengan target 0.7029 – 0.7079
Stoploss 0.6791
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
