Eskalasi Di kawasan Teluk Meningkat
by
Reza Aswin
Apa yang terjadi di pasar
Tiga kapa lasing dihantam serangan di dekat Jebel Ali (UEA) dan Umm Qasr (Irak), merupakan tanda bahwa eskalasi di kawasan teluk meningkat. Mojtaba Khamenei secara terbuka menyatakan bahwa penutupan selat hormuz akan dijadikan alat untuk menekan. Akibatnya harga munyak WTI kembali tembus melewati $90 per barel dan Iran khawatir, jika konflik berlanjut maka harga minyak dapat naik hingga $200 per barel. Lonjakan harga energi ini langsung menekan Indeks saham utama AS jatuh ke level terendah tahun ini. Untuk mengurangi pasokan krisis, negara-negara anggota Badan Energi Internasional sepakat melepaskan 400 juta cadangan minyak darurat. Disisi lain Amerika Serikat berencana mengawal kapal tanker melalui selat hormuz, tetapi hingga saat ini pengawalan operasi belum dapat dilakukan karena militer focus terhadap kemampuan penyerangan Iran. Ditengah gejolak tersebut, emas yang biasanya menjadi asset lindung nilai saat krisis, terlihat cenderung datar. Para analis menilai bahwa kenaikan US Dollar dan imbal hasil obligasi AS, membatasi kenaikan harga logam mulia tersebut, walaupun beberapa bank besar memperoyeksikan harga emas masih dalam trend naik.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDCAD = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4950 – 5009 dengan target 5137 – 5225
Stoploss 4829
Grafik XAUUSD time frame D1

USDCAD: SELL
Sell Limit: 1.3663 – 1.3715 dengan target 1.3521 – 1.3576
Stoploss 1.3804
Grafik USDCAD time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6945– 0.7008 dengan target 0.7113– 0.7166
Stoploss 0.6850
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
