Apa yang terjadi di pasar
Dunia keuangan global tengah menghadapi tekanan beruntun yang bersumber dari pengetatan kebijakan moneter, lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik, dan meningkatnya risiko di pasar obligasi. Dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan panduan eksplisit mengenai arah suku bunga ke depan, menekankan pergeseran Fed menuju pendekatan yang sepenuhnya bergantung pada data ekonomi. Meskipun Fed menahan diri untuk tidak mengonfirmasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober, mayoritas pasar memperkirakan kebijakan bertahan sebelum kemungkinan kenaikan berlanjut pada Desember. Langkah pengetatan ini berjalan serentak secara global seiring usaha bank sentral di berbagai negara membendung inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi akibat perang Iran serta pesatnya investasi kecerdasan buatan, di tengah lonjakan utang publik dunia yang melampaui 100% PDB. Di saat yang sama, stabilitas pasar keuangan global dibayangi oleh pergeseran struktur investor obligasi pemerintah. Wakil Gubernur Bank of England Sarah Breeden serta IMF memperingatkan bahwa dominasi hedge fund yang memanfaatkan penggunaan leverage tinggi dan strategi basis trade, meningkatkan potensi guncangan di pasar obligasi lokal menjalar menjadi krisis keuangan yang lebih luas. Hal ini tecermin dari melonjaknya imbal hasil obligasi di berbagai negara inti seperti AS, Inggris, dan Prancis ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Di kawasan Eropa, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengakui bahwa pengetatan kondisi pembiayaan ini akan memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi lebih cepat dari perkiraan, meskipun biaya hidup yang membengkak telah memicu aksi protes massa di Prancis, Belgia, Portugal, hingga Italia. Tekanan moneter dan ketidakpastian geopolitik tersebut berdampak langsung pada pasar saham AS, di mana indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones mengalami penurunan signifikan pada penutupan pekan ini. Secara umum gejolak ini menegaskan lanskap ekonomi dunia yang rentan terhadap risiko sistemik.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung netral - XAGUSD = Sideways Cenderung netral – NZDUSD = Sideways Cenderung netral
Trading Plan :
XAUUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 4064 – 4145 dengan target 4229 – 4328
Stoploss 3919
Grafik XAUUSD time frame D1

XAGUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 53.36 – 55.55 dengan target 59.13 – 62.01
Stoploss 49.66
Grafik XAGUSD time frame D1

NZDUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 0.5506 – 0.5592 dengan target 0.5705 – 0.5790
Stoploss 0.5355
Grafik NZDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
