Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Gelombang Pasar Obligasi Berlanjut

Gelombang Pasar Obligasi Berlanjut

by REZA ASWIN

Apa yang terjadi di pasar

            Pasar keuangan global berada di bawah tekanan ganda seiring gelombang imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Serikat (US Treasury) berlanjut, naik ke level tertinggi dalam beberapa dekade dan memicu aksi pelepasan aset berisiko (risk-off). Dengan adanya kombinasi tingginya harga minyak mentah West Texas Intermediate di kisaran $92 per barel serta kekhawatiran inflasi, telah meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Situasi ini berdampak luas, menekan pergerakan tiga indeks utama Wall Street, koreksi tajam pada harga logam mulia, hingga memperkuat skeptisisme terhadap gelembung investasi Artificial Intelligence (AI). Di pasar obligasi, yield US Treasury tenor 10 tahun yang menjadi tolok ukur utama pinjaman hipotek dan kredit konsumen naik melampaui 5,23%, mendekati level tertinggi sejak Juni 2007. Kenaikan serupa terjadi pada tenor 30 tahun yang sensitif terhadap risiko geopolitik hingga menyentuh 5,55%, sementara tenor 2 tahun naik ke kisaran 4,92%. Dampak kenaikan imbal hasil riil obligasi global turut mendinginkan minat investor terhadap aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding assets). Harga emas berjangka COMEX turun 3,34% ke level $4.176,80 per troy ounce, sedangkan harga perak berjangka jatuh lebih dari 5% ke level $61,52 per troy ounce. Di tengah turbulensi pasar tersebut, investor ternama Michael Burry mengambil langkah agresif dengan mempercepat jangka waktu tesis pesimisnya terhadap sektor AI. Burry melihat adanya  ketidakseimbangan antara tingginya pengeluaran modal infrastruktur AI dan pendapatan riil, di samping lonjakan kapasitas produksi cip memori dari Tiongkok yang berpotensi mengakhiri periode kelangkaan pasokan di industri tersebut. Semua keadaan ini secara langsung memperketat kondisi finansial dan memaksa para pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang rilis serangkaian data ekonomi penting AS pekan ini, seperti laporan lowongan kerja JOLTS, data inflasi PCE inti, hingga laporan ketenagakerjaan Non-Farm Payrolls.

 

Ekspektasi Pasar

Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Netral - XAGUSD = Sideways Cenderung Netral – AUDUSD = Sideways Cenderung Netral

 

Trading Plan :

XAUUSD: SIDEWAYS

Buy Limit: 3934 – 4016 dengan target 4187 – 4290

Stoploss 3794

Grafik XAUUSD time frame D1

 

XAGUSD: SIDEWAYS

Buy Limit: 56.84 – 58.48 dengan target 62.21 – 64.37

Stoploss 53.88

Grafik XAGUSD time frame D1

 

AUDUSD: SIDEWAYS

Buy Limit: 0.6922 – 0.6977 dengan target 0.7072 – 0.7116

Stoploss 0.6844

Grafik AUDUSD time frame D1

 

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.