Apa yang terjadi di pasar
Tiga belas hari menjelang FOMC meeting, angka inflasi di Serikat kembali melonjak pada bulan September. Keadaan ini melemahkan harapan penurunan biaya hidup setelah Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,6% secara bulanan dan mencapai 3,7% secara tahunan. Lonjakan ini terutama didorong oleh kenaikan harga bensin sebesar 9,1% akibat berlanjutnya konflik AS-Iran, serta didukung oleh kenaikan harga tempat tinggal, kendaraan bekas, dan pakaian. Bahkan inflasi inti, yang mengesampingkan komponen energi dan pangan, mencatatkan laju tahunan sebesar 2,6%. Data ini memicu reorientasi ekspektasi pasar keuangan, di mana para pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve pada rapat FOMC mendatang meningkat, didorong oleh kekhawatiran bahwa guncangan harga energi dan permintaan terkait pengembangan kecerdasan buatan akan menyebar luas ke seluruh segmen perekonomian. Di saat yang sama, tekanan fiskal pemerintah AS mendapat sorotan tajam dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, secara terbuka mendesak Menteri Keuangan AS Scott Bessent untuk mengambil langkah pemangkasan defisit yang konkret dan tidak hanya mengandalkan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Defisit anggaran federal AS yang diperkirakan melampaui 6% dari PDB telah mendorong total utang publik melewati angka $40 triliun. Kondisi ini tidak hanya menaikkan imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun ke level tertinggi sejak dekade terakhir di kisaran 5,2%, tetapi juga meningkatkan beban rollover utang di tengah ekspektasi bahwa suku bunga acuan akan bertahan tinggi lebih lama. Sinyal memanasnya inflasi dan tingginya biaya pinjaman langsung memicu guncangan pada pasar saham AS. Indeks S&P 500 dan Nasdaq turun tajam dalam sesi perdagangan harian akibat aksi jual masif, yang kemudian berlanjut ke penurunan pada perdagangan kontrak berjangka (futures). Pasar kini menantikan rilis Indeks Harga Produsen (PPI), penjualan ritel, serta laporan kinerja keuangan dari sektor perbankan regional untuk mengukur arah pergerakan ekonomi dan potensi pengetatan moneter lanjutan hingga tahun mendatang.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung netral - XAGUSD = Sideways Cenderung netral – AUDUSD = Sideways Cenderung netral
Trading Plan :
XAUUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 3980 – 4064 dengan target 4138 – 4229
Stoploss 3839
Grafik XAUUSD time frame D1

XAGUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 51.30 – 53.36 dengan target 57.44 – 60.32
Stoploss 48.15
Grafik XAGUSD time frame D1

AUDUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 0.6893 – 0.6939 dengan target 0.7019 – 0.7060
Stoploss 0.6825
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
