Berita

Rumah Edukasi & Research Market Research Berita Perdagangan Inflasi Amerika Serikat Terus Memanas

Inflasi Amerika Serikat Terus Memanas

by REZA ASWIN

Apa yang terjadi di pasar

     Angka inflasi di Amerika Serikat terus memanas, setelah laporan Indeks Harga Produsen (PPI) untuk bulan September menunjukkan kenaikan yang jauh lebih tinggi dari perkiraan para ekonom. Harga grosir naik sebesar 1,3% secara bulanan dan 6,3% secara tahunan menjadi lonjakan terbesar sejak 2022. Pendorong utamanya adalah sektor energi yang dipicu konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, Indeks Harga Konsumen (CPI) juga melampaui estimasi dengan mencatat kenaikan tahunan 3,7%, sementara penjualan ritel mulai melambat akibat konsumen yang membatasi pengeluaran di luar sektor bahan bakar. Rentetan data inflasi yang memanas serta catatan Beige Book yang penuh dengan pembahasan inflasi membuat ekspektasi pasar berubah. Para pedagang di pasar kontrak berjangka kini memperhitungkan peluang yang semakin tinggi bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang. Sejumlah ekonom dan analis menilai bahwa The Fed hampir tidak memiliki pilihan selain memperketat kebijakan moneter guna menekan inflasi yang terus melonjak sejak diberlakukannya tarif dan diperparah oleh eskalasi perang AS dengan Iran. Di pasar keuangan, bursa saham AS berhasil ditutup menguat meski dibayangi ketidakpastian suku bunga dan kekhawatiran atas tingginya belanja perusahaan teknologi untuk kecerdasan buatan (AI). Investor mulai mengalihkan fokus ke saham-saham bernilai di luar sektor teknologi, seperti ritel. Kendati demikian, sektor AI tetap menunjukkan performa yang beragam. TSMC berhasil mencetak rekor laba bersih kuartal keenam berturut-turut berkat tingginya permintaan chip AI global, sementara produsen memori menghadapai kekhawatiran kelebihan pasokan. Di tingkat global, dampak perang Iran terus meluas. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat menyusul insiden penyerangan kapal komersial dan klaim saling kontrol atas jalur air vital tersebut antara Washington dan Teheran. Pada saat yang sama, konflik geopolitik lain turut memicu dinamika baru, mulai dari isu pembatasan akses internet Starshield untuk militer Ukraina hingga kebijakan pelonggaran sementara ekspor diesel Rusia oleh pemerintah AS demi meredakan tekanan harga bahan bakar global.

           

 

Ekspektasi Pasar

Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung netral - XAGUSD = Sideways Cenderung netral – NZDUSD = Sideways Cenderung netral

 

Trading Plan :

XAUUSD: SIDEWAYS

Buy Limit: 4064 – 4145 dengan target 4229 – 4328

Stoploss 3919

Grafik XAUUSD time frame D1

 

XAGUSD: SIDEWAYS

Buy Limit: 53.36 – 55.55 dengan target 59.13 – 62.01

Stoploss 49.66

Grafik XAGUSD time frame D1

 

NZDUSD: SIDEWAYS

Buy Limit: 0.5506 – 0.5592 dengan target 0.5705 – 0.5790

Stoploss 0.5355

Grafik NZDUSD time frame D1

 

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.