Kebijakan Moneter Global di Tengah Inflasi
by
REZA ASWIN
Apa yang terjadi di pasar
Dunia perekonomian global saat ini berada dalam ketidakpastian tinggi yang dipicu oleh tingginya tekanan inflasi, pengetatan kebijakan moneter oleh bank-bank sentral utama, serta pergeseran diplomasi geopolitik berbasis energi. Para pembuat kebijakan di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve mengadakan pertemuan kebijakan di tengah perdebatan krusial mengenai arah pengetatan lebih lanjut. Meskipun pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan ini setelah kenaikan pada bulan September, kehati hatian tetap membayangi pergerakan investor yang focus pada sinyal langkah selanjutnya dari Ketua Kevin Warsh. Pendekatan Warsh yang cenderung menghindari panduan ke depan (forward guidance) demi memberikan fleksibilitas pada respons data ekonomi menciptakan ketidakpastian tersendiri, di mana proyeksi pasar mengarah pada pengetatan berlanjut secara metodis tanpa komitmen, sehingga berisiko pada sektor perumahan dan tenaga kerja. Meskipun ada ekspektasi jeda kebijakan sementara dari kenaikan suku bunga sebelumnya, pasar memperkirakan peluang tinggi terjadinya pengetatan tambahan pada kuartal-kuartal mendatang jika pertumbuhan dan tren harga gagal melandai. Sementara itu di Asia, Bank Sentral Jepang (BOJ) juga menghadapi momen transisi kebijakan penting di mana mereka diperkirakan akan menahan suku bunga acuan pada level 1,25% setelah kenaikan signifikan sebelumnya. Dengan adanya pertumbuhan upah domestik dan kenaikan biaya impor akibat pelemahan yen, BOJ berada dalam konfirmasi pencapaian target inflasi inti 2% secara berkelanjutan. Kendati indikator makroekonomi dan persepsi pembuat kebijakan memberikan ruang bagi kenaikan suku bunga berturut-turut hingga menuju tingkat netral dalam rentang menengah, kerapuhan pasar obligasi domestik dan tingginya imbal hasil aset Amerika Serikat menjadi faktor penahan kecepatan normalisasi moneter tersebut. Arus modal diperkirakan akan berangsur kembali ke Jepang seiring bertambahnya imbal hasil domestic.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung netral - NZDUSD = Sideways Cenderung netral – USDJPY = Sideways Cenderung netral
Trading Plan :
XAUUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 3936 – 4036 dengan target 4144 – 4259
Stoploss 3770
Grafik XAUUSD time frame D1

NZDUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 0.5564 – 0.5647 dengan target 0.5750 – 0.5841
Stoploss 0.5436
Grafik NZDUSD time frame D1

USDJPY: Bearish
Sell Limit: 158.48 – 159.48 dengan target 156.09 – 157.19
Stoploss 161.27
Grafik USDJPY time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
