Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Laporan Federal Reserve New York

Laporan Federal Reserve New York

by REZA ASWIN

Apa yang terjadi di pasar

            Laporan terbaru dari Federal Reserve New York menunjukkan bukti nyata mengenai dampak kebijakan tarif Presiden Donald Trump terhadap keuangan konsumen. Penelitian mengungkapkan bahwa biaya dari 67 kategori barang konsumsi naik sebesar 2,9 poin persentase pada bulan Februari akibat bea masuk tersebut. Tanpa adanya kebijakan tarif ini, harga barang-barang yang diteliti diperkirakan justru akan turun hampir 1%. Pertumbuhan harga tahunan diperkirakan mencapai puncaknya pada awal tahun 2026, namun konsumen diprediksi masih harus membayar harga yang lebih tinggi hingga tahun 2027. Sekitar dua pertiga dari dampak kenaikan harga berasal langsung dari bea masuk, sementara sisanya dipicu oleh efek domino pada produk-produk yang menggunakan material impor. Di sisi geopolitik, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa AS tidak akan melakukan serangan militer terhadap Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada 3 November mendatang, sambil menyebutkan adanya diskusi produktif dengan Teheran. Pernyataan ini menandai perubahan sikap setelah sebelumnya Trump sempat mengisyaratkan kemungkinan serangan baru yang mendorong harga minyak mentah Brent melonjak di atas $104 per barel. Walaupun serangan ditunda, AS tetap mempertahankan blokade angkatan laut dan memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan ribuan Marinir serta kapal induk tambahan. Sementara itu, pasar keuangan mencatatkan penurunan imbal hasil obligasi 10 tahun ke level 5,229%, sedangkan imbal hasil 30 tahun melandai ke 5,602%. Penurunan suku bunga acuan pasar ini dipengaruhi oleh meredanya kekhawatiran perang pasca-pernyataan Trump mengenai Iran, serta didukung oleh hasil lelang obligasi 30 tahun senilai $22 miliar yang terserap dengan baik oleh pasar. Sebelumnya, Gubernur Fed Christopher Waller mengisyaratkan pentingnya kenaikan suku bunga lanjutan untuk menekan inflasi yang telah berada di atas target 2% selama lima setengah tahun, namun penyesuaian tersebut tidak harus dilakukan secara terburu-buru dalam setiap pertemuan berturut-turut.

Ekspektasi Pasar

Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Netral - XAGUSD = Sideways Cenderung Netral – AUDUSD = Sideways Cenderung Netral

 

Trading Plan :

XAUUSD: SIDEWAYS

Buy Limit: 3940 – 4047 dengan target 4260 – 4375

Stoploss 3747

Grafik XAUUSD time frame D1

 

XAGUSD: SIDEWAYS

Buy Limit: 56.80 – 58.60 dengan target 61.44 – 63.59

Stoploss 53.11

Grafik XAGUSD time frame D1

 

AUDUSD: SIDEWAYS

Buy Limit: 0.6890 – 0.6942 dengan target 0.7029 – 0.7079

Stoploss 0.6791

Grafik AUDUSD time frame D1

 

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.

Perdagangan kontrak derivatif memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Kerugian dapat terjadi dalam waktu singkat, bahkan melebihi margin awal yang disetorkan. Penggunaan leverage dapat memperbesar keuntungan maupun kerugian.

Pastikan Anda memahami risikonya dan hanya melakukan trading jika siap menanggung potensi kerugian.