Istilah
breakeven point dalam trading forex mengacu pada kondisi di mana Anda telah menutup posisi pada harga yang sama dengan harga pembukaan atau level entry.
Kemudian sering digunakan sebagai teknik manajemen risiko untuk meminimalkan kerugian.
Breakeven trading forex adalah kondisi trader tidak mengalami kerugian atau menghasilkan keuntungan pada suatu posisi trading yang diambil. Hal ini dapat dicapai saat
harga pasar bergerak kea rah yang diharapkan sehingga posisinya sudah memiliki keuntungan yang cukup menutupi biaya transaksi.
Serta biaya modal yang digunakan untuk membuka posisi tersebut menjadi tujuan utama saat Anda melakukan trading forex. Karena dengan mencapai breakeven, trader sudah
tidak memiliki risiko kerugian dalam posisi tersebut.
Namun, Anda harus tetap berhati-hati dalam menggunakan strategi yang tepat ntuk mencapainya karena jika salah mengambil keputusan, trader tetap bisa mengalami kerugian
dalam posisi trading tersebut.
Alasan Breakeven Point dalam Trading Forex Menjadi Penting
Pasalnya, breakeven point dalam trading sangat penting karena memberikan keuntungan yang signifikan dalam mengelola risiko serta memperoleh keuntungan. Berikut perlu
Anda ketahui alasan pentingnya breakeven dalam forex:
1. Untuk Mengelola Risiko
Dengan breakeven point dapat membantu Anda untuk mengelola risiko kerugian pada posisi trading. Hal ini dengan memindahkan stop loss ke level entry. Selanjutnya, Anda
sudah tidak memiliki risiko kerugian dalam posisi tersebut, sehingga risiko kerugian bisa lebih dikelola dengan lebih baik.
2. Meningkatkan Psikologi Trading
Dengan mencapai breakeven, Anda bisa menjadi lebih tenang dan percaya diri dalam menjalankan trading. Hal ini bisa meningkatkan psikologi trading dan membantu Anda
untuk membuat keputusan yang lebih baik lagi.
3. Memperoleh Keuntungan Pasti
Selanjutnya, memungkinkan Anda untuk memperoleh keuntungan pasti dari posisinya tanpa harus menambah risiko kerugian. Dengan cara menutup separuh posisi trading atau
menambah posisi baru untuk bisa memperoleh keuntungan pasti dari posisi tersebut.
4. Meningkatkan Efisiensi saat Trading
Kemudian juga bisa mengoptimalkan strategi dan meningkatkan efisiensi. Dengan cara menghindari risiko kerugian yang tidak perlu, selanjutnya Anda bisa memperoleh
keuntungan lebih banyak serta mengurangi biaya transaksi untuk dikeluarkan.
Mengenali Jenis-jenis dari Breakeven Point dalam Trading
Sebagai seorang trader, Anda perlu mengetahui bahwa breakeven point dalam trading terbagi menjadi dua jenis. Berikut kenali lebih jauh jenis-jenis dari breakeven untuk
Anda pelajari:
1. Breakeven Trading yang Seharusnya Profit
Pada breakeven trading yang seharusnya profit merupakan kondisi di mana trader mencapai breakeven point. Kemudian posisi tradingnya bergerak kea rah yang diharapkan
sehingga Anda bisa memperoleh keuntungan lebih signifikan.
Pada kondisi ini, Anda telah membatasi risiko kerugian dan berhasil mencapai breakeven tersebut. Sehingga tidak ada risiko kerugian lebih lanjut dalam posisi tersebut.
Namun, Anda tetap bisa memperoleh keuntungan secara signifikan ketika posisi tradingnya bergerak ke arah yang diharapkan.
Contoh sederhananya adalah sebagai berikut:
- Seorang trader membuka posisi beli pada pasangan mata uang EUR/USD pada harga 1,2000 menggunakan stop loss pada level 1,1950.
- Saat harga pasar naik, trader memindahkan stop loss ke level entry pada harga 1,2000 demi mencapai breakeven.
- Setelah mencapai breakeven, harga pasar terus naik serta trader memperoleh keuntungan sebesar 50 pip saat harga pasar mencapai level 1,2050.
2. Breakeven Trading yang Seharusnya Loss
Selanjutnya, breakeven yang seharusnya loss merupakan kondisi di mana trader mencapai breakeven point dalam trading dan kemudian posisinya bergerak kea rah yang tidak
diharapkan. Sehingga, Anda perlu menanggung kerugian yang seharusnya bisa dihindari.
Pada kondisi ini, trader telah membatasi risiko kerugian dengan mencapai breakeven, tetapi kemudian posisi tradingnya bergerak ke arah yang tidak sesuai keinginan
sehingga perlu menanggung kerugian yang tidak perlu.
Contoh sederhananya adalah sebagai berikut:
- Seorang trader membuka posisi beli pada pasangan mata uang EUR/USD pada harga 1,2000 menggunakan stop loss pada level 1,1950.
- Saat harga pasar naik, trader memindahkan stop loss ke level entry pada harga 1,2000 demui tercapainya breakeven.
- Setelah mencapai breakeven, harga pasar terus turun dan trader perlu menutup posisi pada level 1,1950, sehingga akan menanggung kerugian sebesar 50 pip.
3 Manfaat dari Menggunakan Breakeven
Pasalnya, dalam strategi breakeven point dalam
trading forex ada beberapa manfaat. Berikut manfaatnya untuk Anda perlu ketahui:
1. Meminimalkan Risiko Kerugian dan Mengoptimalkan Keuntungan
Anda dapat meminimalkan risiko kerugian dengan cara menetapkan stop loss pada level breakeven setelah sudah mencapai profit tertentu. Hal ini dapat membantu Anda untuk
tetap berada dalam posisi serta menghindarinya dari kerugian besar.
Selain itu, Anda juga dapat mengoptimalkan profit dengan memindahkan stop loss pada level breakeven setelah dapat mencapai profit tertentu. Sehingga, Anda dapat
memperoleh keuntungan lebih banyak dan juga mengurangi risiko dari kerugian.
2. Menjaga Emosi Trading
Selanjutnya, Anda dapat menjaga emosi dan menghindari keputusan trading yang terburu-buru serta impulsif. Dengan menetapkan level tersebut, Anda dapat menjadi tetap
tenang serta fokus pada strategi tesebut.
3. Meningkatkan Disiplin Trading
Anda juga dapat meningkatkan disiplin serta mengikuti trading plan lebih baik lagi. Hal ini dapat membantu Anda untuk lebih tetap konsisten dalam mengambil keputusan
dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Dengan begitu, penggunaan dari breakeven point dalam trading dapat membantu Anda untuk mengurangi risiko kerugian, memperoleh keuntungan lebih besar, dan juga
meningkatkan disiplin secara keseluruan.
Cara Mudah Menerapkan Breakeven Point dalam Trading Forex
Untuk menerapkannya breakeven point dalam trading, Anda perlu beberapa langkah yang bisa dilakukan. Ketahui langkahnya sebagai berikut:
- Sebelum membuka posisi trading, Anda perlu menentukan level stop loss untuk membatasi risiko kerugian. Level stop loss ini dapat ditentukan berdasarkan
analisis teknikal maupun fundamental.
- Setelah membuka posisi trading, Anda harus tetap memantau pergerakan harga pasar. Saat harga pasar sudah bergerak sejauh jarak yang sama dengan stop loss
tersebut, Anda bisa memindahkan stop loss ke level entry.
- Jika trader menginginkan keuntungan lebih banyak, bisa menggunakan trailing stop untuk menggeser stop loss sesuai dengan pergerakan harga pasar. Pada trailing
stop dapat membantu memperoleh keuntungan lebih banyak saat harga pasar terus bergerak ke arah yang diharapkan.
- Jika trader ingin mendapatkan keuntungan pasti dari posisi tersebut tanpa harus menambah risiko kerugian. Anda bisa menutup separuh posisi trading saat harga
pasar sudah bergerak sejauh jarak tertentu.
- Jika trader ingin memperbesar peluang keuntungan tanpa menambah risiko kerugian, maka bisa menambah posisi baru dengan ukuran lot lebih kecil ketika harga
pasar sudah bergerak sejauh jarak tertentu dan trader sudah memperoleh keuntungan cukup untuk menutupi biaya transaksi.
Anda dapat menerapkan breakeven point dalam trading ini bersama DIDIMAX. Sebelumnya, juga bisa mengunjungi websitenya di www.didimax.co.id untuk mendapatkan informasi
terbaru mengenai pasar forex.