Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Mengapa Market Lambat? Cara Menyesuaikan Strategi di Bank Holiday

Mengapa Market Lambat? Cara Menyesuaikan Strategi di Bank Holiday

by rizki

Mengapa Market Lambat? Cara Menyesuaikan Strategi di Bank Holiday

Jika kamu sudah cukup lama berkecimpung di dunia trading forex, pasti pernah merasakan kondisi market yang terasa lambat, sepi, dan minim pergerakan. Candlestick terasa pendek, volume menurun, dan sinyal teknikal sering “tidak jalan” seperti biasanya.

Kondisi seperti ini sering terjadi saat bank holiday — hari libur perbankan di negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, atau kawasan Eropa.

Banyak trader pemula salah paham:
mereka mengira market “rusak”, broker bermasalah, atau indikator tidak akurat. Padahal, penyebab utamanya adalah berkurangnya likuiditas dan aktivitas pelaku besar di pasar.

Artikel ini akan membahas:

  • Mengapa market melambat saat bank holiday

  • Dampaknya terhadap strategi trading

  • Kesalahan yang sering dilakukan trader

  • Cara menyesuaikan pendekatan agar tetap aman (dan tetap rasional)

Mari kita bahas pelan-pelan.


Apa Itu Bank Holiday dan Mengapa Berpengaruh Besar?

Forex memang buka 24 jam sehari selama hari kerja, tetapi motor utama pergerakan harga sebenarnya adalah:

  • bank sentral

  • bank komersial besar

  • institusi keuangan

  • hedge fund

  • korporasi multinasional

Ketika terjadi bank holiday di negara besar, sebagian besar aktivitas tersebut berhenti. Artinya:

  • transaksi besar menurun

  • transfer dana lintas negara berkurang

  • aktivitas hedging perusahaan menurun

  • volume trading institusi mengecil

Tanpa “pemain besar”, pasar menjadi:

✔ lebih sepi
✔ volume turun
✔ volatilitas rendah
✔ spread bisa melebar

Karena itulah, meskipun market secara teknis tetap buka, kualitas pergerakan harganya jauh berubah.


Mengapa Pergerakan Harga Jadi Lambat?

Ada beberapa faktor utama yang membuat market terasa “lemot”:

1. Volume Menurun Drastis

Likuiditas adalah “bensin” bagi market.

Saat bank libur:

  • order book menipis

  • jumlah transaksi turun

  • antrian order menjadi kecil

Dampaknya:

  • market tidak bergerak jauh

  • breakout palsu lebih sering terjadi

  • candle pendek-pendek dan datar

Trader ritel masih aktif, tetapi kontribusinya kecil dibanding institusi besar.

2. Pelaku Besar Tidak Ambil Posisi

Institusi biasanya menunggu kondisi market kembali normal.

Mereka tidak mau:

  • masuk ke market yang tidak likuid

  • menanggung risiko spread besar

  • menjalankan strategi di kondisi tidak ideal

Karena pemain besar tak masuk, pasar seperti kapal tanpa nahkoda — bergerak kecil, tidak jelas arah.

3. Volatilitas Menjadi Tidak Konsisten

Ada momen tertentu saat market:

  • lama sideways

  • lalu tiba-tiba spike sebentar

  • lalu kembali diam

Pergerakan seperti ini sering menjebak trader yang terlalu agresif.


Dampak Bank Holiday Terhadap Strategi Trading

Di sini banyak trader salah langkah.

Mereka tetap menggunakan strategi yang sama seperti saat market normal:

❌ scalping agresif di kondisi likuiditas rendah
❌ entry berdasarkan breakout semu
❌ mengejar target besar di kondisi lambat
❌ membuka banyak posisi karena merasa “aman”

Padahal, kondisi market lambat mengubah karakter strategi.

Mari lihat beberapa contohnya.


1. Strategi Breakout Menjadi Berbahaya

Breakout bekerja baik saat:

  • volume besar

  • ada dorongan kuat

  • pasar sedang trending

Saat bank holiday:

  • breakout palsu sering terjadi

  • harga menembus sedikit lalu kembali

  • stop loss cepat tersentuh

Trader yang tidak sadar kondisi akan mudah rugi.


2. Scalping Bisa Jadi Tidak Menguntungkan

Scalper biasanya mengandalkan:

  • pergerakan cepat

  • spread kecil

  • volatilitas stabil

Saat kondisi lambat:

  • spread melebar

  • pergerakan sangat kecil

  • biaya trading tidak sebanding dengan profit

Bukan hanya sulit profit, justru biaya trading bisa lebih besar dari hasilnya.


3. Swing Trading Kurang Efektif

Swing trader membutuhkan:

  • gelombang harga yang jelas

  • momentum

  • arah yang terkonfirmasi

Saat bank holiday, market sering:

  • sideways sempit

  • tanpa momentum

  • tidak membentuk struktur harga yang jelas

Entry menjadi lebih berisiko.


Jadi, Apa yang Harus Dilakukan Trader?

Daripada memaksakan trading, trader bijak akan:

✔ 1. Mengurangi Aktivitas Trading

Tidak ada salahnya:

  • tidak entry

  • menunggu market normal

  • fokus evaluasi strategi

Ingat:
tidak entry juga termasuk strategi.

✔ 2. Gunakan Timeframe Lebih Tinggi

Jika tetap ingin trading:

  • gunakan H4 atau Daily

  • hindari M1–M5

  • fokus pada struktur besar

Timeframe tinggi lebih stabil dibanding timeframe kecil saat volume rendah.

✔ 3. Kurangi Lot & Perketat Money Management

Tips yang bijak:

  • kurangi ukuran lot

  • hindari overtrade

  • jaga risiko maksimal 1–2% per posisi

Market lambat bukan saatnya mengejar profit besar.

✔ 4. Hindari News Trading

Saat bank holiday:

  • berita ekonomi sering diabaikan

  • respon market tidak normal

  • sinyal fundamental membingungkan

Lebih baik fokus pada kondisi teknikal sederhana.

✔ 5. Gunakan Waktu untuk Belajar

Bank holiday justru momen emas untuk:

  • backtest strategi

  • memperbaiki jurnal trading

  • belajar psikologi trading

  • memahami money management lebih dalam

Trader profesional menggunakan momen sepi untuk meningkatkan kualitas diri, bukan memaksakan profit.


Kesalahan Umum Trader Saat Market Lambat

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

❌ memaksakan entry karena “takut ketinggalan”
❌ membesarkan lot agar profit terasa
❌ berpindah-pindah strategi secara emosional
❌ terlalu fokus pada sinyal indikator

Padahal sumber masalahnya hanya satu:

👉 kondisi market memang tidak mendukung.

Tugas trader bukan memaksa market bergerak,
tetapi menyesuaikan diri dengan kondisi market.


Penutup: Trader Cerdas Selalu Adaptif

Bank holiday akan selalu ada — setiap tahun, berulang, dan tidak bisa dihindari.

Trader yang sukses bukan mereka yang:

  • selalu profit setiap hari,
    tetapi mereka yang tahu kapan harus aktif dan kapan harus diam.

Saat market lambat:

  • kurangi ekspektasi

  • sesuaikan strategi

  • utamakan manajemen risiko

Dengan begitu, akunmu lebih terjaga dan mentalmu tetap stabil.


Di saat banyak trader memaksakan diri trading di market yang tidak ideal, kamu bisa mengambil langkah lebih bijak: belajar, memperdalam strategi, dan memahami market secara lebih matang. Jika kamu ingin belajar lebih terarah dengan mentor berpengalaman, materi terstruktur, serta komunitas aktif, kamu bisa mengikuti program edukasi trading yang disediakan di website resmi Didimax.

Di sana, kamu tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung, analisa market, hingga cara mengelola risiko dengan benar. Yuk, tingkatkan kualitas trading kamu dan hindari kesalahan yang tidak perlu dengan bergabung melalui: www.didimax.co.id.