Menghadapi News Trading: Hold atau Close Posisi?
Dalam dunia trading, terutama di pasar forex, momen rilis berita (news trading) menjadi salah satu faktor yang paling ditunggu dan diwaspadai oleh para trader. Berita ekonomi, keputusan suku bunga, laporan tenaga kerja, dan peristiwa geopolitik dapat menyebabkan pergerakan harga yang sangat volatil. Kondisi ini sering kali menimbulkan dilema bagi trader: apakah lebih baik menahan posisi (hold) atau menutup posisi (close) sebelum berita dirilis?
Memahami Dampak News Trading

News trading adalah strategi yang memanfaatkan pergerakan harga yang terjadi akibat rilis berita ekonomi atau kejadian fundamental lainnya. Berita-berita penting seperti Non-Farm Payrolls (NFP), pengumuman suku bunga oleh bank sentral, dan laporan inflasi sering kali menciptakan lonjakan volatilitas dalam waktu singkat. Dalam kondisi ini, harga bisa bergerak tajam dalam satu arah atau mengalami fluktuasi yang tidak terduga.
Sebelum memutuskan untuk menahan atau menutup posisi, penting bagi trader untuk memahami dampak dari berita tersebut terhadap instrumen yang diperdagangkan. Faktor-faktor seperti ekspektasi pasar, konsensus analis, dan data historis dari rilis sebelumnya dapat menjadi indikator penting dalam memperkirakan pergerakan harga.
Keuntungan dan Risiko Hold Posisi saat News Trading

Menahan posisi saat berita dirilis dapat memberikan keuntungan besar jika arah pergerakan harga sesuai dengan prediksi trader. Berikut beberapa alasan mengapa trader memilih untuk hold posisi:
-
Potensi Profit Besar: Jika analisis yang dilakukan akurat, trader dapat memperoleh keuntungan signifikan dalam waktu singkat karena volatilitas yang tinggi.
-
Manfaat dari Breakout: Berita besar sering kali memicu breakout, di mana harga menembus level support atau resistance utama dan terus bergerak dalam satu arah.
-
Memanfaatkan Sentimen Pasar: Trader yang memahami sentimen pasar dapat memanfaatkan momen ini untuk meraih keuntungan maksimal.
Namun, ada beberapa risiko yang harus diperhatikan saat memilih untuk menahan posisi:
-
Slippage dan Spread Melebar: Volatilitas tinggi bisa menyebabkan slippage, di mana order dieksekusi pada harga yang berbeda dari yang diharapkan. Selain itu, spread biasanya melebar saat berita besar dirilis.
-
Reversal Cepat: Harga dapat berbalik arah dengan cepat jika berita yang dirilis berbeda dari ekspektasi pasar.
-
Margin Call: Jika harga bergerak berlawanan dengan posisi trader, risiko terkena margin call meningkat drastis.
Keuntungan dan Risiko Close Posisi sebelum News Trading

Menutup posisi sebelum berita dirilis bisa menjadi pilihan yang lebih konservatif dan menghindarkan trader dari volatilitas yang tidak terduga. Berikut beberapa keuntungan menutup posisi sebelum rilis berita:
-
Menghindari Ketidakpastian: Trader tidak perlu menghadapi lonjakan volatilitas yang bisa merugikan.
-
Melindungi Keuntungan yang Sudah Didapat: Jika posisi sudah dalam keadaan profit, menutupnya sebelum berita dirilis bisa mengamankan keuntungan tanpa risiko harga berbalik arah.
-
Menghindari Slippage dan Spread Melebar: Dengan menutup posisi sebelum berita dirilis, trader tidak perlu khawatir terhadap spread yang melebar atau eksekusi harga yang tidak akurat.
Namun, ada juga kekurangan dari strategi ini:
-
Peluang Profit Hilang: Jika trader menutup posisi sebelum berita dirilis, ada kemungkinan harga akan bergerak sesuai prediksi, tetapi tanpa keterlibatan trader.
-
Kesulitan Menentukan Entry Kembali: Setelah berita dirilis, harga bisa bergerak terlalu cepat sehingga sulit untuk menemukan entry yang ideal.
Strategi Menghadapi News Trading
Keputusan untuk hold atau close posisi sebelum berita tergantung pada strategi dan profil risiko masing-masing trader. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:
-
Gunakan Pending Order: Jika ingin tetap memanfaatkan volatilitas berita tetapi dengan risiko yang lebih terkontrol, trader bisa menggunakan pending order seperti buy stop dan sell stop untuk menangkap pergerakan harga setelah berita dirilis.
-
Tetapkan Stop Loss dan Take Profit yang Jelas: Menggunakan stop loss dan take profit yang sesuai dengan volatilitas pasar bisa membantu mengurangi risiko.
-
Gunakan Analisis Fundamental dan Teknikal: Mengombinasikan analisis fundamental (misalnya membaca ekspektasi pasar terhadap berita) dan teknikal (seperti melihat level support dan resistance) bisa membantu mengambil keputusan yang lebih baik.
-
Hindari Overleveraging: Penggunaan leverage yang terlalu besar bisa meningkatkan risiko margin call saat harga bergerak tidak sesuai harapan.
-
Pantau Sentimen Pasar: Memantau reaksi pasar terhadap berita sebelumnya bisa memberikan gambaran tentang kemungkinan arah pergerakan harga.
Kesimpulannya, tidak ada jawaban pasti apakah lebih baik hold atau close posisi sebelum news trading. Keputusan terbaik adalah yang sesuai dengan gaya trading dan manajemen risiko masing-masing trader. Jika seorang trader siap menghadapi risiko tinggi dan memiliki strategi yang matang, maka hold posisi bisa menjadi pilihan yang menguntungkan. Namun, jika lebih mengutamakan keamanan dan menghindari ketidakpastian, menutup posisi sebelum berita dirilis adalah langkah yang lebih bijak.
Untuk memahami lebih dalam tentang strategi news trading dan teknik manajemen risiko yang tepat, bergabunglah dengan program edukasi trading di www.didimax.co.id. Didimax menawarkan bimbingan langsung dari mentor profesional serta analisis pasar terkini yang dapat membantu Anda menjadi trader yang lebih sukses.
Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan trading Anda dengan mengikuti kelas edukasi gratis di Didimax. Dapatkan wawasan berharga dan strategi yang dapat meningkatkan potensi profit Anda di pasar forex!