Teknik Scalping vs Swing Saat Bank Holiday
Ketika pasar forex memasuki periode bank holiday, karakter pergerakan harga biasanya berubah: volatilitas menurun, likuiditas menipis, dan pergerakan harga seringkali tidak “bersih”. Bagi trader, kondisi ini bisa jadi membingungkan — terutama jika harus memilih, lebih efektif scalping atau swing trading?
Di artikel panjang ini, kita akan membahas secara mendalam:
-
apa yang terjadi di pasar saat bank holiday,
-
konsep dasar scalping dan swing,
-
kelebihan–kekurangan tiap gaya trading,
-
risiko tersembunyi yang sering diabaikan,
-
strategi praktis memilih pendekatan yang tepat.
Tujuannya sederhana: membantu Anda mengambil keputusan yang rasional, bukan emosional.
Apa yang Terjadi Saat Bank Holiday?
Bank holiday adalah hari ketika bank-bank besar di negara tertentu tutup.
Karena bank merupakan pemain utama dan penyedia likuiditas, ketika mereka libur:
-
Likuiditas berkurang
Order besar sulit tereksekusi dengan harga ideal.
-
Spread melebar
Broker sering menaikkan spread untuk mengantisipasi risiko.
-
False breakout lebih sering muncul
Karena sedikit pelaku pasar, sedikit dorongan saja bisa “mendorong” harga menembus level — lalu kembali lagi.
-
Pergerakan cenderung lambat, tapi tidak selalu “aman”
Banyak trader menganggap pasar sepi = risiko kecil. Padahal sebaliknya, pasar tipis justru mudah dimanipulasi.
Di sinilah dilema muncul:
➡️ Apakah scalping masih masuk akal?
➡️ Atau justru swing yang lebih aman?
Mari bahas satu per satu.
Mengenal Teknik Scalping
Scalping adalah metode trading dengan target kecil dan waktu eksekusi cepat (hitungan menit hingga beberapa puluh menit).
Ciri umumnya:
Tools populer yang digunakan:
-
timeframe M1, M5, M15,
-
indikator seperti MA, RSI, Stochastic, Bollinger Bands,
-
price action mikro seperti rejection candle dan breakout kecil.
Kelebihan Scalping Saat Bank Holiday
Walaupun pasar sepi, scalping masih mungkin dilakukan karena:
-
Tidak perlu pergerakan besar
Target kecil berarti Anda tidak bergantung pada tren panjang.
-
Cepat selesai
Tidak harus menahan posisi berjam-jam.
-
Banyak peluang kecil
Meski pasar sideways, setiap “gelombang kecil” masih bisa dimanfaatkan.
Kekurangan Scalping Saat Bank Holiday
Namun, risikonya meningkat ketika:
-
Spread melebar memakan profit
Target 10 pips, spread 4 pips — margin keuntungan jadi kecil sekali.
-
False signal sangat banyak
Pasar tipis membuat indikator sering memberi sinyal palsu.
-
Butuh fokus tinggi
Anda harus menatap chart terus menerus.
-
Psikologis mudah lelah
Loss kecil beruntun bisa membuat overtrading.
Kesimpulan sementara:
Scalping saat bank holiday hanya cocok bagi trader berpengalaman dan disiplin tinggi.
Mengenal Swing Trading
Swing trading berfokus pada pergerakan harga yang lebih besar — biasanya menahan posisi dari beberapa hari hingga minggu.
Ciri khas swing:
-
analisis di timeframe H4, Daily,
-
entry berdasarkan support–resistance kuat dan tren besar,
-
target profit ratusan pips,
-
sabar menunggu konfirmasi.
Kelebihan Swing Saat Bank Holiday
-
Tidak terganggu noise kecil
Pergerakan kecil akibat pasar tipis tidak terlalu mempengaruhi struktur besar.
-
Lebih tenang
Tidak perlu sering membuka chart.
-
Spread tidak jadi masalah besar
Karena target besar, spread yang melebar tidak terlalu berpengaruh.
-
Lebih selaras dengan arah fundamental
Swing mengikuti tren besar, bukan gerakan sementara.
Kekurangan Swing Saat Bank Holiday
Tetap ada risiko:
-
Entry bisa delay
Karena volume kecil, harga bisa “macet” lama.
-
Gaps setelah libur
Ketika pasar kembali normal, bisa terjadi lonjakan tajam.
-
Modal & kesabaran harus kuat
Stop loss biasanya lebih lebar.
Jadi, swing memang lebih “tenang”, tapi tetap perlu manajemen risiko yang matang.
Lalu, Mana yang Lebih Cocok Saat Bank Holiday?
Tidak ada jawaban mutlak.
Namun secara umum:
✔ Swing cenderung lebih aman
Karena:
-
tidak bergantung pada volatilitas jangka pendek,
-
lebih stabil mengikuti struktur pasar utama,
-
tidak terlalu terganggu spread melebar.
✔ Scalping bisa dilakukan — tapi selektif
Jika tetap ingin scalping:
Tips Praktis Trading Saat Bank Holiday
1️⃣ Kurangi Frekuensi Trading
Bank holiday bukan waktu terbaik mencari profit besar.
Lebih baik:
2️⃣ Perhatikan Spread Sebelum Entry
Jika spread melebar drastis — tunda entry.
3️⃣ Hindari Breakout Tanpa Volume
Breakout di pasar sepi sering palsu. Tunggu retest dan konfirmasi.
4️⃣ Perkuat Money Management
Gunakan risiko kecil:
5️⃣ Jangan Terjebak FOMO
Tidak trading juga sebuah keputusan.
Trader profesional tahu kapan harus berhenti.
Kesimpulan
Scalping dan swing sama-sama bisa digunakan saat bank holiday — tetapi dengan karakter risiko berbeda.
-
Scalping: cepat, dinamis, tapi rentan sinyal palsu.
-
Swing: lebih tenang, lebih stabil, namun perlu kesabaran dan manajemen risiko yang konsisten.
Jika Anda masih belajar, swing biasanya lebih ramah karena:
-
tidak menuntut kecepatan tinggi,
-
lebih fokus pada analisis struktur pasar,
-
membantu membangun kedisiplinan.
Namun pada akhirnya, pilihan terbaik adalah gaya trading yang sesuai:
-
kepribadian,
-
waktu luang,
-
modal,
-
pengalaman.
Dan yang paling penting: terus belajar dengan bimbingan yang tepat.
Trading di periode bank holiday membutuhkan pemahaman, kesabaran, dan strategi yang teruji. Jika Anda ingin belajar lebih dalam — mulai dari teknik scalping, swing trading, hingga manajemen risiko yang benar — Anda bisa mengikuti program edukasi trading di [www.didimax.co.id]. Di sana, Anda akan dipandu oleh mentor yang berpengalaman dan mendapatkan materi terstruktur, bukan sekadar teori.
Jadikan momen ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas trading Anda. Dengan edukasi yang tepat, disiplin, dan latihan yang konsisten, peluang untuk berkembang akan jauh lebih besar — bukan hanya mengejar profit sesaat, tetapi membangun fondasi sebagai trader yang matang dan bertanggung jawab.