Tips Profesional Membuat Trading Plan Forex Saat Bank Holiday
Bagi banyak trader, periode bank holiday sering dianggap sebagai momen “sepi” yang membosankan. Likuiditas berkurang, pergerakan harga melambat, dan peluang terlihat lebih sedikit dibanding hari-hari biasa. Namun, bagi trader profesional, kondisi ini justru menjadi kesempatan untuk menyusun trading plan yang lebih matang, terukur, dan disiplin.
Trading plan bukan sekadar catatan acak tentang kapan masuk dan keluar pasar. Itu adalah peta jalan, kompas psikologis, serta filter risiko yang membantu Anda bertahan — bukan hanya mencari profit, tetapi juga melindungi modal di tengah kondisi market yang tidak ideal.
Di artikel ini, kita akan membahas secara sistematis bagaimana menyusun trading plan khusus untuk periode bank holiday agar tetap rasional, terstruktur, dan siap menghadapi berbagai skenario.
Mengapa Trading Plan Saat Bank Holiday Harus Berbeda?
Pada periode bank holiday (libur bank besar di AS, Inggris, Jepang, dan negara ekonomi utama), kondisi pasar berubah secara signifikan:
-
Likuiditas menurun
Volume transaksi turun karena banyak institusi finansial tidak aktif.
-
Spread melebar
Broker sering memperlebar spread untuk mengantisipasi rendahnya likuiditas.
-
False breakout lebih sering terjadi
Karena volume tipis, pergerakan kecil dapat memicu sinyal palsu.
-
Pergerakan cenderung sideways
Harga bergerak dalam range sempit dan jarang menembus level kunci.
Jika Anda menggunakan strategi yang sama seperti di hari normal, kemungkinan besar Anda:
Karena itu, trading plan saat bank holiday harus lebih konservatif, selektif, dan fokus pada manajemen risiko.
Langkah 1: Tentukan Tujuan Realistis Selama Bank Holiday
Kesalahan terbesar trader pemula adalah tetap mengejar target besar seperti hari normal.
Trader profesional justru melakukan penyesuaian:
-
Target profit lebih kecil
-
Frekuensi entry berkurang
-
Fokus utama adalah preservasi modal
Contoh target realistis:
-
Profit harian 0,5–1% dari modal
-
Maksimal 1–2 posisi aktif
-
Tidak trading jika kondisi terlalu sepi
Dengan tujuan yang jelas, Anda tidak lagi terdorong untuk “memaksa market” memberikan peluang.
Langkah 2: Pilih Pair yang Masih Aktif
Tidak semua pair layu saat bank holiday.
Beberapa pair tetap punya volume karena faktor regional.
Misalnya:
-
Saat bank holiday AS → pair berbasis USD cenderung lambat
-
Saat bank holiday Jepang → pair seperti JPY cross bisa melemah volumenya
-
Pasangan cross pair (tanpa USD) kadang masih aktif:
EUR/GBP, EUR/AUD, GBP/JPY, dll.
Tips memilih pair:
-
Cek volatilitas rata-rata (ATR).
-
Pilih pair yang masih punya range pergerakan sehat.
-
Hindari pair dengan spread yang tiba-tiba melebar ekstrem.
Ingat: tidak trading lebih baik daripada memaksa trading pada pair yang tidak ideal.
Langkah 3: Gunakan Timeframe Lebih Besar untuk Menentukan Arah
Saat market sepi, timeframe kecil seperti M5 atau M15 sering memberi sinyal palsu.
Trader profesional beralih ke:
Tujuannya:
-
melihat struktur pasar utama,
-
menentukan trend dominan,
-
mengenali support & resistance besar.
Baru setelah itu, entry bisa dicari di timeframe lebih kecil — namun tetap mengikuti arah utama.
Prinsip sederhana:
“Trend dari timeframe besar = arah, timeframe kecil = eksekusi.”
Langkah 4: Batasi Strategi — Jangan Gunakan Banyak Sistem Sekaligus
Di hari biasa saja, terlalu banyak strategi bisa membingungkan.
Apalagi saat bank holiday.
Cukup pilih 1–2 pendekatan:
✔️ Breakout di level kuat
✔️ Rejection di support/resistance
✔️ Range trading di sideways
Yang penting:
Trading plan yang baik lebih banyak aturan “tidak trading” daripada aturan entry.
Langkah 5: Perketat Money Management
Karena risiko false signal meningkat, money management harus diperketat.
Beberapa prinsip emas:
-
Risk per trade maksimal 1–2%
-
Jangan menambah lot hanya karena market sepi
-
Hindari martingale, averaging tanpa alasan jelas
-
Selalu gunakan stop loss
Contoh sederhana:
Jika modal $1.000,
risk 1% = $10.
Hitung lot berdasarkan stop loss, bukan berdasarkan “feeling”.
Tujuannya bukan mengejar profit besar,
melainkan menjaga kurva equity tetap stabil.
Langkah 6: Rencanakan Jalur Exit Lebih Detail
Banyak trader sibuk memikirkan entry,
padahal trader profesional lebih fokus pada exit plan.
Di bank holiday:
Contoh:
Ingat:
“Keluar terlalu cepat jauh lebih baik daripada bertahan sampai rugi.”
Langkah 7: Catat dan Evaluasi Setiap Keputusan
Periode bank holiday adalah momen ideal untuk latihan disiplin.
Buat jurnal trading yang mencatat:
-
alasan entry
-
timeframe
-
emosi saat entry
-
hasil trading
-
pelajaran yang didapat
Dengan catatan tersebut,
Anda dapat melihat pola:
Trader profesional tidak sekadar menebak.
Mereka menganalisis kebiasaan mereka sendiri.
Mindset Profesional Saat Bank Holiday
Trading plan yang solid tidak akan berguna
jika mindset masih emosional.
Beberapa sikap yang wajib diterapkan:
-
tidak memaksa entry
-
tidak iri melihat trader lain profit besar
-
sabar menunggu sinyal valid
-
siap menerima hari tanpa transaksi
Perlu diingat:
“Tidak ada peluang hari ini bukan berarti kita kalah.
Kalah adalah ketika kita trading tanpa rencana.”
Bank holiday bukan musuh.
Justru momentum untuk menjadi trader yang lebih matang.
Di momen market yang lebih pelan seperti ini, justru saat terbaik untuk memperdalam ilmu, belajar dari mentor, serta berdiskusi dengan trader lain yang sudah berpengalaman. Dengan bimbingan yang tepat, kamu bisa memahami bagaimana membaca market, mengatur risiko, dan menyusun trading plan yang benar — bukan sekadar coba-coba dan berharap profit.
Jika kamu ingin belajar lebih terstruktur, bergabung dalam komunitas, dan mendapatkan edukasi trading yang komprehensif, kamu bisa mengikuti program edukasi yang disediakan oleh www.didimax.co.id. Di sana, kamu akan dibimbing dari dasar hingga mahir, dengan materi yang praktis dan mudah dipahami, tanpa biaya belajar. Ini kesempatan bagus untuk berkembang sebagai trader yang disiplin dan profesional.