Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Waspadai Spread Melebar Saat Bank Holiday

Waspadai Spread Melebar Saat Bank Holiday

by rizki

Waspadai Spread Melebar Saat Bank Holiday

Jika kamu sudah cukup lama berkecimpung di dunia trading forex, mungkin pernah mengalami situasi seperti ini: market terlihat tenang, pergerakan harga tidak terlalu agresif, tetapi tiba-tiba spread melebar berkali-kali lipat. Posisi yang seharusnya masih aman, mendadak langsung minus besar hanya karena selisih harga bid–ask melebar.

Fenomena ini sangat sering terjadi saat bank holiday — ketika sebagian besar bank, institusi keuangan besar, dan likuiditas utama pasar sedang “libur”.

Sayangnya, banyak trader pemula yang belum menyadari risiko ini. Bahkan ada yang mengira market sedang “aman” karena sepi. Padahal, di balik kondisi sepi tersebut, ada jebakan besar yang bisa menguras akun jika tidak diantisipasi dengan baik.

Pada artikel ini, kita akan membahas secara mendalam:

  • apa itu spread dan kenapa bisa melebar,

  • mengapa bank holiday sangat berpengaruh pada spread,

  • pair mana yang paling rawan,

  • kesalahan trader yang sering dilakukan,

  • serta strategi praktis agar tetap aman.

Mari kita bahas pelan-pelan.


Apa Itu Spread dan Mengapa Penting?

Spread adalah selisih antara:

  • harga bid (harga jual)

  • harga ask (harga beli)

Contoh sederhana:

Jika EUR/USD = 1.1000 (bid) dan 1.1002 (ask), maka spread = 2 poin (2 pips fractional).

Spread inilah yang menjadi biaya “awal” trading. Begitu kamu open posisi, akun langsung minus sebesar spread tersebut.

Karena itu, spread yang melebar:

  • membuat biaya masuk market semakin besar,

  • mempersempit ruang profit,

  • meningkatkan risiko kena stop loss lebih cepat,

  • mengganggu akurasi strategi.

Kalau biasanya spread hanya 1–2 pips, namun saat bank holiday bisa melebar hingga 10–30 pips atau lebih — jelas ini sangat berbahaya, terutama bagi scalper dan trader ber-lot besar.


Mengapa Spread Bisa Melebar Saat Bank Holiday?

Kunci utamanya ada pada likuiditas.

Saat hari normal, pasar forex dipenuhi:

  • bank besar,

  • institusi keuangan global,

  • market maker,

  • perusahaan multinasional,

  • hedge fund.

Mereka masuk market dengan volume besar sehingga order book selalu “penuh”. Ketika ada order beli/jual, market dengan mudah mencocokkan harga terbaik.

Namun, ketika terjadi bank holiday, sebagian besar pelaku besar ini tidak aktif.

Akibatnya:

  1. Likuiditas menurun drastis
    Order menipis, volume kecil, dan market sulit menemukan harga terbaik.

  2. Broker dan penyedia likuiditas menaikkan spread
    Mereka melakukan ini sebagai bentuk proteksi dari volatilitas tak terduga.

  3. Pergerakan harga menjadi “loncat-loncat”
    Karena kekosongan order di level tertentu.

Inilah sebabnya trader sering kaget:

  • open posisi di spread normal,

  • beberapa detik kemudian spread melebar jauh,

  • floating minus membesar tanpa market bergerak signifikan.

Dan itu bukan error — memang kondisi pasar sedang tipis.


Bank Holiday Mana yang Paling Berpengaruh?

Tidak semua bank holiday berdampak sama besar. Dampaknya tergantung pair yang kamu tradingkan.

Beberapa contoh:

  1. US Bank Holiday
    Dampaknya besar karena USD adalah mata uang paling dominan di dunia. Pair seperti:

  • EUR/USD

  • GBP/USD

  • USD/JPY

  • XAU/USD

sering mengalami spread melebar dan pergerakan kurang normal.

  1. UK Bank Holiday
    Banyak mempengaruhi:

  • GBP/USD

  • EUR/GBP

  • GBP/JPY

  1. Holiday Zona Euro
    Akan mempengaruhi EUR/USD, EUR/JPY, EUR/AUD, dan seterusnya.

  2. Holiday Jepang (JPY)
    Dampak terasa pada pair JPY: USD/JPY, GBP/JPY, EUR/JPY.

Semakin besar negara dan perannya dalam sistem keuangan global, semakin terasa efeknya.


Pair yang Paling Rawan Spread Melebar

Dalam kondisi bank holiday, beberapa jenis pair biasanya lebih berisiko:

1. Cross Pair (tanpa USD)

Contohnya:

  • EUR/GBP

  • GBP/JPY

  • AUD/NZD

Karena tidak melibatkan USD secara langsung, likuiditasnya lebih kecil.

2. Exotic Pair

Contoh:

  • USD/TRY

  • USD/ZAR

  • USD/IDR

Spread normal saja sudah besar, apalagi saat bank holiday.

3. Gold & Metal

XAU/USD (emas) sering melebar sangat ekstrem dalam kondisi market tipis.


Kesalahan Umum Trader Saat Spread Melebar

Banyak trader justru terjebak karena:

1. Masih memaksakan entry

Padahal jelas market tidak mendukung.

2. Tidak mengecek kalender bank holiday

Hanya fokus pada news, tapi lupa bahwa libur bank juga news penting.

3. Menggunakan lot besar

Dengan alasan market sedang sepi dan terlihat aman.

4. Scalping di kondisi tidak likuid

Scalping butuh spread kecil — tapi dilakukan justru ketika spread sedang menganga.

5. Menyalahkan broker

Padahal memang market global sedang tipis.

Memahami penyebabnya akan membuat kita jauh lebih siap.


Cara Aman Menghadapi Spread Melebar

Berikut beberapa langkah praktis yang bisa kamu terapkan.

1. Selalu cek kalender bank holiday

Selain kalender news, jadikan kalender bank holiday sebagai alat wajib.

2. Kurangi ukuran lot

Jika tetap ingin trading:

  • kecilkan lot,

  • siapkan stop loss lebih longgar,

  • pastikan masih dalam batas money management.

3. Hindari scalping

Gunakan strategi yang tidak terlalu sensitif terhadap spread.

4. Fokus analisa — bukan eksekusi

Bank holiday adalah waktu ideal untuk:

  • evaluasi jurnal trading,

  • backtest strategi,

  • belajar materi baru.

5. Waspada waktu pembukaan sesi

Pembukaan sesi Asia, London, atau New York saat bank holiday sering sangat tidak stabil.


Saat Terbaik: Tunggu Kondisi Normal

Prinsip sederhana:

Jika market tidak memberi peluang terbaik, tugas trader adalah menunggu.

Banyak trader sukses membuktikan bahwa:
lebih sedikit entry, tapi lebih berkualitas, jauh lebih menguntungkan daripada memaksa trading setiap hari.


Di tengah kondisi bank holiday, spread melebar, dan likuiditas yang tipis, trader yang bijak bukan yang paling sering entry — tetapi yang paling mampu mengendalikan diri.

Kalau kamu merasa masih sering terjebak di situasi spread melebar, mungkin saatnya memperkuat pemahaman, latihan, dan bimbingan trading yang lebih terstruktur.

Di Didimax, kamu bisa belajar langsung bersama mentor berpengalaman, memahami cara membaca kondisi market, mengenali momen berbahaya seperti bank holiday, serta mempraktikkan money management yang benar. Materinya disusun step-by-step, cocok untuk pemula maupun trader yang ingin naik level.

Kamu juga bisa mengikuti program edukasi trading gratis dan bergabung dalam komunitas trader aktif di Didimax. Dapatkan bimbingan, analisa market, diskusi interaktif, hingga pendampingan praktek trading agar kamu tidak lagi sembarangan masuk market ketika spread sedang melebar. Kunjungi langsung situsnya di www.didimax.co.id dan mulai perjalanan tradingmu dengan lebih aman dan terarah.