Dilema Federal Reserve
by
Reza Aswin
Apa yang terjadi di pasar
The Fed mempunyai mandat ganda, yaitu menjaga stabilitas harga dan memaksimalkan lapangan kerja. Dilema Fed muncul ketika kondisi ekonomi tidak memungkinkan keduanya berjalan beriringan. Harapan pelaku pasar untuk melihat penurunan suku bunga dalam waktu dekat tampaknya harus tertunda. Data ekonomi terbaru sepanjang April hingga Mei menunjukkan realitas, adanya pasar tenaga kerja melambat namun tetap stabil tetapi inflasi yang didorong oleh kenaikan harga energi akibat konflik dengan Iran justru semakin liar. Ekonom Dan North dari Allianz mencatat bahwa meskipun pasar kerja tidak runtuh, ia kehilangan momen. Fenomena menarik terjadi di sektor teknologi, dengan kehilangan 11% tenaga kerjanya sejak munculnya kecerdasan buatan (AI) pada akhir 2022. Namun, ketahanan di sektor kesehatan dan ritel memberikan alasan bagi Fed untuk tidak terburu-buru melakukan pelonggaran moneter demi menyelamatkan pasar kerja. Masalah utama saat ini bukan lagi pengangguran, melainkan biaya hidup. Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret tercatat sebesar 3,3%, jauh dari target 2% yang ditetapkan The Fed.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4602 – 4691 dengan target 4822 – 4916
Stoploss 4433
Grafik XAUUSD time frame D1

USDJPY: SELL
Sell Limit: 157.51 – 158.44 dengan target 155.15 – 156.20
Stoploss 160.10
Grafik USDJPY time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7164 – 0.7224 dengan target 0.7334 – 0.7385
Stoploss 0.7060
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
